TANCAP GAS: Marcos Santos langsung memimpin latihan, setibanya dari Brasil. Pelatih 48 tahun ini bersiap membawa skuadnya ke Bandung, untuk turun di Piala Presiden. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Pelatih Arema FC Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, langsung memimpin jalannya latihan perdana dengan intensitas tinggi di Malang, guna mematangkan taktik, sekaligus membakar mentalitas juara skuad Singo Edan menjelang Piala Presiden 2026 di Bandung.
Marcos Santos tidak mau buang waktu. Begitu menginjakkan kaki dari Brasil, pelatih Arema FC itu langsung menuju lapangan. Latihan perdana dipimpinnya sendiri. Singo Edan dipaksa tancap gas tanpa sempat menghirup napas panjang setelah perjalanan jauh.
Bagi Marcos Santos, latihan pertama bukan sekadar urusan fisik dan taktik di atas rumput. Ini urusan membakar mental. Pelatih asal Negeri Samba itu langsung mengumpulkan Dendi Santoso dan kawan-kawan di tengah lapangan. Dia memberikan orasi yang membakar kuping. Khas pelatih bermental juara yang tidak suka basa-basi.
Marcos awalnya meluruskan jadwal keberangkatan tim yang sempat membingungkannya. Dia mengaku sempat keliru menghitung hari pertandingan.
“Sebelumnya saya keliru soal jadwal penerbangan untuk laga perdana. Ternyata pertandingannya hari Sabtu tanggal 25 (Juli). Kita akan berangkat hari Kamis. Jadi, silakan jalankan program dan bersiaplah dari sekarang,” tegas Marcos di hadapan para pemain yang mendengarkan dengan serius.
Perubahan radikal akan dimulai pekan depan. Skema permainan anyar sudah disiapkan di kepala sang pelatih.
Marcos ingin Arema FC bermain cepat, agresif, dan bernyali dalam duel satu lawan satu. Senin (20/7/2026), menu latihan berat itu akan langsung digeber di lapangan. Intensitas tinggi, komitmen penuh, dan perebutan bola yang sengit akan menjadi pemandangan sehari-hari.
Marcos juga memberi peringatan keras: lupakan masa lalu. Sepak bola terus bergerak maju dengan cepat, dan Arema harus bergerak lebih cepat dari evolusi tersebut.
Kunci kekuatan musim lalu—kerapatan antarlini—harus dipertahankan, tapi kualitasnya wajib ditingkatkan. Tidak boleh ada pemain yang berjalan santai di lapangan.
Dia juga mengirim pesan menohok soal kedalaman skuad. Baginya, tidak ada istilah anak emas atau pemain titipan. Trofi juara tidak pernah dimenangkan oleh hanya 11 pemain starter yang berada di lapangan saat peluit pertama dibunyikan. Kontribusi seluruh anggota tim adalah kunci utamanya.
“Tim juara hanya dengan 11 pemain inti? Tim juara itu dibentuk oleh seluruh anggota kelompok, tidak peduli siapa 11 pemain yang menjadi starter. Ini adalah mentalitas pemenang. Jangan memaklumi, jangan menerima kekalahan. Setiap sesi latihan taruhannya adalah gelar juara,” ucap Marcos dengan nada tinggi demi melecut motivasi anak asuhnya.
Latihan perdana itu pun langsung berjalan panas dengan intensitas tinggi. Menu small-sided games dilahap habis oleh para pemain, diselingi dengan evaluasi taktis secara langsung di lapangan oleh tim pelatih untuk mematangkan kesiapan tim menjelang laga pembuka.
Di luar lapangan, Marcos tersenyum lebar. Dia mengaku sangat puas dengan pergerakan manajemen di bursa transfer menjelang bergulirnya musim kompetisi baru.
Arema melakukan cuci gudang besar-besaran untuk menyusun komposisi skuad baru yang lebih segar. Sebanyak 16 pemain musim lalu dilepas secara bersamaan. Gantinya, proses perburuan pemain menghasilkan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda.
Total ada sepuluh penggawa baru yang mendarat di Bumi Arema. Kuota lokal diisi nama-nama paten seperti Syahrul Trisna Fadillah, Erlangga Setyo Dwi Saputra, Robi Darwis, hingga bek berlabel timnas Alfeandra Dewangga. Kehadiran mereka diyakini menambah kualitas skuad lokal untuk menghadapi persaingan musim baru yang dipastikan lebih ketat.
Legiun asingnya pun kini sangat kental dengan aroma Brasil. Empat nama langsung didatangkan manajemen: Diego Luiz Landis, Marcos Vinicius Silvestre Gaspar, Raianderson da Costa Morais, dan Gustavo Henrique Rodrigues.
Empat pemain asal Brasil itu melengkapi kuota 11 pemain asing Arema musim ini. Tak lupa, dua darah muda dari tim U-20, Azmiy Aziz dan Abyan Adwitya, ikut dipromosikan ke skuad senior setelah menunjukkan perkembangan positif.
Marcos tahu betul kualitas para pemain yang bergabung musim ini. Dia yakin, wajah-wajah baru ini datang bukan untuk sekadar numpang lewat atau mencari aman.
“Saya tahu ini adalah kelompok pemain yang punya komitmen, para profesional yang akan memberikan kemampuan terbaik mereka untuk Arema,” pungkas pelatih berlisensi Pro Conmebol ini.
Singo Edan sudah bersiap untuk mengaum lebih keras. (Ra Indrata)




