MALANG POST – Edukasi keselamatan berlalu lintas, tidak selalu harus disampaikan lewat imbauan atau sosialisasi di jalan. Satlantas Polres Malang memilih cara yang lebih dekat dengan masyarakat, yakni mengemas pesan keselamatan berkendara melalui film pendek.
Produksi film edukasi tersebut dilakukan di kawasan Simpang 4 Kepanjen, Kabupaten Malang. Satlantas Polres Malang berkolaborasi dengan influencer Satlantas, Aipda Udhie dan Briptu Fatimah, serta kreator konten Amin Sumantri.
Cerita yang diangkat cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari. Film tersebut mengisahkan seorang anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor tanpa dilengkapi kelengkapan berkendara sebagaimana mestinya.
Di balik cerita tersebut, ada pesan yang ditujukan terutama kepada orang tua. Anak yang belum memenuhi persyaratan untuk berkendara di jalan raya membutuhkan pengawasan dan pendampingan agar tidak membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Dikemas Lewat Cerita

EDUKASI: Salah satu adegan dalam film pendek edukasi keselamatan berkendara, produksi Satlantas Polres Malang bersama kreator konten Amin Sumantri di kawasan Simpang 4 Kepanjen, Kabupaten Malang. (Foto: Diky Prasetyo/Malang Post)
Melalui pendekatan audio visual, pesan keselamatan diharapkan lebih mudah dipahami. Cerita yang sederhana juga menjadi cara untuk mengajak orang tua melihat kembali peran mereka sebelum mengizinkan anak menggunakan kendaraan bermotor.
Kasat Lantas Polres Malang AKP M. Alief Chelvin mengatakan, film pendek tersebut menjadi salah satu inovasi untuk memudahkan penyampaian edukasi keselamatan kepada masyarakat.
“Film pendek ini bertujuan untuk memudahkan edukasi kepada masyarakat, terutama para orang tua, agar lebih peduli terhadap keselamatan anak-anaknya. Jangan sampai karena alasan terburu-buru atau kebutuhan sehari-hari, anak yang belum memenuhi persyaratan untuk berkendara justru dibiarkan membawa sepeda motor di jalan raya,” ujar AKP M. Alief Chelvin.
Menurutnya, keselamatan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Keluarga, khususnya orang tua, memiliki peran penting dalam membangun kesadaran berlalu lintas sejak dini.
Orang tua tidak hanya perlu memberikan pemahaman mengenai aturan lalu lintas, tetapi juga menjadi contoh dalam menerapkan perilaku tertib dan aman saat berada di jalan.
Dimulai dari Keluarga

Satlantas Polres Malang berharap film edukasi tersebut dapat menjadi media penyampaian pesan yang lebih mudah diterima masyarakat. Terlebih, persoalan anak mengendarai sepeda motor di jalan raya berkaitan erat dengan pengawasan keluarga.
Edukasi sejak dini diharapkan dapat membentuk kesadaran anak untuk menjadi pengguna jalan yang tertib dan disiplin. Pada saat yang sama, orang tua diharapkan semakin memahami pentingnya memastikan kesiapan dan keselamatan anak sebelum berkendara.
Pesan yang dibangun melalui film tersebut sederhana: budaya keselamatan berlalu lintas tidak hanya dimulai ketika seseorang berada di jalan, tetapi sejak keputusan dibuat di lingkungan keluarga.
Dengan menggandeng influencer dan kreator konten, Satlantas Polres Malang berharap pesan tersebut dapat menjangkau masyarakat lebih luas sekaligus dikemas dalam bentuk yang lebih menarik dan mudah dipahami. (Diky Prasetyo/Ra Indrata)




