
PERIKSA: Pj Wali Kota Batu saat memperhatikan KTP salah satu warga Kota Batu yang sedang memanfaatkan layanan di MPP Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Malang Post – Angka partisipasi pada Pemilu tahun 2019 di Kota Batu mencapai 87 persen. Pada Pemilu tahun ini, KPU Kota Batu menargetkan angka partisipasi masyarakat tembus 90 persen, atau minimal diatas partisipasi Pemilu tahun 2019.
Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai menyatakan, untuk mewujudkan target tersebut, dia berharap peran serta pemilih pemula di Kota Batu semakin meningkat. Dia meminta, pemilih pemula yang telah berusia 17 tahun segera melakukan perekaman e-KTP.
“Pemilih pemula yang ada di sekolah ada sebanyak 1.869 orang. Namun yang sudah melakukan perekaman e-KTP baru sekitar 814 orang. Karena itu, saya meminta agar pemilih pemula aktif melakukan perekaman KTP, sehingga ada peningkatan jumlah pemilih pemula di Kota Batu. Yang juga diikuti meningkatnya jumlah partisipasi,” tutur Pj Aries, Minggu, (21/1/2024).
Untuk mempermudah perekaman e-KTP, pelayanan e-KTP bagi pemilih pemula dapat diakses pada hari Sabtu dan Minggu. Pelayanan dimulai Pukul 09.00 WIB sampai dengan 13.00 WIB di Mal Pelayanan Publik (MPP) Among Warga Balaikota Among Tani.
“Tujuan pelayanan e-KTP Sabtu dan Minggu ini, guna memberikan pelayanan bagi warga yang baru berusia 17 tahun agar turut berpartisipasi dalam Pemilu tahun 2024,” ujarnya.
Saat meninjau pelayanan tersebut pada, Minggu, (21/1), Pj Aries menyempatkan berbincang dengan para pelajar. Dia sangat senang melihat antusias siswa mendapatkan pelayanan KTP di hari Sabtu dan Minggu.
“Pelayanan kami berikan bagi siswa yang telah berusia 17 tahun saat Pemilu. Sesuai Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dari Dinas Pendidikan. Target ada 570 siswa dari 1385 siswa. Pelayanan ini untuk memberikan kesempatan bagi warga Kota Batu yang telah berusia 17 tahun untuk dapat memiliki KTP dan ikut serta dalam Pemilu 2024,” jelasnya.

TINJAU: Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai saat meninjau pelayanan E-KTP untuk pemilih pemula di MPP Among Warga Kota Batu, Minggu, (21/1/2024). (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Menurutnya, peningkatan jumlah partisipasi masyarakat sangat penting. Mengingat salah satu indikator keberhasilan Pemilu adalah tingginya angka partisipasi masyarakat.
Oleh karena itu, lanjut Aries, sosialisasi kepada masyarakat harus dilakukan secara masif. Sehingga masyarakat akan memiliki kesadaran untuk datang ke TPS dan memberikan partisipasinya saat Pemilu.
“Beberapa waktu lalu, kami telah melaksanakan rapat koordinasi (rakor) . Salah satu poin penting dalam pertemuan ini, adalah bagaimana kita meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2024, sebagai salah satu indikator keberhasilan Pemilu,” jelasnya.
Ketua KPU Kota Batu, Heru Joko Purwanto menambahkan, untuk mendongkrak partisipasi masyarakat dalam Pemilu, utamanya pemilih pemula. Pihaknya memanfaat sarana media sosial (medsos) untuk menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
“Kami optimistis target partisipasi 90 persen dalam Pemilu 2024 bisa tercapai,” katanya
Dia menjelaskan, cara tersebut cukup efektif menjangkau semua lapisan masyarakat di Kota Batu. Khususnya para pemilih pemula agar teredukasi untuk menggunakan hak pilihnya.
Para pemilih pemula, kata Heru, cenderung lebih adaptif menggunakan medsos di sela aktivitas setiap hari. Oleh karena itu KPU Kota Batu selalu mengedepankan edukasi terkait Pemilu 2024 secara daring.
“Kami memanfaatkan medsos yang hari ini menyasar pada pemilih pemula. Terlebih jumlah pemilih pemula di Kota Batu juga cukup banyak,” tutupnya.
Partisipasi pemilih pemula dalam pemilu dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor, termasuk tingkat pendidikan, kesadaran politik, kepercayaan pada sistem politik, rasa keterwakilan, dan faktor-faktor sosial lainnya.
Tingkat pendidikan politik pemilih pemula, dapat mempengaruhi minat dan pemahaman mereka terhadap proses pemilihan dan pentingnya berpartisipasi dalam pemilu. Pendidikan politik yang baik dapat meningkatkan partisipasi pemilih pemula.
Tingkat kesadaran politik juga merupakan faktor penting. Pemilih pemula yang memiliki pemahaman yang baik mengenai isu-isu politik dan pentingnya memberikan suara, cenderung lebih ingin berpartisipasi dalam pemilu. (Ananto Wibowo)