MALANG POST – Arema FC Women Academy merayakan hari jadinya yang pertama dengan menggelar Turnamen Sepak Bola Putri Usia Dini kategori U-10 dan U-14 se-Jawa dan DIY di Lapangan Polrestabes Kota Semarang, Sabtu–Minggu (5–6/9/2026).
Membangun ekosistem sepak bola putri yang tangguh tidak bisa ditempuh lewat jalur instan. Tanpa wadah pembinaan usia dini yang terstruktur, talenta-talenta emas lapangan hijau hanya akan terendam dalam angan-angan belaka.
Langkah nyata itulah yang kini digelorakan oleh Arema FC Women Academy.
Merayakan hari jadinya yang pertama, Arema FC Women Academy menggelar Turnamen Sepak Bola Putri U-10 dan U-14 di Lapangan Polrestabes Kota Semarang, Sabtu-Minggu (5–6/9/2026).
Ajang ini diikuti oleh puluhan tim lintas provinsi. Meliputi perwakilan dari Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jawa Timur.
Turnamen berlangsung sangat meriah sekaligus menjadi panggung unjuk gigi bagi para pesepak bola putri muda dalam iklim kompetisi yang sehat dan sportif.
Pada partai puncak kategori U-14 yang digelar Minggu (6/9/2026), Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Dr. Handi Priyanto, AP., S.Sos., M.Si., hadir langsung menyaksikan pertandingan dari babak semifinal hingga final.
Kehadiran Sekda Semarang menjadi suntikan moral berharga dari Pemerintah Kota Semarang atas konsistensi pembinaan yang dibangun Arema FC Women Academy.
Handi Priyanto menyampaikan apresiasi tinggi karena akademi berjuluk Ongis Kodew tersebut memilih Kota Semarang sebagai basis utama pembinaan talenta muda.
“Saya mengapresiasi dengan adanya Arema FC Women Academy di Semarang karena menjadi tempat untuk mengembangkan potensi diri anak-anak, terutama wanita yang menggemari sepak bola,” ujar Handi Priyanto, Minggu (6/9/2026).

Handi menilai Kota Atlas menyimpan potensi pesepak bola putri yang melimpah. Hanya saja selama ini wadah pembinaannya belum terpolakan secara rapi.
“Keberadaan Arema FC Women Academy ini bisa menjadi wadah bagi generasi muda, menyalurkan hobi, hingga ke depannya diharapkan bisa menjadi pemain profesional yang membawa nama Indonesia,” tambahnya.
Di atas lapangan, persaingan di dua kelompok umur berjalan sangat sengit.
Pada kategori U-10 yang dipertandingkan Sabtu (5/9/2026), Sekar Sembada Sleman keluar sebagai kampiun usai menundukkan Putri Mataram Sleman lewat adu penalti 3-2 setelah bermain imbang di waktu normal.
Posisi juara tiga bersama kategori U-10 diraih oleh Arema FC Women dan Persisac Kota Semarang.
Sementara pada kategori U-14 yang dimainkan Minggu (6/9/2026), tim Putri Meta Surabaya sukses merengkuh piala juara usai mengandaskan Samba Persada Women Solo dua gol tanpa balas (2-0).
Arema FC Women harus puas mengakhiri turnamen U-14 sebagai juara tiga bersama dengan Sekar Sembada.
Pelatih Arema FC Women Academy sekaligus ketua penyelenggara, Nanang Habibi, bersyukur atas meluapnya antusiasme peserta dan dukungan para orang tua.
“Turnamen anniversary pertama ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, melainkan bukti nyata bahwa ruang kompetisi untuk sepak bola putri usia dini sangat dibutuhkan,” tegas Nanang Habibi.
Nanang bertekad menjadikan ajang ini sebagai agenda tahunan yang rutin dan makin berkualitas.
“Melihat semangat anak-anak bertanding di lapangan, kami semakin yakin bahwa masa depan sepak bola wanita Indonesia sangat cerah. Terima kasih atas dukungan Pemkot Semarang, jajaran Kepolisian, seluruh orang tua, serta tim peserta,” tutup Nanang. (Ra Indrata)




