Connect with us

Hi, what are you looking for?

Pendidikan

Disebut Kader Domba PMII Unikama Desak Kampus Usut

PMII Unikama usai audiensi dengan Rektor (Foto: Istimewa)

Malang Post – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ibnu Rusyd Unikama (Universitas Kanjuruhan Malang) melakukan audiensi dengan Rektor.  Perihal penghinaan/pencemaran terhadap organisasi yang dilakukan di grub Koordinasi DPM Unikama.

Audiensi digelar Rabu 8 September 2021 di Gedung Abdoel Radjab. Dihadiri oleh Rektor Unikama Pieter Sahertian didampingi Tri, Biro Kemahasiswaan. 

Baca Juga ----------------------------

Pada saat itu, Ahmad Zaki AA (Ketua Komisariat PMII Ibnu Rusyd Unikama) menyampaikan.

“Bahwa apa yang disampaikan oknum itu, benar-benar sangat mencederai marwah dan eksistensi organisasi. Apalagi ini disampaikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dalam forum grup lembaga tinggi mahasiswa. Di dalamnya juga terdapat mahasiswa secara umum serta mahasiswa baru di lingkup universitas,” ujarnya.

Rektor Unikama Pieter Sahertian (kiri) didampingi Tri, Biro Kemahasiswaan.

Dalam bukti screenshoot tersebut, didapati tulisan jika kader PMII dididik menjadi kader domba. Bisa dijadikan alat kepentingan politik. 


Bahkan mahasiswa baru Unikama dilarang ikut PMII Menanggapi postingan tersebut, Zaki, Ketua Komisariat PMII Ibnu Rusyd Unikama, menyatakan.

Rektor Unikama Pieter menyatakan, itu hal sepele. Tidak perlu diungkit lebih jauh. Nantinya malah bisa menimbulkan masalah lebih serius. Beda dengan Zaki. Ia menyanggah apa yang disampaikan Pieter.

Menurutnya aksi tersebut secara moral tidak patut dilayangkan kepada organisasi. Apalagi secara etika. Tidak dibenarkan seorang mahasiswa yang sudah mempunyai pola pikir lebih tinggi. 

Seharusnya memberikan contoh yang baik. Apalagi dalam grub itu, ada beberapa mahasiswa yang bergabung.

Pihaknya menuntut pihak kampus agar mentracking identitas mahasiswa tersebut. Memanggil mahasiswa tersebut untuk tabayyun. Jika tidak dilakukan, ia siap membawa ke pihak berwajib. 

“Lantaran ini sudah masuk beberapa pasal KUHP. Unsur sara dan ujaran kebencian dengan sengaja serta UU ITE,” pungkas Zaki. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

headline

Malang Post – Polres Malang geber percepatan vaksinasi bagi masyarakat dan pelajar di Kabupaten Malang. Kali ini vaksinasi 5000 dosis, bagi pelajar dan masyarakat...

headline

Malang Post – Masih menjadi polemik, beredarnya video viral Walikota Malang bersama rombongan mengunjungi Pantai Kondang Merak, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Kini menjadi sorotan Malang...

News

Malang Post – Sang ibu diduga meninggal tidak wajar. Putranya pun lapor ke Polresta Malang Kota. Kematian warga Jl Emprit Kecamatan Sukun, Kota Malang...

Malang Raya

Malang Post — Pemkab Malang mengapresiasi para pelajar yang berprestasi di bidang olahraga. Salah satunya Koko Indra, asal Desa Pujon, Kecamatan Pujon. Ia tergabung sebagai...

Malang Raya

Malang Post — Polres Malang bersinergi dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Kepanjen, untuk menjaring relawan vaksinasi. Agar terwujud percepatan vaksinasi bagi masyarakat Kabupaten Malang....

Pendidikan

Malang Post – Mahasiswa baru (maba) dari berbagai daerah Nusantara turut serta dalam gelaran Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Event tahunan...

Malang Raya

Malang Post — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya menggelar Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan 33 dan 34. Dilakukan sejak Sabtu (18/9/2021) hingga Selasa (21/9/2021)....

Pendidikan

Malang Post — Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, kembali mendapatkan kabar gembira. Ini setelah salah satu mahasiswanya memperoleh penghargaan. Melalui LKTIN...