Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

Dugaan Korupsi Kepala Desa Selorejo, MCW Desak Kejari Responsif

Bantuan BNPT (Foto: ilustrasi)

Malang Post — Dugaan korupsi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kembali mencuat.  Kali ini di Desa Selorejo Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

Malang Corruption Watch (MCW) kembali menyoroti kasus ini. Diketahui sejak Mei 2021. Namun, laporan itu baru ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang pada bulan Juli.

Baca Juga ----------------------------

Dilakukan pemeriksaan terhadap warga. Kemudian, memasuki tahap pemeriksaan pertama. Kasus ini sempat vakum, dan baru ditindaklanjuti kembali 24 Juni 2021.

Kepala Unit Monitoring Hukum dan Peradilan MCW, Raymond Tobing membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, ada dugaan intimidasi dari pihak kepala desa. Memaksa salah satu warga untuk menandatangi BNPT yang dia terima tidak dipotong.

“Terkait dugaan kasus intimidasi itu memang benar adanya, Ada salah satu warga yang mengalami hal tersebut, melaporkan pada kami. Kronologinya ketika yang bersangkutan hendak mengurus berkas pernikahan saudaranya secara administrasi di persulit,” ujar Raymond.

“Kemudian yang bersangkutan diminta menandatangi surat pernyataan yang berisi BNPT nya, tidak pernah dipotong. Padahal, warga tersebut termasuk salah satu yang mendapatkan BNPT dan dipotong,” ujar Raymond, pada Tim DI’s Way Malang Post, Selasa (14/9/2021).

Pasca perilisan dugaan korupsi Selorejo tanggal 22 Juli 2021, MCW sempat memantau perkembangan penyelidikan ke beberapa penyidik yang ada di Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang.

Namun, hasilnya mengecewakan. Pasalnya kasus BNPT yang telah dilaporkan MCW bersama warga Desa Selorejo masih berada di tahap pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket).

Meski  sudah bersikap kooperatif selama memberikan keterangan, menjadi saksi, menyetorkan alat bukti permulaan, Summary (rangkuman kronologi kasus) hingga analisa hukum awal. Hal ini membuat kinerja Kejaksaan Kabupaten Malang terkesan lambat.

Raymond  mengungkapkan kekecewaanya terhadap dengan kinerja Kejaksaan Kabupaten Malang, Pihak Kejari dinilai kurang antusias terkait temuan MCW. Padahal sekitar 4 bulan lalu, telah melaporkan. Namun, masih berada di tahapan di tahap pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket).

Selain itu, pihaknya juga berharap jika kepada penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang bisa lebih memperhatikan kasus ini. Mempercepat prosesnya. Karena jika kasus ini ditindaklanjuti, bisa sampai berada di tahap pemberitahuan hasil penyidikan sudah lengkap (P-12).

“Kami berharap kepada penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang, bisa mempercepat proses penyelidikan. Agar kasus ini segera naik ke tingkat penyidikan dan seterusnya”, pungkasnya. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

headline

Malang Post — Beredarnya video jajaran Pemkot Malang bersepeda dan diduga memaksa memasuki Pantai Kondang Merak yang tutup, viral di media sosial. Kejadian berlangsung Minggu...

Pendidikan

Malang Post — Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang memperpanjang waktu penerimaan mahasiswa baru hingga 30 September 2021 mendatang. Kabar perpanjangan waktu penerimaan mahasiswa baru ITN Malang...

Pendidikan

Malang Post — Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menyampaikan kebijakan di sektor pertanian harus memiliki sudut pandang agribisnis policy. Dinilai sangat penting, utamanya...

Malang Raya

Malang Post – Dalam upaya mendukung Pemerintah memutus mata rantai penuebaran Covid 19, Kodim 0833/Kota Malang menggelar serbuan Vaksinasi Dosis 2, bertempat di gedung...

Pendidikan

Malang Post – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, terus menggeber kerjasama di berbagai bidang. Kali ini UIN Malang melebarkan sayapnya melalui...

Malang Raya

Malang Post – Pemkab Malang terus berupaya agar produk lokal go Internasional. Hal ini dilakukan untuk menggenjot penjualan produk lokal. Bupati Malang Drs HM...

Kriminal

Malang Post – Pelaku curanmor terus beraksi mencari sasaran di Kota Malang. Kali ini Jumat  (17/9/2021)  pelaku beraksi di depan warung Soto Cak Son Jl ...

headline

Malang Post – Satuan Reskrim Polresta Malang Kota, Senin (20/9/2021) siang, merilis hasil penyelidikan persoalan fetis mukena yang sempat viral beberapa saat lalu.  Didatangkan...