MALANG POST – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-59 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya, Minggu 30 November 2025 berhasil dituntaskan para peserta selama dua hari, sejak 28 November 2025.
Program PWI Malang Raya ini mendapat support dari berbagai pihak dan didukung penuh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Pelaksanaan UKW dilaksanakan di kampus Insan Budi Utomo (UIBU) Malang.
Selama tiga hari UKW berlangsung seru dan penuh haru, kegiatan ini resmi ditutup Minggu (30/11/2025). Acara penutupan ini sekaligus menandai bertambahnya insan pers yang tersertifikasi. Sekaligus mengukuhkan komitmen PWI dalam mencetak wartawan yang tidak hanya profesional, tetapi juga berintegritas.
Koordinator Tim Penguji UKW, Joko Tetuko mengumumkan, sebanyak 30 wartawan dinyatakan lulus dan kompeten dalam pelaksanaan UKW kali ini. Bahkan mendapatk apresiasi tinggi dari Wakil Direktur UKW PWI Pusat.
“Keren sekali, kalian keren semua karena berani mengikuti uji kompetensi wartawan,” ujarnya. Ia menambahkan, bagi peserta yang sudah berpengalaman, proses ujian terlihat lancar dan rapi sekali.
Ketua PWI Malang Raya, Ir. Cahyono dalam sambutannya, menegaskan sekaligus menekankan bahwa kelulusan ini adalah modal awal. Namun integritas dan marwah adalah yang utama.
“Etika dan marwah keprofesionalnya dalam kerja sebagai jurnalis di lapangan harus berpegang teguh dengan Kode Etik Jurnalistik,” tegasnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh wartawan yang telah diluluskan oleh PWI Malang Raya untuk senantiasa menjaga marwah serta martabat sebagai insan pers. UKW kali ini diikuti oleh 18 wartawan jenjang Muda, 12 Madya dan 5 Utama.
Cahyono juga menyampaikan bahwa UKW merupakan ujian yang wajib diikuti oleh wartawan, sesuai aturan yang sudah ditetapkan oleh Dewan Pers. UKW ini bertujuan agar wartawan bisa bekerja secara profesional.

“Sesuai regulasi Dewan Pers, teman-teman wajib ikut UKW, tidak hanya wartawan tapi juga perusahaannya harus terverifikasi. Kita sebagai wartawan harus profesional, karena kita menghadapi seluruh elemen masyarakat tidak hanya pejabat, jadi harus ada pendidikannya,” ujar Cahyono.
PWI Malang Raya sudah 11 kali menggelar UKW. Tercatat sudah 100 lebih wartawan yang dinyatakan kompeten dari 9 kali UKW yang digelar PWI Malang Raya.
“Ujian ini tidak semudah yang kita bayangkan. Meskipun hari ini ada teman-teman yang dinyatakan tidak kompeten, tapi masih ada kesempatan untuk ikut kembali,” tuturnya.
Di sisi lain, Wakil Direktur UKW PWI Pusat, Eko Pamuji mengungkapkan, UKW merupakan salah satu indikator bahwa seorang wartawan benar-benar pantas menjalankan profesinya.
“Teman-teman cukup keren semua, yang membuat keren adalah berani ikut uji kompetensi. Banyak teman-teman di luar sana yang tidak mau di uji. Kalau teman-teman sudah lulus, artinya sudah pantas. Ini adalah salah satu menguji kepantasan,” ucap Eko.
Terpisah, Koordinator Penguji UKW Angkatan 59 PWI Malang Raya, Djoko Tetuko berpesan bahwa tugas wartawan sangatlah berat. Salah satu tugas wartawan yaitu menyampaikan kebenaran.
“Saya selalu sampaikan, wartawan adalah pekerjaan kita. Kita hidup di dunia wartawan rugi kalau tidak beriman, kalau tidak menyampaikan kebenaran. Wartawan itu tugasnya berat. Setiap kita ini dimintai pertanggungjawaban, apalagi jadi wartawan,” pungkas Djoko.
Terakhir, salah satu peserta UKW, Soeparijono menyampaikan bahwa ujian tersebut sangat penting bagi wartawan. Pria yang akrab disapa Jon ini berharap, setelah UKW ini rekan-rekannya dapat menjalankan profesi wartawan dengan baik sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
“Terimakasih kepada PWI Malang Raya. Ujian ini sangat penting bagi wartawan, semoga setelah ini teman-teman mendapatkan ilmu dan menjadi wartawan yang kompeten,” pungkasnya (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




