MALANG POST – Kota Batu mencatatkan capaian positif dalam indikator kesejahteraan masyarakat. Angka kemiskinan berhasil ditekan hingga menyentuh 2,86 persen. Meski demikian, persoalan ketimpangan sosial masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera ditangani pemerintah daerah.
Kepala Bapelitbangda Kota Batu, Bangun Yulianto menjelaskan, bahwa sejumlah indikator makro pembangunan daerah menunjukkan tren yang cukup menggembirakan. Selain angka kemiskinan yang menurun, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batu juga melampaui target yang telah ditetapkan.
IPM Kota Batu kini berada di angka 80,35. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan target awal yang dipatok di kisaran 80,26. “Dari sisi pencapaian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, angka kemiskinan kita menurun hingga berada di posisi 2,86 persen. Sementara IPM kita juga meningkat menjadi 80,35, melampaui target yang sebelumnya ditetapkan,” ujar Bangun, Minggu (19/4/2026).
Meski demikian, Bangun menegaskan bahwa capaian tersebut belum sepenuhnya menggambarkan pemerataan kesejahteraan. Ia mengingatkan bahwa rasio ketimpangan sosial masih berada di atas ambang target yang diharapkan.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan memiliki dampak signifikan jika manfaatnya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

BERI INSENTIF: Wali Kota Batu Nurochman saat memberikan insentif kepada warga lanjut usia, guna mendorong kemandirian warga. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
“Yang perlu kita waspadai adalah rasio ketimpangan. Ini menjadi PR bersama bagaimana kita bisa memperkecil celah tersebut ke depan,” jelasnya.
Karena itu, Pemkot Batu mulai mengarahkan fokus pembangunan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 pada penguatan pemerintahan desa dan kelurahan serta pemberdayaan masyarakat.
Selain ketimpangan, tingkat pengangguran terbuka juga masih menjadi perhatian. Saat ini angka pengangguran di Kota Batu tercatat berada di level 3,52 persen.
Pemkot Batu berkomitmen mendorong sektor-sektor produktif agar mampu menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan. Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor pariwisata berbasis kerakyatan menjadi dua sektor yang diprioritaskan.
Di sisi lain, berbagai program sosial juga disiapkan untuk menjaga keseimbangan kesejahteraan masyarakat. Pemkot Batu akan menyalurkan bantuan insentif kepada 2.067 takmir dan pengurus tempat ibadah, termasuk petugas pemakaman.
Pemerintah juga terus memperkuat layanan kesehatan masyarakat melalui peningkatan fasilitas di 193 posyandu yang tersebar di 24 desa dan kelurahan.
Bangun menegaskan, seluruh usulan yang masuk melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dari tingkat desa hingga kecamatan akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan tahun depan.
Terutama usulan yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi masyarakat. “Kami ingin memastikan setiap kebijakan yang disusun untuk tahun 2027 benar-benar berdampak pada penurunan ketimpangan dan sekaligus meningkatkan daya saing daerah,” pungkasnya. (Ananto Wibowo)




