MALANG POST – Seorang dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memimpin program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pendampingan Desain dan Produksi Miniatur untuk Meningkatkan Nilai Estetika dan Fungsional Produk pada UMKM Ind. SOULART.”
Program ini merupakan bagian dari Skema Program Kemitraan berbasis Masyarakat (PkM) Kemdiktisaintek, didanai Kemdiktisaintek RI tahun 2025, untuk mendorong transformasi industri kreatif lokal melalui pemanfaatan teknologi digital dan rekayasa produksi.
Program ini berada di bawah pimpinan Drs. Ir. Moh. Jufri, ST. MT. dosen Teknik Mesin FT UMM yang juga pakar rekayasa material dan alat peraga edukatif.
Tim pendampingan terdiri dari Ir. Dini Kurniawati, ST. MT. (ahli teknologi resin dan fiberglass) dan Padhina Pangestika, S.P. M.P. (pakar branding dan pemasaran digital). Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Teknik Mesin, Abi Mufid Octavio dan Muhammad Lutfi Kamal, sebagai bagian dari inisiatif rekognisi mahasiswa berkegiatan di luar kampus, terutama degan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat yang mendukung pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) 2 dan 5 Perguruan Tinggi.
Analisis Situasi dan Latar Belakang
Industri kreatif Indonesia memiliki potensi besar untuk perekonomian nasional. Sub-sektor miniatur dan replika edukatif berbasis resin dan fiberglass berkembang pesat sebagai media pembelajaran, dekorasi, dan promosi.

Penyerahan bantuan alat: 3D printing, Laser Cutting, Filamen dan Mesin vacum filamen. (Foto: Istimewa)
UMKM Ind. SOULART, berdiri sejak 1999 dan berlokasi di Malang, memproduksi berbagai miniatur, patung dan alat peraga edukatif berbahan fiberglass.
Namun, pelaku industri ini menghadapi beberapa kendala. Seperti produksi yang belum efisien, belum adanya standar kualitas baku, rendahnya pemanfaatan teknologi digital dan desain 3D, serta strategi pemasaran yang belum optimal.
PKM ini bertujuan meningkatkan daya saing dan kapasitas produksi UMKM Ind. SOULART melalui penerapan teknologi digital, peningkatan kualitas estetika produk, serta perluasan jaringan kemitraan.
Secara tidak langsung, program ini mendukung, Implementasi Asta Cita Nasional terutama pada poin 3 : Meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur dan poin 5 : Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
Pencapaian Tujuan SDGs poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), Penguatan kolaborasi kampus–masyarakat–industri dalam ekosistem inovasi lokal.

Program berlangsung delapan bulan dengan delapan kegiatan utama: 1. Sosialisasi dan Identifikasi Permasalahan Mitra, 2. Pelatihan Produksi Resin dan Fiberglass, 3. Pendampingan Teknologi Digital dan 3D Printing, 4. Pelatihan Digital Marketing dan Pengelolaan Konten, 5. Optimalisasi Tata Letak Produksi (Lean Manufacturing), 6. Pendampingan Manajemen Usaha dan Keuangan, 7. Branding dan Packaging Produk, 8. Kemitraan dan Ekspansi Pasar
Program ini mengimplementasikan teknologi terdepan untuk mendongkrak kualitas dan efisiensi produksi, antara lain: Printer 3D FDM untuk pembuatan miniatur presisi tinggi. Laser Cutting untuk pemotongan akurat material MDF dan akrilik. Software desain grafis (CorelDRAW, Illustrator). Platform digital marketing (Instagram, Facebook, YouTube, TikTok, Shopee, Tokopedia, dll.)
Penerapan teknologi ini diperkirakan meningkatkan efisiensi produksi hingga 50 %, mengurangi limbah bahan, serta mempercepat desain dan distribusi produk.
PKM ini menghasilkan beragam luaran yang dapat memperkuat ekosistem industri kreatif lokal, yaitu: Artikel ilmiah di jurnal pengabdian terindeks SINTA. Publikasi berita di media cetak dan daring. Video dokumentasi kegiatan untuk kanal kampus dan media sosial
Dengan langkah-langkah konkret ini, UMKM Ind. SOULART diharapkan mampu bersaing lebih baik melalui desain yang lebih menarik, kualitas produk yang konsisten, dan strategi pemasaran digital yang efektif. Program ini juga membuka peluang kemitraan baru antara institusi pendidikan, sektor pariwisata, dan toko cenderamata di wilayah Malang Raya. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




