
BENTENG: Jayus Hariono harus berusaha keras dalam sesi latihan, untuk bisa memahi taktikal baru yang diterapkan pelatih baru, Fernando Valente. Jelang menjamu Persikabo, Senin depan. (Foto: Arema Official Foto)
Malang Post – Setelah sempat break lebih dari seminggu, Arema FC dijadwalkan bakal kembali ke lapangan hijau. Di pekan ke-10, Liga 1 musim 2023/2024 ini. Dengan menjamu Persikabo 1973, Senin (28/8/2023).
Terakhir Singo Edan berlaga, adalah saat bermain imbang dengan Persija Jakarta. Di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Pada Minggu (20/8/2023) lalu.
Tak urung tim besutan Jose Fernando Martins Valente ini, mendapatkan istirahat yang lumayan panjang.
Namun saat ini mereka sudah harus berbenah. Untuk menjamu tim yang saat ini juga ditangani pelatih baru, Aji Santoso.
Terlebih-lebih, diyakini ada perbedaan antara Persikabo 1973 saat ini. Dengan sebelum tim asal Bogor ini dipoles pelatih asal Kepanjen, Kabupaten Malang ini.
Meski demikian, asisten pelatih Arema FC, Kuncoro, tetap meyakini kalau pun ada perubahan, jelas tidak akan terlalu signifikan.
Apalagi tim analis Arema, yang dipimpin FX Yanuar, sudah menganalisa kekuatan dan kelemahan Persikabo 1973. Khususnya di laga terakhir mereka melawan Madura United, yang menjadi debut Aji sebagai pelatih anyar.
Hasil analisis itulah yang dipakai pelatih Fernando Valente, untuk menentukan taktik dan strategi seperti apa, yang bakal dipakai di pertandingan.
Kedua tim bakal bersua di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Senin (28/8/2023), pukul 15.00 WIB.
“Saya pikir tidak terlalu beda, sebelum dan setelah Aji (Santoso) gabung Persikabo.”
“Waktunya mepet. Mengubah pun hanya bisa sedikit-sedikit. Tidak bisa frontal. Tidak ada waktu untuk mengubah langsung. Jadi cuma menyesuaikan saja,” kata asisten pelatih yan sempat satu tim bersama Aji. Ketika membela Arema Malang.
Hal lainnya yang menjadikan Arema FC tak terlalu kuatir, tim pelatih Arema FC melihat situasi di Persikabo 1973, sama persis dengan yang terjadi di Arema.
Bahkan, Arema sendiri baru dua kali sesi latihan dipimpin pelatih baru, Fernando Almeida.
“Kita sendiri di sini juga begitu. Hanya bisa mengubah sedikit-sedikit dari pondasi sebelumnya. Kalau frontal bisa kacau. Mungkin kalau ada waktu lebih enak, bisa berlatih apa yang ingin diterapkan di pertandingan, bisa dicoba di latihan,” imbuhnya.
“Tetapi kalau pas kompetisi begini sulit. Kalau pun ada jeda putaran pertama mungkin ada waktu, bisa menerapkan taktikal baru. Pelatih baru kan punya cara latihan masing-masing, yang di latihan itu kan yang akan diterapkan di pertandingan,” sebut pelatih 50 tahun ini.
Itulah sebabnya, dalam dua hari terakhir ini, Arema FC terus mengasah taktikal untuk menghadapi Persikabo 1973.
Kehadiran pelatih baru, Fernando Valente diharapkan makin memperkaya opsi taktikal skuadra Singo Edan.
Setelah pada pekan lalu, Arema FC sukses menahan imbang Persija Jakarta 2-2, berkat keberanian pelatih karteker Kuncoro, dalam melakukan perubahan taktikal.
Tak seperti biasanya, tim pelatih Arema memasang dua penyerang sekaligus.
Kuncoro mengatakan, bisa jadi skema 4-4-2 itu bakal dipakai lagi melawan Persikabo 1973. Selama ini, Fernando pun dikenal sebagai pelatih dengan pakem 4-4-1-1 yang secara prinsip hampir sama.
“Kalau soal itu, kita lihat kondisi terakhir pemain. Bisa saja kita pakai lagi, atau tidak pakai itu lagi. Kita kan menyesuaikan,” kata Kuncoro.
Kuncoro memastikan, tiap laga, Arema selalu menampilkan perubahan taktikal, sesuai dengan kondisi tim dan lawan yang dihadapi. Yang pasti, Fernando bakal membawa perubahan di tiap laga.
Pada sesi latihan dua hari terakhir, Fernando memang sudah fokus ke taktikal. Hal-hal baru perlahan tapi pasti, mulai dimasukkan dan ditanamkan sebagai pondasi tim ini.
“Main di kandang dengan main tandang, pasti beda taktikalnya. Kita sesuaikan dengan kondisi tim dan lawan yang dihadapi,” tandasnya. (*/ Ra Indrata)