PASCAKEBAKARAN: Bupati Sanusi ketika inspeksi lokasi kebakaran di Pasar Sayur Turen, bersama sejumlah OPD. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
MALANG POST – Sehari setelah kebakaran melanda Pasar Sayur Turen, Bupati Malang HM. Sanusi turun langsung memimpin penanganan di lokasi, Selasa (14/7/2026). Pemerintah Kabupaten Malang mengerahkan alat berat, untuk membersihkan area terdampak sekaligus menyiapkan penataan kawasan pasar agar lebih aman dan tertata.
Sejak pagi hingga siang, Bupati Malang M. Sanusi tidak berada di pendopo.
Ia memilih “berkantor” di Pasar Sayur Turen.
Sehari setelah kebakaran menghanguskan satu lapak pedagang, gudang penyimpanan sayuran, dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), Sanusi memimpin langsung penanganan awal di lokasi, Selasa (14/7/2026).
Didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar Anwar, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Malang, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Sanusi mengoordinasikan langkah cepat mulai dari pembersihan lokasi, pendataan kerusakan, hingga penyusunan rencana penataan kawasan pasar.
Alat berat milik Pemerintah Kabupaten Malang, langsung diterjunkan untuk membersihkan puing kebakaran dan timbunan sampah di belakang pasar.
“Hari ini bekas kebakaran dan timbunan sampah ini dibersihkan terlebih dahulu. Setelah itu kita akan tata kembali. Kemudian plengsengan di bagian bawah akan ditinggikan agar permukiman warga di belakang pasar lebih aman,” ujar Sanusi.
Ia menjelaskan, penataan tidak berhenti pada pembersihan lokasi.

PANTAU: Didampingi Sekda Budiar Anwar, Bupati Sanusi memantau beberapa titik lokasi di Pasar Sayur Turen, yang membutuhkan penanganan khusus. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
Pemkab Malang juga berencana memperluas hanggar bagi pedagang agar kapasitas pasar bertambah, sekaligus memindahkan lokasi tempat pembuangan sampah ke bagian depan untuk mengurangi penumpukan sampah di belakang pasar.
“Yang terdampak dari kebakaran tadi malam hanya satu kios. Ke depan bangunan hanggar untuk lapak pedagang ini juga akan diperbesar agar bisa menampung lebih banyak pedagang. Tempat pembuangan sampah juga akan digeser ke depan supaya tidak terjadi penumpukan di area belakang pasar,” katanya.
Selama berada di lokasi, Sanusi juga meninjau lingkungan permukiman di sisi kanan, kiri, dan belakang pasar dengan berjalan kaki.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan dampak kebakaran terhadap warga sekaligus menyusun konsep penataan kawasan secara menyeluruh.
Menurutnya, proses penataan dimulai tahun ini, sedangkan pembangunan fisik seperti plengsengan dan hanggar baru ditargetkan masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027.
“Rencananya penataan dilakukan mulai hari ini dan terus berlanjut. Untuk pembangunan plengsengan dan hanggar dilaksanakan pada 2027. Nantinya fasilitas bagi pedagang akan lebih baik dibanding kondisi sekarang,” ujarnya.
Kebakaran sendiri terjadi di area tempat pembuangan sampah Pasar Turen pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
Api menghanguskan satu lapak pedagang dan satu bangunan MCK. Petugas berhasil memadamkan api sekitar pukul 20.00 WIB setelah mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Malang dan satu unit mobil pemadam milik PT Pindad.
Kasihumas Polres Malang AKP M. Budiono mengatakan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas Satreskrim dan Tim Inafis telah melakukan olah TKP untuk mengetahui sumber api dan memastikan penyebab pasti kebakaran,” kata Budiono.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan menunggu hasil penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran. (PKP/Ra Indrata)




