KEBERSAMAAN: Peserta pelatihan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) bersama Sekretaris Daerah kabupaten Malang, Budiar Anwar dan beberapa OPD. (Foto: Suseno/Malang Post)
MALANG POST – Belajar menjadi aparatur pemerintahan tidak cukup hanya dengan duduk di ruang kelas. Pengalaman melihat langsung bagaimana organisasi perangkat daerah (OPD) bekerja menjadi bagian penting dalam membangun kompetensi kepemimpinan.
Itulah yang dilakukan peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Tahun 2026, dari Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri (BBPK APDN) IV Makassar. Kabupaten Malang dipilih sebagai lokasi studi lapangan, untuk melihat secara langsung praktik penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Para peserta dijadwalkan mengunjungi dua OPD, yakni Dinas Pendidikan Kabupaten Malang dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk menggali pengalaman, inovasi, serta praktik kerja yang diterapkan kedua OPD. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran dan diterapkan di daerah asal masing-masing.
Peserta PKP 2026 diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Budiar Anwar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (28/9/2026).
Belajar Tidak Mengenal Usia
Budiar menekankan, proses belajar bagi aparatur pemerintahan tidak berhenti setelah seseorang menyelesaikan pendidikan formal. Menurut dia, pengalaman dan praktik di lapangan juga menjadi bagian penting dalam pengembangan kapasitas aparatur.
“Tidak ada kata berhenti untuk belajar. Belajar, belajar, belajar, belajar, dan belajar. Sampai tua pun kita harus belajar,” tegas Budiar.
Ia menjelaskan, pendidikan formal memang menjadi salah satu fondasi dalam pengembangan kapasitas seseorang. Namun, pendidikan tersebut tidak berarti seseorang telah menguasai seluruh pengetahuan.

KENANG-KENANGAN: Sekretaris Daerah kabupaten Malang, menerima cinderamata dari perwakilan BBPK APDN IV Makasar. (Foto: Suseno/Malang Post)
Bahkan, menurut Budiar, semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang, bidang keilmuannya dapat semakin spesifik.
“Sekolah pun sampai S3 malah jadi sempit ilmunya. Jadi sempit ilmu, tidak seluas,” ujarnya.
Karena itu, pembelajaran dari pengalaman orang lain dan praktik kerja di lapangan tetap dibutuhkan, termasuk bagi aparatur yang telah memiliki jenjang pendidikan tinggi.
Budiar juga menegaskan dirinya tidak ingin berbicara di luar bidang yang dikuasainya. Ia menyebut konsentrasi keilmuannya berada pada manajemen sumber daya manusia (MSDM).
“Saya tidak akan berani bicara tentang hal lain karena makom saya adalah MSDM. Makom saya MSDM,” katanya.
Belajar dari Praktik OPD
Menurut Budiar, studi lapangan memberikan kesempatan bagi peserta PKP untuk melihat secara langsung bagaimana sebuah OPD menjalankan tugas, menghadapi persoalan, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pengalaman semacam itu dinilai berbeda dengan pembelajaran yang hanya berlangsung secara teoritis di dalam kelas.
Karena itu, ia berharap peserta tidak sekadar melihat dan mencatat praktik yang ada di Kabupaten Malang. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi untuk mengembangkan tata kelola pemerintahan di daerah masing-masing.
“Harapannya, bagi saudara kita yang ada di Indonesia Timur, paling tidak bisa mencontoh, meniru apa yang sudah tadi dikerjakan oleh teman-teman OPD,” ungkapnya.
Pemkab Malang, lanjut Budiar, terbuka terhadap kegiatan pembelajaran dan pertukaran pengalaman antardaerah. Peserta dipersilakan menggali berbagai praktik yang dijalankan OPD selama berada di Kabupaten Malang.
Studi lapangan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran PKP 2026. Pengalaman langsung di lingkungan pemerintahan diharapkan dapat memperkuat pemahaman peserta mengenai kepemimpinan, tata kelola organisasi, serta pelayanan publik.
Melalui kunjungan ke Dinas Pendidikan dan Bapenda Kabupaten Malang, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis. Mereka juga dapat melihat bagaimana tugas perangkat daerah dijalankan dalam praktik, sekaligus menggali pengalaman yang dapat menjadi bahan penerapan di wilayah kerja masing-masing. (Suseno/Ra Indrata)




