MALANG POST – Universitas Ma Chung mencatat berbagai capaian strategis sepanjang Tahun Akademik 2025–2026 sebagai bagian dari percepatan transformasi menuju visi menjadi universitas unggul, pilihan masyarakat, dan mandiri.
Berlandaskan Rencana Strategis (Renstra) 2023–2027, universitas berhasil memperkuat kualitas akademik, meningkatkan kapasitas riset, mengembangkan talenta mahasiswa, memperluas jejaring nasional dan internasional, serta mempercepat transformasi tata kelola.
Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc., dalam laporan Dies Natalis ke-19 Universitas Ma Chung pada Selasa, 7 Juli 2026, menyampaikan bahwa berbagai pencapaian tersebut, semakin memperkokoh posisi Universitas Ma Chung sebagai perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat.
Salah satu pencapaian paling menonjol adalah keberhasilan enam program studi meraih Akreditasi Unggul dalam satu tahun akademik. Dengan capaian tersebut, kini 50% program studi Universitas Ma Chung atau enam dari total 12 program studi telah berstatus Unggul.
Angka ini melampaui persyaratan minimal untuk menuju Akreditasi Perguruan Tinggi Unggul dan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan daya saing institusi di tingkat nasional.
Di bidang sumber daya manusia, Universitas Ma Chung terus berinvestasi dalam peningkatan kualitas dosen. Saat ini, universitas memiliki 82 dosen tetap yang terdiri atas 20 doktor dan 62 magister.
Jumlah dosen bergelar doktor terus meningkat dalam tiga tahun terakhir, disertai bertambahnya dosen yang mencapai jabatan akademik Lektor Kepala, sehingga membuka peluang lahirnya guru besar baru dalam beberapa tahun mendatang.
Pengembangan kompetensi dosen juga diperkuat melalui studi lanjut, pelatihan profesional, dan kolaborasi di tingkat lokal maupun internasional.
Pelatihan pembelajaran jarak jauh kembali diselenggarakan bekerja sama dengan SEAMEO SEAMOLEC, sekaligus diikuti penandatanganan nota kesepahaman untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Universitas Ma Chung.
Produktivitas riset dan inovasi juga menunjukkan tren positif. Selama tahun akademik 2025–2026, dosen Universitas Ma Chung menghasilkan 116 judul penelitian, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain peningkatan publikasi ilmiah pada jurnal nasional dan internasional, produktivitas kekayaan intelektual juga bertambah melalui hak cipta, perangkat lunak, buku, media pembelajaran, dan inovasi teknologi. Fokus penelitian diarahkan pada hilirisasi hasil riset dan penyelesaian berbagai persoalan nyata di masyarakat.
Penguatan ekosistem akademik turut menjadi perhatian. Koleksi perpustakaan kini mencapai 9.641 buku, meningkat signifikan dibandingkan tiga tahun sebelumnya.
Akses terhadap jurnal digital juga berkembang menjadi 229 jurnal open access yang mendukung pembelajaran dan penelitian lintas disiplin. Di sisi lain, Ma Chung Press terus memperkuat budaya publikasi akademik melalui penerbitan jurnal ilmiah dan buku.
Dalam pengembangan mahasiswa, Universitas Ma Chung terus memperluas program beasiswa serta memperkuat pembinaan organisasi kemahasiswaan, kepemimpinan, karakter, olahraga, seni, dan kewirausahaan.
Sepanjang tahun akademik 2025–2026, mahasiswa berhasil meraih 44 prestasi, terdiri atas 22 prestasi akademik dan 22 prestasi nonakademik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.
Universitas juga memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai mitra. Hingga tahun ini, Universitas Ma Chung memiliki 184 mitra aktif di dalam negeri dan 25 mitra internasional, termasuk empat mitra baru yang menandatangani nota kesepahaman pada tahun akademik 2025–2026.
Kolaborasi tersebut mencakup institusi pendidikan, pemerintah, organisasi nonpemerintah (NGO), perusahaan, serta berbagai lembaga lainnya, yang mendukung mobilitas mahasiswa dan dosen, penelitian kolaboratif, serta kegiatan akademik internasional.
Transformasi tata kelola terus dilakukan melalui digitalisasi layanan akademik dan administrasi, penguatan regulasi, pengembangan sistem informasi, serta tata kelola berbasis data.
Langkah ini meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan efektivitas organisasi. Berbagai hibah pengembangan institusi juga dimanfaatkan untuk mempercepat inovasi kelembagaan.
Komitmen Universitas Ma Chung dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif diwujudkan melalui penguatan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi.
Universitas terus membangun budaya kampus yang sehat, inklusif, dan menghargai martabat seluruh sivitas akademika.
Di bidang keuangan, universitas terus mendorong kemandirian finansial melalui peningkatan jumlah mahasiswa baru, optimalisasi pemanfaatan aset, serta diversifikasi usaha sebagai sumber pendapatan institusi.
Meski mencatat berbagai kemajuan, Universitas Ma Chung masih menghadapi sejumlah tantangan strategis, antara lain meningkatkan daya saing di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, mempercepat penambahan guru besar dan dosen bergelar doktor, meningkatkan publikasi internasional bereputasi serta hilirisasi riset, dan memperkuat internasionalisasi sekaligus meningkatkan jumlah mahasiswa baru berkualitas.
Untuk Tahun Akademik 2026–2027, Universitas Ma Chung menetapkan enam prioritas strategis, yakni mempersiapkan Akreditasi Perguruan Tinggi Unggul, memperkuat kemandirian finansial, meningkatkan kapasitas dosen melalui percepatan guru besar dan studi doktoral, memperkuat riset dan hilirisasi inovasi, memperluas kerja sama strategis nasional maupun internasional, serta melanjutkan transformasi digital dan penguatan tata kelola yang efektif, transparan, dan berkelanjutan.
“Seluruh capaian tahun akademik 2025–2026 menunjukkan bahwa Universitas Ma Chung berada pada jalur transformasi yang tepat. Dengan semangat Many Disciplines, One Vision, Real Impact, universitas akan terus memperkuat kualitas akademik, memperluas kolaborasi, menghasilkan inovasi yang relevan, serta menciptakan dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia,” ujar Prof. Stefanus Yufra Menahen Taneo. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




