TEMARAM: Sembari memegang lilin, Bupati Malang, HM Sanusi menyimak doa akhir tahun yang dipimpin KH Fadol Hijja, Ketua MUI Kabupaten Malang. (Foto: Prokopim Sekda Kab. Malang)
MALANG POST – Merayakan pergantian tahun 2025 ke Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Malang memilih dengan menggelar Istigasah dan Doa Bersama Korpri Kabupaten Malang. Sebagai ikhtiar batin, dalam menyambut tahun baru dengan penuh harapan, optimisme dan keberkahan.
Kegiatan yang berlangsung hingga pergantian tahun tersebut, dihadiri langsung Bupati Malang, HM Sanusi, bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Malang. Dilaksanakan di halaman Pendopo Panji, Jl. Panji Nomor 158, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (31/12/2025) malam.
Istigasah dan doa bersama tersebut, juga dimaksudkan sebagai wujud empati, solidaritas dan rasa hormat Pemerintah Kabupaten Malang, kepada saudara-saudara yang terdampak bencana banjir di Aceh dan Sumatera.
Tidak lupa dalam momen yang dihadiri seribuan anggota Korpri tersebut, juga terselip doa untuk para korban Tragedi Kanjuruhan, yang terjadi pada Oktober 2022 lalu.
Melalui doa yang dipanjatkan bersama, diharapkan para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan. Serta daerah yang terdampak bencana, segera diberikan pemulihan dan keselamatan.
“Momen pergantian tahun ini, merupakan titik yang sangat strategis bagi kita, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk melakukan refleksi dan evaluasi atas berbagai pencapaian serta keberhasilan yang telah diraih selama satu tahun terakhir.”
“Momentum ini, sekaligus menjadi pijakan awal untuk memperkuat komitmen pengabdian dan pelayanan publik agar semakin baik ke depan,” ujar Abah Sanusi, sebutan akrab Bupati Malang, Rabu (31/12/2025) menjelang dini hari.
Di sisi yang lain, Abah Sanusi juga menyebut, pergantian tahun harus dimaknai sebagai sarana evaluasi atas perjalanan pengabdian anggota Korpri. Sekaligus menjadi titik tolak untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Sebagai ASN, kita dituntut untuk selalu siap menghadapi tantangan birokrasi yang ke depan akan semakin kompleks,” ujar pria kelahiran Gondanglegi ini.

SANTUNAN: Sebelum memulai istigasah dan doa bersama, Bupati Malang, didampingi Sekda Kabupaten Malang, menyerahkan bantuan sosial kepada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
Berbagai dinamika dan tuntutan terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel, tambahnya, mengharuskan ASN tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual. Tapi juga kekuatan spiritual serta karakter moral yang kokoh.
Alumni IAIN Sunan Ampel Surabaya ini juga menyampaikan, apa saja yang terjadi pada manusia, sejatinya sudah ditakdirkan oleh Allah SWT. Maka dari itu, menurutnya, setiap ikhtiar yang dilakukan manusia juga sudah ada ketentuan hasil sesuai takdir-Nya.
“Kekuatan dari doa dan senantiasa beristighfar, jangan sampai kita tinggalkan. Doa dan istighfar bisa menyelamatkan umat manusia dari musibah,” ungkap Abah Sanusi.
Bupati Sanusi juga mengajak semua ASN menyambut tahun 2026 dengan penuh integritas.
“Saya sangat mengapresiasi KORPRI, yang baru kali ini melangsungkan perayaan tahun baru dengan doa bersama seperti ini,” tegasnya.
Itulah sebabnya, politisi PDI Perjuangan ini berharap, Tahun 2026 dapat dijadikan sebagai tahun penguatan kualitas pelayanan publik, peningkatan kinerja birokrasi, serta penguatan
nilai-nilai spiritual dalam setiap pengabdian.
“Semoga melalui doa dan istigasah ini, Kabupaten Malang senantiasa dianugerahi keamanan,
Kemajuan dan kesejahteraan. Serta aparatur yang amanah dan berakhlak mulia,” tandas Bupati Malang.
Dalam Istigasah dan Doa Bersama ini, juga disampaikan tausiyah berisi refleksi akhir tahun oleh KH Khoirul Hafidz Fanani (Gus Hafirdz).
Gus Hafidz banyak mengajak hadirin untuk muhasabah dan evaluasi diri. Salah satunya dengan mengutip sabda Rasulullah SAW, bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin dan ke depan harus lebih baik dari hari ini.
“Maka harus senantiasa berdoa, agar lebih baik dan senantiasa mendapatkan kebaikan di kemudian hari,” tutur Gus Hafidz.
Ia juga menyampaikan, menjadi pejabat pemimpin harus adil. Katanya, ada tujuh kelompok yang dijamin masuk surga Allah SWT, salah satunya adalah pemimpin yang bisa bertindak adil.
Sebelum detik-detik pergantian tahun menuju 2026, KH Fadol Hijja, Ketua MUI Kabupaten Malang, memimpin doa bersama. Berlangsung dalam suasana khidmat dengan balutan cahaya temaram dari nyala ribuan lilin. (*/Ra Indrata)




