ISI BENSIN: Sepanjang Ramadan dan Idulfitri tahun ini, kebutuhan BBM di Jawa Timur naik hingga 19 persen dibandingkan rata-rata konsumsi normal. (Foto: Pertamina for Malang Post)
MALANG POST – Pertamina Patra Niaga, resmi tutup pelaksanaan Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) 2026. Pasukan khusus Pertamina Patra Niaga, mampu menjaga pasokan energi dengan aman pada masa Ramadan dan Idulfitri. Mulai dari arus mudik hingga arus balik.
Pada masa arus mudik dan arus balik, perjalanan masyarakat Jatim terpantau aman dan lancar. Data Polda Jawa Timur juga menyebut, angka kecelakaan mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Selain pengaturan lalu lintas yang patut diapresiasi, sejumlah peran pendukung seperti sarana beristirahat dan ketersediaan energi, memegang peranan penting dalam berkurangnya resiko kecelakaaan.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, yang telah berkontribusi dalam menjaga kelancaran layanan energi selama masa Satgas.
Yudha menyampaikan, untuk wilayah Jatim sendiri terjadi kenaikan konsumsi pada produk LPG dibandingkan kondisi normal, yakni sebesar 6,2 persen. Sedangkan untuk BBM (Gasoline) mencapai 19 persen dan Avtur 13 persen dari rata-rata konsumsi normal. Adapun untuk Gasoil mengalami penurunan seiring berkurangnya aktivitas industri selama libur panjang.
“Terimakasih sebesar-besarnya kami ucapkan kepada seluruh stakeholders, baik dari unsur Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Hiswana Migas, serta rekan-rekan media.”
“Apresiasi yang setinggi-tingginya juga saya sampaikan kepada seluruh tim Pertamina yang siaga penuh, serta keluarga mereka yang turut mendukung kelancaran operasional selama masa Satgas,” ujar Yudha.
Satgas RAFI 2026 yang berlangsung sejak 9 Maret lalu, bertugas memastikan distribusi energi tetap aman dan lancar di seluruh wilayah kerja Pertamina termasuk Jatim, khususnya selama momen Ramadan dan Idulfitri yang identik dengan peningkatan konsumsi.

AREA Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menjelaskan, ketersediaan stok BBM, LPG, dan Avtur selama masa Satgas terjaga dalam kondisi aman, dengan ketahanan stok yang bervariasi mulai dari 8 hingga 15 hari tergantung produk dan wilayah.
Selama masa Satgas RAFI 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan kesiapan infrastruktur distribusi di Jatim melalui pengoperasian 6 Terminal BBM (Fuel dan Integrated Terminal), 1016 SPBU, 33 SPBUN, 969 Agen LPG, dan 6 Aviation Fuel Terminal. Operasional ini dikendalikan melalui sistem monitoring yang aktif selama 24 jam penuh.
Guna memberikan kenyamanan kepada masyarakat, Pertamina Patra Niaga juga menyediakan layanan tambahan bagi pemudik dengan menghadirkan Serambi MyPertamina. Masyarakat Jatim patut berbangga karena Jatim menjadi 1 dari 2 wilayah yang terpilih di Regional Jatimbalinus, yakni di SPBU KM 66A Malang-Pandaan dan Bandara Juanda.
Serambi ini menarik perhatian tersendiri dengan beragam fasilitas serba gratis yang ditawarkan, mulai dari area beristirahat, nursery, barbershop, mini klinik, area bermain anak, porter gratis dan beragam promo menarik salah satunya tukar poin MyPertamina dengan merchandise.
Ahad menegaskan, hasil evaluasi Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026 akan menjadi landasan untuk menyempurnakan strategi distribusi energi ke depan.
“Kami akan terus meningkatkan keandalan layanan, terutama untuk wilayah-wilayah dengan tantangan geografis dan lonjakan konsumsi, agar kebutuhan energi masyarakat senantiasa terpenuhi,” tutupnya. (*/Ra Indrata)




