Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

Bayaran Petugas Pemakaman Covid, Katanya Kesulitan Bikin SPJ

Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika

Malang Post — Mencuatnya dana pemakaman korban covid Kota Malang yang diduga digelapkan, menjadi perhatian DPRD Kota Malang. 

“Kalau semacam ini, memang kami sudah antisipasi dari awal. Beberapa fraksi memang sempat mewacanakan membentuk panitia khusus (pansus),” ujar Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, Jumat (3/9/2021) siang.

Baca Juga ----------------------------

Justru, politikus PDI-Perjuangan itu, menolak adanya rencana pembentukan tersebut. “Kalau dibentuk, nanti jadinya ada rekomendasi yang tidak bisa ditawar. Jadi sebagai ketua saya tolak,” tegasnya. 

Ia menambahkan sebagai gantinya, pihaknya mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang menjadi sasaran. Karena pihaknya mendapati ada temuan yang diduga tidak wajar.

“Anggaran Makan-Minum (Mamin) UPT Pemakaman tidak terserap selama tiga bulan. Bagi kami itu lucu,” jelasnya pada reporter City Guide 911 FM.

Alasan yang membuatnya lucu, adalah karena tidak bisa membuat Surat Pertanggungjawaban (SPJ). “Karena mereka tidak bisa meng-SPJ-kan. Itu ‘kan lucu. Mereka bilang SPJ-nya susah,” tambahnya. 

Baca Juga ----------------------------

Dari siitulah akhirnya merambah ke hal lain. “Sekarang malah relawan yang belum dapat honor karena SPJ nya yang belum. Anggaran kita ada, APBD kita mampu karena Grade A dan BTT masih ada,” bebernya.

Sebab, kesulitan itu sendiri memang berada di tataran bawah. “Di masyarakat, karena ada yang meninggal dini hari, mereka kesulitan cari keluarganya. Mereka pun memakamkan sendiri. Jadi tidak ada KTP perwakilan keluarga untuk SPJ dan syarat pencairan insentif Rp 750 ribu itu. Banyak kejadiannya. Bahkan ada keluarga yang tidak mau menerima,” tutur pria kelahiran Kabupaten Karangasem ini.

Ia melihat ada persoalan administrasi yang menghambat. Terlebih adanya tidak sambungan antara tiga OPD.

“Dari DLH, BPBD dan BPKAD ini kurang ada sinkronisasi. Makanya kami minta percepat untuk duduk bareng menyelesaikan masalah itu. Karena di bawah itu, teriak-teriak belum cair, padahal memang uangnya belum turun,” pungkasnya. (yan)

Baca Juga ----------------------------

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Wisata

Malang Post – Februari adalah bulan yang sangat dinanti, karena terdapat momen spesial yang tepat untuk berkumpul bersama orang terkasih atau kerabat dekat. Disambut...

Kriminal

Malang Post —  Pasca membekuk tersangka curanmor, kini Resmob Polresta Malang mengeler mereka. Tujuannya untuk melacak komplotan lainnya. Proses penangkapannya, mendadak menyebabkan arus lalu...

Malang Raya

Malangpsot – Setelah melaksanakan vaksinasi kepada masyarakat Kota Malang beberapa waktu lalu, kini Kodim 0833/Kota Malang menggelar vaksinasi kepada anggota dan ibu-ibu Persit Kartika...

headline

Malangpost – Senin pagi (24/1), Forkopimda Kota Malang meluncurkan Patroli Motor Penegakan Protokol Kesehatan (Pamor Keris) di depan halaman Balaikota Malang. Ratusan personel bergabung...

headline

Malangpost – Bau tak sedap merebak lagi dari Pengadilan Negeri Surabaya. Belum kering borok yang dibongkar KPK atas tangkap tangan hakim Itong dan Panitera...

Dahlan Iskan

NAMA Melia kembali menghiasi langit ilmu pengetahuan Indonesia: dia berhasil membuat bensin dari kelapa sawit. Anda sudah tahu nama bensin baru itu: bensa –bensin...

headline

Malang Post —  Kecelakaan di Simpang Bengawan Solo Jl Panglima Sudirman Kota Malang kembali terjadi. Kali ini sebuah truk Mitsubishi Colt bernopol N 9065...

Wisata

Malang Post – Operator internasional terbesar diindonesia untuk Serviced Residence dan Hotel, The Ascott limited (Ascott) Jumat (21/1/2022) mengumumkan pembukaan properti terbarunya Shanaya Resort....