
GABUNG: Widodo Putro saat ikut dalam fun game di masa recovery pemain, sebelum menjamu Bhayangkara FC, Rabu (6/3/2024) mendatang. (Foto: Arema Official)
Malang Post – Setelah kalah di kandang, 1-4, lawan PSIS Semarang, Arema FC membuat keputusan penuh risiko. Memecat pelatih asal Portugal, Jose Fernando Martins Valente. Mengganti dengan Widodo Cahyono Putro, mantan pelatih Deltras Sidoarjo, klub Liga 2 PSSI.
Proses pergantian terjadi pada 9 Februari 2024. Ketika posisi Arema FC, tak juga beranjak dari zona degradasi. Menempati peringkat ke-15, hanya dengan 21 poin.
Tetapi meski Widodo C. Putro, pelatih berusia 53 tahun itu, gagal membawa Deltras Sidoarjo promosi ke Liga 1, bersama Arema FC justru terlihat moncer.
Paling tidak, dalam tiga laga terakhir yang dilakoni Arema FC, tak pernah kalah. Bahkan hattrick kemenangan itu, juga membuat Singo Edan terbebas dari zona degradasi.
Padahal sampai pekan ke-26, dengan ada empat kali perubahan pelatih, tim yang berdiri 1987 itu, tidak pernah bisa lolos dari zona degradasi.
Pelatih pertama I Putu Gede Swisantoso, diteruskan Joko ‘Gethuk’ Susilo. Lalu ada karteker pelatih Kuncoro, sampai Jose Fernando Martins Valente. Hanya mampu berada di peringkat ke-15.
Tak heran jika Manajer Tim Arema FC, Wiebie Dwi Andriyas, memberikan apresiasi khusus untuk pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut. Karena sejak dipolesnya, belum genap satu bulan, sudah sembilan poin berhasil dipersembahkan Widodo C. Putro.
Bahkan sejak ditangani pelatih yang pernah bekerja untuk Bhayangkara FC itu, dinilai mampu menumbuhkan rasa optimisme pada Johan Ahmad Farizi dan kawan-kawan.
Sebagai pelatih lokal, Widodo yang kelahiran Cilacap, justru sangat piawai dalam melakukan pendekatan kepada pemain. Terpenting lagi, dalam waktu singkat, dia bisa mengetahui bagaimana karakter tim.
“Coach Widodo sudah mengenal beberapa pemain di Arema FC. Sehingga bisa mengkondisikan pemain.”
“Coach Widodo juga dan tahu, bagaimana cara melatih dengan kondisi anak-anak yang drop. Dari keadaan Arema yang sering kalah dan di zona degradasi.”
“Memang tidak ada salah kita memikirkan, memang berat juga zona degradasi. Makanya Coach Widodo masuk dan bisa membawa suasana tim happy dan tidak murung lagi,” sebut Wiebie seperti dilansir dari Tugu Malang.
Sejak ditunjuk langsung CEO Arema FC, Iwan Budianto, mantan pelatih Bali United ini memang diberi tugas yang tidak ringan.
Tidak hanya untuk menyelamatkan Arema FC dari ancaman degradasi. Widodo C. Putro juga harus mampu membangkitkan kondisi mental dan psikologis pemain. Setelah rentetan hasil buruk di beberapa laga sebelumnya.
“Salah satunya mengangkat psikis pemain. Perubahan kita serahkan kepada pelatih. Dia kan pelatih lokal, sehingga tahu karakter pemain di Arema,” jelasnya.
Manajemen Arema FC sendiri, juga tidak mau memberikan tuntutan aneh-aneh kepada pelatih yang akrab dengan formasi 4-3-3 ini.
Melihat performa tim saat ini, Wiebie merasa senang dan berharap, performa tersebut bisa dipertahankan sampai akhir musim.
Karena meski telah meninggalkan zona degradasi, tetapi posisi Arema FC masih rawan tergusur tim lain.
“Coach Widodo tidak ada tuntutan aneh-aneh. Fokus ingin membantu Arema untuk lepas dari degradasi,” tegas Wiebie.
Pembuktian tangan dingin Widodo, juga diharapkan bisa kembali meraih poin penuh. Ketika giliran menjamu mantan timnya, Bhayangkara Presisi Indonesia FC. Di pekan ke-28, yang bakal berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Pada Rabu (6/3/2024) mendatang. (*/ Ra Indrata)