Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Wisata Air Belum Diizinkan, 154 Destinasi di Jatim Mulai Beroperasi

DESTINASI GOWES: Pantai Banyu Meneng, salah satu ikon pantai Malang Selatan yang sudah menjadi destinasi wisata, karena jalan menuju pantai ini telah hotmix hingga jadi jujugan para penggemar gowes. (Foto: Istimewa)

Malang Post — Terkait viralnya video rombongan gowes yang diduga pejabat Pemkot Malang di berbagai medsos, karena masuk lokasi wisata pantai Malang Selatan, sebenarnya Forkopimda Jatim telah memberikan rambu soal belum dibukanya wisata air.

Diketahui, Jawa Timur menjadi provinsi pertama masuk PPKM Level 1 berdasarkan asesmen Kemenkes RI, Rabu (15/9/2021). Forkopimda Jatim bersyukur atas capaian itu. Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan dari 254 tempat wisata di Jatim, 154 di antaranya sudah mulai beroperasi dengan ketentuan protokol kesehatan. 

Baca Juga ----------------------------

“Semua wisata yang terkait dengan air belum diizinkan dibuka. Termasuk hotel yang punya kolam renang,” kata dia tertulis, Sabtu (18/9/2021).  Untuk kawasan perbelanjaan dan mall sebelumnya anak di bawah umur 12 tahun belum diizinkan. Namun, beberapa pengusaha sudah mengajukan agar mereka boleh masuk. 

“Rakor terakhir bersama Pak Menko Marves para pelaku wisata minta izin membawa putra-putrinya,” ujar dia. Semua tempat wisata akan beroperasi secara terbatas dan bertahap. Mantan Mensos itu berharap adanya kelonggaran tak memunculkan klaster baru Covid-19.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta menambahkan kelonggaran itu berlaku bagi wisata dan rumah hiburan umum (RHU). “Kami mengikuti telegram dari Mabes Polri membentuk Satgas KRJ memantau tempat keramaian, wisata dan taman,” kata dia. Satgas itu nantinya berkolaborasi dengan unsur TNI melakukan pengawasan di tempat wisata Jatim. 

“Kalau ada yang melanggar, kami tegur secara lisan atau denda secara langsung,” ungkapnya.  Bagi pengunjung yang akan berwisata harus mematuhi aturan di kawasan wisata, mulai vaksinasi hingga menyediakan barcode PeduliLindungi.

“Orang yang keluar dan masuk akan menunjukkan atau menscanning (Barcode PeduliLindungi.red) yang sudah terpasang,” jelasnya.  Selain itu, untuk menanggulangi dampak hausnya masyarakat untuk berwisata, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemda setempat tentang aturan-aturan yang harus diikuti.

“Tentunya kami berkomunikasi dengan pemerintahan daerah terkait izin yang diberikan. Nanti ada aturan-aturan yang harus diikuti oleh setiap pelaku usaha tersebut ,” tandas Nico. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Penyebab tewasnya Eko Tri Manto (34) warga RT 3 RW 2, Dusun Keliran, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji yang ditemukan tak bernyawa...

Malang Raya

Malang Post —  Hujan deras Senin (25/10/2021) sore di wilayah Sukun tidak hanya disertai angin kencang. Tapi gemuruh petir dan sambaran kilat. Sekali sambar,...

Malang Raya

Malang Post – Pemerintah Kota Malang, TNI-Polri, SAR Kota Malang, dan instansi terkait mengikuti Apel Gelar Pasukan Antisipasi Bencana Alam. Ini dalam rangka penanggulangan...

Malang Raya

Malang Post –  Warna-warni jembatan Kalilanang di Desa Pandanrejo, Kota Batu mendadak muram pada Senin (25/10/2021). Lantaran di bawah jembatan setinggi 19 meter itu...

Malang Raya

Malang Post –  Walikota Malang, H Sutiaji beserta Istri, Hj Widayati Sutiaji memberikan apresiasi senam Dahlan’s Style. Lantaran Senin (25/10/2021) sehari setelah melakukan senam...

Malang Raya

Malang Post — Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Kabupaten Malang mengajak masyarakat agar kembali ke koperasi dan menjauhi pinjaman online, karena membahayakan, Sedangkan koperasi adalah soko...

Pendidikan

Malang Post — Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), dosen Jurusan Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya memberikan Pelatihan HACCP untuk Ahli Gizi Rumah Sakit dan Katering....

Malang Raya

Malang Post –  Efek Bocil (Bocah Cilik). Kata itu sangat tepat menggambarkan situasi pariwisata di Kota Batu saat ini. Pasalnya setelah turun level Pemberlakuan Pembatasan...