Connect with us

Hi, what are you looking for?

Pendidikan

Produksi Jamur Tiram Melalui SmartPhone

PETAJATIS: Teknologi digital permudah produksi jamur timur dalam mengontrol penyiraman

Malang Post – Jamur tiram, komodi pertanian yang digemari masyarakat. Lanytaran mempunyai kandungan nutrisi tinggi, antioksidan dan zat yang dapat menurunkan kolesterol.

Jamur ini dapat diolah menjadi sayur, sate hingga sambal bertema jamur dan jamur crispy. UKM Jamur Suka Suka, salah satu usaha yang bergerak khusus dalam bidang budidaya jamur tiram.

Baca Juga ----------------------------

Memproduksi jamur tiram segar, nugget jamur tiram dan olahan frozen food jamur tiram. Produksi jamur tiram di tempat ini belum optimal.

Karena dihadapkan pada kendala penyiraman yang masih konvensional. Membutuhkan 3-4 orang serta waktu yang tidak sedikit. 

Hal ini menyebabkan suhu dan kelembaban ruang tumbuh jamur berfluktuasi. Hingga debit air yang diterima setiap baglog berbeda. Akibatnya jamur tumbuh tidak baik. 

Berkomitmen untuk mendukung produksi jamur tiram secara kontinyu. Baik secara kualitas dan kuantitas. Lima mahasiswa UB dari  Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik berkolaborasi.

Mereka merancang dan menerapkan teknologi otomatisasi penyiraman jamur tiram. Diberi nama: Penyiraman Jamur Tiram secara Otomatis atau PETAJATIS. 

Mahasiswa perancangnya adalah Vanda Inayah Oktavia Mayang, Irmadinza Citrasanty Putri, Wulan Permatasari, Akmal Berlian Rinaldi, dan Azzam Rasyiq El-Faraby.

Teknologi otomatisasi pengendali sprayer berbasis Internet of Things ini memanfaatkan ESP8266 sebagai komponen IoT. Dihubungkan dengan sensor suhu dan kelembapan. Sehingga pompa air dan compact room heater bekerja secara otomatis.

Teknologi ini juga dilengkapi dengan ESP32 CAM untuk dapat memantau perkembangan jamur tiram yang dapat diakses melalui aplikasi PETAJATIS pada Smartphone. 

“Kami menggunakan Internet of Things dengan harapan petani mampu mengontrol kondisi proses produksi jamur dari jarak jauh,” terang Vanda mewakili tim.

PETAJATIS saat ini telah diujikan di UKM Jamur Suka Suka Gondanglegi Kabupaten Malang.

“Ketika diujikan hasilnya bagus. UKM Puas dan berharap bisa diproduksi masal dan bisa membantu petani jamur,”kata dosen pembimbing Dr. Budi Waluyo, SP., MP.

Ide ini telah mendapatkan bantuan dana dari Kemendikbudristek dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2021 bidang Penerapan Iptek dan akan mengikuti seleksi PIMNAS XXXIV. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

headline

Malang Post — Beredar video penghadangan anggota Polri yang menjaga jalur masuk pantai di Malang Selatan. Video berdurasi 23 detik dengan penampakan rombongan diduga dari...

headline

Malang Post — Terkait viralnya video rombongan gowes yang diduga pejabat Pemkot Malang di berbagai medsos, karena masuk lokasi wisata pantai Malang Selatan, sebenarnya...

News

Malang Post – Kakek Samin (70) yang hilang di hutan Cungkup, tercatat pernah hilang dan pulang dalam kondisi sehat tahun 2020. Kali ini harapan besar...

Kesehatan

Malang Post – Kehadiran tikus rumah jelas sangat mengganggu. Tidak hanya bisa merusak barang-barang dan mengotori rumah, hama ini juga berpotensi menjadi agen penyebar...

Malang Raya

Malangpost – Sabtu (18/9), Forpimda Jatim mendatangi lokasi vaksinasi di Gedung Samantha Krida UB Jalan Veteran Kelurahan Ketawanggede Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Dalam keterangan...

headline

Malang Post – Dalam rangka percepatan Herd Immunity, Universitas Negeri Malang (UM) kembali sukseskan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 jenis Sinovac dosis pertama dan kedua yang ditujukan...

Pendidikan

Malang Post — SMAN 1 Sumberpucung berkomitmen mendukung pemerintah menangani pandemi Covid-19 yang belum mereda. Salah satunya melalui program vaksinasi remaja. Menggandeng Puskesmas Sumberpucung, vaksinasi dosis...

Ekobis

Malangpost – Kegiatan transfer uang antar bank merupakan salah satu jenis transaksi yang sering dilakukan oleh nasabah bank. Dalam kegiatan perbankan yang satu ini,...