
LAWAN AREMA: Betinho saat masih memperkuat PSS Sleman, berhadapan dengan Dedik Setiawan di putaran pertama Liga 1 musim 2024/2025. Pada Super League musim 2025/2026 ini, kedua pemain bersama-sama membela Singo Edan. (Foto: Instagram PSS Sleman)
MALANG POST – Regulasi yang diterapkan untuk Super League musim 2025/2026, menyangkut pemain asing sudah final. Setiap kontestan, boleh memiliki maksimal 11 pemain. Tetapi hanya sembilan yang boleh berada di daftar susunan pemain. Itu pun maksimal tujuh yang boleh diturunkan bersama-sama.
Arema FC sendiri sampai saat ini sudah punya 11 pemain asing. Tetapi Pablo Oliveira tidak didaftarkan karena cedera dan Thales Lira, dipinjamkan ke Persija Jakarta.
Tinggal sembilan pemain, yang benar-benar disiapkan untuk memperkuat skuadra Singo Edan. Yakni Lucas Frigeri, Yann Motta Pinto, Odivan Koerich, Julian Guevara, Paulo Roberto Mocellin, Ian Lucas Puleio Araya, Dalberto Luan Belo, Valdeci Moreira dan Roberto Pimenta Vinagre Filho alias Betinho.
Khusus untuk Betinho, tampaknya bakal menjadi pemain asing terakhir yang direkrut Arema FC untuk musim 2025/2026.
“Betinho ini pemain asing terakhir kita. Arema sudah punya sembilan dari 11 pemain asing yang boleh didaftarkan. Jumlah itu tanpa Pablo (Oliveira) dan Thales (Tira),” kata General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, Senin (4/8/2025).
Jauh sebelum mantan pemain PSS Sleman ini resmi diperkenalkan sebagai rekrutan anyar, Kamis (1/8/2025), nama gelandang asal Brasil itu sudah dihubung-hubungkan dengan Arema.
Hanya saja, ketika itu pihak klub hanya menganggap sebagai kabar burung semata. Namun saat rumor yang berkembang di media sosial itu mulai mereka, ternyata manajemen benar-benar mendatangkan pemain 33 tahun itu.
“Saya pastikan (keputusan mengambil Betinho) tidak ada hubungannya dengan rumor-rumor yang sebelumnya beredar.”
“(Keputusan) ini murni dari tim pelatih karena ingin tambahan pemain di posisi gelandang bertahan,” kata Inal, panggilan akrabnya.
Bahkan untuk mempertegas hal tersebut, Inal mengaku jika sebelum memilih Betinho, ada tiga opsi pemain yang didiskusikan bersama Marcos Santos, Pelatih Arema FC.
“Hanya saja, dari tiga pemain itu, dua diantaranya belum pernah bermain di Indonesia. Akhirnya pelatih pilih Betinho, karena pernah bermain di PSS Sleman musim lalu,” imbuhnya.
Sementara bagi Betinho sendiri, ketika mendapat tawaran untuk bergabung dengan Arema FC, tanpa ragu-ragu langsung mengambil peluang tersebut.
Pertimbangan dua kali pernah menjadi lawan Arema FC di Liga 1 musim 2024/2025, menjadi alasan utama pemain yang memperkuat PSS Sleman di musim itu, mau bergabung dengan Arema FC.
Pada pertemuan pertama, Betinho berhasil mempermalukan Arema dengan kemenangan PSS, dengan skor 3-1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Tapi ketika bermain di Stadion Soepriadi, Kota Blitar, Betinho tidak bisa menyelamatkan PSS Sleman dari kekalahan 2-6. Meski di laga tersebut, Betinho sempat menyumbangkan satu assist.
“Saya melihat Arema ini sebagai salah satu tim terbesar di sini, yang bersaing memperebutkan gelar.”
“Saya tahu itu karena musim lalu saya sudah bermain di Liga 1 menghadapi Arema,” kata Betinho, seperti dilansir dari Wearemania.
Betinho menegaskan, bukan hanya status Arema sebagai klub besar, yang membuatnya tidak kuasa untuk menolak tawaran bergabung. Aremania turut andil membuatnya mantap mengambil keputusan pindah dari Sleman ke Malang.
Memang, ketika menghadapi Arema musim lalu, Betinho belum melihat secara langsung bagaimana aksi Aremania di tribune.
Sebab, saat Arema bermain di kandang PSS, Aremania terkendala regulasi suporter away dilarang dantang. Sedangkan saat PSS ke markas Arema, laga diputuskan digelar tanpa penonton.
“Meski demikian, saya sudah tahu bagaimana Aremania sebagai kelompok suporter terbesar di negeri ini.”
“Dari pengalaman saya musim lalu, saya tahu kekuatan tim Arema dan para pendukungnya,” pungkasnya. (*/Ra Indrata)