MALANG POST – Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Lecture Collaboration secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu, 11 Maret 2026.
Menghadirkan praktisi pemerintah daerah untuk memperkaya perspektif mahasiswa tentang kebijakan pembangunan ekonomi daerah.
Inisiatif ini merupakan bagian dari Program Magister Ilmu Ekonomi, Departemen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UM).
Program kolaborasi kuliah kali ini menghadirkan CHK Karyadinata, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangkalan Pulau Madura.
Dalam kesempatan ini, ia memaparkan strategi pembangunan ekonomi berbasis sektor pertanian. Disampaikan bahwa pertanian tetap menjadi fondasi penggerak ekonomi daerah sekaligus kunci ketahanan pangan warga.
Beberapa program strategis yang dipaparkan antara lain:
1.Urban farming untuk pemanfaatan lahan perkotaan. 2.Pertanian presisi guna mengantisipasi fluktuasi harga komoditas. 3.Penyuluhan terintegrasi bagi petani untuk meningkatkan produktivitas.
Karyadinata menegaskan dampak positifnya. Bahwa dalam 13 bulan terakhir, surplus beras Bangkalan menunjukkan produksi tidak hanya mencukupi kebutuhan konsumsi. Tetapi juga menyisakan cadangan pangan yang kuat.
“Hal-hal yang sudah kita lakukan selama satu tahun masih bertumpu pada sektor tanaman pangan dan peternakan sapi,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan bahwa penguatan sektor pertanian juga menjaga kedaulatan pangan nasional.
“Ketika pertanian bergerak, maka kedaulatan pangan bergerak. Ketika kedaulatan pangan terjamin, masa depan bangsa ini akan lebih baik,” tegasnya.
Dosen FEB UM, Inayati Nuraini Dwiputri, menilai kuliah kolaborasi ini memberikan wawasan praktis bagi mahasiswa dalam memahami pembangunan ekonomi daerah.
Ia menyoroti potensi pemaparan tersebut sebagai sumber insentif penelitian akademik.
“Dari pemaparan tadi banyak tema yang bisa dijadikan riset, baik untuk skripsi maupun tesis. Insight sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, UM berharap mahasiswa mampu menghubungkan konsep teori ekonomi pembangunan yang dipelajari di kelas dengan kebijakan nyata di l apangan.
Program ini sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya zero hunger (Tanpa Kelaparan), decent work and economic growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta responsible consumption and production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Secara umum, inisiatif ini menekankan pentingnya pembangunan ekonomi berkelanjutan berbasis ketahanan pangan yang bisa direplikasi di daerah lain. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




