UNJUK KEBOLEHAN: Achmad Maulana dan Diego Landis saat menampilkan kebolehannya dalam mengolah si kulit bundar di hadapan ratusan siswa SMAK Santa Maria. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Dua pemain Arema FC, Achmad Maulana Syarif dan Diego Landis, menghadiri pembukaan program Arema Goes to School musim 2026/2027 di Hall Basket SMAK Santa Maria Kota Malang pada Senin (20/7/2026) siang untuk memberikan motivasi, coaching clinic, dan menyebarkan spirit sportivitas kepada ratusan pelajar.
Gemuruh sorak sorai menembus langit-langit Hall Basket SMAK Santa Maria Kota Malang, Senin (20/7/2026) siang. Tawa pecah. Tepuk tangan bersahut-sahutan.
Ratusan siswa berseragam sekolah itu mendadak histeris. Penyebabnya sederhana tapi ampuh: dua penggawa Arema FC hadir langsung di hadapan mereka. Ada Achmad Maulana Syarif, gelandang muda energetic yang sempat menembus skuad Timnas Indonesia. Di sampingnya berdiri Diego Landis, bek asing anyar Singo Edan.
Hari itu, Arema FC resmi meluncurkan kembali program unggulannya: Arema Goes to School (GTS) untuk musim 2026/2027. SMAK Santa Maria terpilih menjadi lokasi pembuka.
Suasana dikemas cair. Edukatif. Tidak ada kesan kaku. Para siswa tidak cuma duduk manis menjadi penonton. Mereka berebut mik, melemparkan berbagai pertanyaan kritis seputar dunia sepak bola profesional. Mulai dari perjuangan menembus tim utama, rasa bangga berseragam Arema FC, hingga resep ampuh menghadapi tekanan serta kritik pedas suporter.
Achmad Maulana Syarif membuka kartu. Pemain kelahiran Bandung itu membagikan kisah hidupnya yang berliku. Perjalanannya menembus tim utama hingga dilirik Timnas tidak didapat lewat karpet merah.
“Tidak mudah sampai di titik ini. Sejak kecil tidak sedikit yang meremehkan. Tapi saya terus berusaha, fokus saja dengan tujuan. Hingga akhirnya seperti sekarang dan saya bangga bisa membela Arema, klub kebanggaan Malang,” ungkap Achmad dengan mata berbinar.

PRIMADONA: Dua pemain Arema FC, Achmad Maulana dan Diego Landis disambut antusias siswa-siswa SMAK Santa Maria. (Foto: Arema Official)
Bagi Achmad, dipanggil membela Panji Merah Putih di ajang internasional adalah mimpi masa kecil yang menjadi nyata. Dia mengajak para siswa untuk berani bermimpi setinggi langit dan mengejarnya dengan kerja keras.
Di sisi lain, Diego Landis tampak semringah. Bek asing itu terkesan dengan keramahan arek-arek Malang.
“Saya senang bisa sampai di Malang dan membela Arema FC. Saya juga senang hadir di depan kalian semua. Terima kasih atas sambutannya yang hangat,” kata Diego yang langsung disambut tepuk tangan riuh para siswa.
Keseruan makin memuncak saat sesi coaching clinic dimulai. Achmad dan Diego turun ke lapangan basket, memimpin latihan teknik dasar mengolah si kulit bundar. Tantangan demi tantangan diberikan. Sesi kuis dan games interaktif berhadiah bikin atmosfer kian membara hingga akhir acara.
Chief Business Officer (CBO) Arema FC, Irma Prianti, menegaskan bahwa sekolah adalah benteng penting untuk menyebarkan nilai-nilai olahraga.
“Ini menjadi kegiatan pertama Arema Goes to School pada 2026. Kami ingin mendukung olahraga di sekolah agar menjadi sesuatu yang menyenangkan. Harapannya para siswa menikmati sepak bola sekaligus menjunjung tinggi nilai sportivitas,” tutur Irma.
Gerakan ini tidak berjalan sendirian. Presidium Aremania Utas turut merapatkan barisan. Koordinator Presidium Aremania Utas, Ali Rifki, hadir memberi edukasi soal budaya kencang tapi tertib dalam mendukung tim kesayangan.
Ali ingin mengikis stigma lama. Dia menegaskan bahwa stadion bukan lagi tempat yang menakutkan bagi kalangan pelajar dan keluarga.
“Segala aspek kenyamanan, ketertiban, dan keamanan di stadion terus dipastikan. Sekarang juga ada aplikasi yang membantu penonton mendapatkan informasi dan mendukung kelancaran di stadion,” jelas Ali Rifki sembari mengajak para siswa datang langsung ke Stadion Kanjuruhan.
Respons siswa luar biasa. Cristopher Kevin Indra Gunawan, siswa kelas X-1 SMAK Santa Maria, mengaku terkesan dengan terobosan Singo Edan ini.
“Acaranya sangat seru, keren banget! Yang paling menarik ada game dan hadiahnya,” ucap Kevin gembira.
Meski belum beruntung membawa pulang merchandise, Kevin sudah punya harapan tinggi untuk program berikutnya.
“Kalau ada Goes to School lagi, maunya semua pemain Arema FC datang ke sekolah!” selorohnya sambil tertawa lepas.
Lewat Arema Goes to School, Arema FC membuktikan bahwa sepak bola bukan sekadar urusan 90 menit di atas rumput hijau. Sepak bola adalah media edukasi, pemantik mimpi, dan perekat kebanggaan warga Malang sejak usia dini. (Ra Indrata)




