Connect with us

Hi, what are you looking for?

Dahlan Iskan

Indah 714

Indah Kurnia. (FOTO: twitter @indahkurniatelu)

Indah Kurnia tidak punya hubungan keluarga dengan Budi Santoso. Tapi Indah masih terus menangis kalau bercerita soal pengusaha sukses di Surabaya itu. Yang memiliki pabrik alat-alat pertanian terbesar di Indonesia itu.

“Beliau sampai mau duduk di trotoar memberikan dukungan pada saya,” ujar Indah yang kini duduk di komisi keuangan DPR RI.

Baca Juga ----------------------------

Waktu itu Indah lagi ingin memecahkan rekor MURI: menyanyikan 714 lagu tanpa melihat teks. Selama lima hari berturut-turut. Dari pukul 09. 00 sampai sore. Itu untuk memperingati HUT Ke-714 Kota Surabaya.

Di antara lima hari itu, ada yang tempat menyanyinyi di Taman Bungkul. Budi Santoso hadir untuk memberi dukungan.

Tidak ada tempat duduk. Ia sampai duduk di trotoar Jalan Raya Darmo. Bersama penonton umum.

Di antara lima hari itu, hanya hari Ke-5 Budi Santoso tidak hadir. Ia harus ke Jakarta. Salah seorang tokoh lagi mantu. Ia harus hadir. Itu pun masih menelepon Indah, ketika Budi Santoso di dalam pesawat.

Indah pertama kali mengenal Budi Santoso ketika berumur 28 tahun. Yakni ketika Indah menjabat kepala cabang Bank Central Asia (BCA) di kota kecil Krian, 30 Km dari Surabaya.

Kota itu sudah dikuasai Bank Lippo —kini bank itu sudah almarhum. Indah berpikir ke mana harus mencari nasabah.

Maka Indah menyusuri kawasan industri Driyorejo —di antara Krian dan Surabaya. Dia datangi satu per satu pabrik di kawasan itu.

Ketika masuk di pabrik Agrindo, Indah melihat ada ruang peribadatan Kristen di situ. “Siapa yang memimpin kebaktian di sini?” tanya Indah ke staf yang menemui. “Pak Budi Santoso sendiri. Bos di perusahaan ini,” jawab staf itu.

Indah pun minta izin apakah boleh gabung di kebaktian. “Dengan senang hati,” jawab staf.

Maka hari Selasa berikutnya, hari kebaktian di pabrik itu, Indah datang. Berkenalan lah dengan bos besar. Indah sudah biasa menyanyi lagu rohani. Di situ Indah minta izin untuk tampil menyanyi solo.

Diizinkan. Bagus sekali. Dipuji. Jemaat senang sekali.

Cara pendekatan seperti itu rupanya sangat mengena. Sistem penggajian di situ pun pindah lewat BCA. Banyak juga staf yang ingin menabung di BCA. “Saya tinggalkan banyak buku tabungan di bagian personalia. Untuk diserahkan kepada yang berminat menabung. Waktu itu cara seperti itu masih boleh dilakukan bank,” ujar Indah.

Anggota Badan Usaha Rumah Tangga (BURT) DPR RI Indah Kurnia. Anggota Badan Usaha Rumah Tangga (BURT) DPR RI Indah Kurnia. (FOTIO: Erlangga/rnioto: Erlangga/rni)

BCA memang lagi punya program yang sangat populer saat itu: Tahapan. Yang sangat sukses menjadi gerakan tabungan nasional.

Sejak itu Budi Santoso mendukung semua kegiatan Indah. Termasuk ketika Indah menjadi calon Anggota DPR dari PDI-Perjuangan dapil Surabaya-Sidoarjo. Berhasil. Periode berikutnya mencalonkan lagi. Berhasil lagi. Untuk kali yang ketiga, nomor urut Indah dipindah ke bawah. Toh masih juga terpilih. Mayoritas Tionghoa Surabaya memilih Indah.

“Tiga kali Pak Budi ke kantor saya di DPR,” ujar Indah. Pun ketika Indah mantu putrinya yang bintang film itu, Verlita Evelyn, Budi hadir. Termasuk meminjamkan koleksi mobil antiknya untuk dipakai pengantin. Itulah mobil yang pernah menjadi milik Presiden Soekarno.

Indah juga sering ke rumah Budi. Bahkan di ulang tahun terakhir Budi tahun lalu pun, Indah masih menyanyi di rumah Budi. Indah sudah menjadi seperti anggota keluarga di rumah Budi Santoso.

Budi sering punya tamu dari Jepang. Indah punya banyak koleksi lagu Jepang yang bisa dia nyanyikan. Ketika Budi mendapat tamu dari Tiongkok, Indah bisa menyanyi lagu Mandarin.

Indah memang punya pergaulan yang luas. Bukan hanya di kalangan masyarakat Tionghoa. Jangan lupa: Indah pernah menjadi manajer Persebaya.

Indah pribadi yang lengkap: sebagai profesional perbankan, penyanyi, penggiat olahraga, dan penggiat sosial.

Mendapat dukungan pula dari orang seperti Budi Santoso.

Saya pernah menyarankannyi belajar bahasa Mandarin langsung di Tiongkok. Saya melihat Indah akan menjadi sesuatu kelak. Saya carikan hubungan di sana. Dia pun ke Tianjin ketika saya masih tinggal di kota itu —untuk transplantasi hati. Lalu, Indah ke kota kecil dekat Zhengzho. “Saya nyerah,” ujar Indah. “Saya ini seperti Pak Budi, tidak bisa lagi bicara Mandarin dengan baik,” katanya.

Yang penting Indah telah menjadi sesuatu untuk dirinya, keluarganya, dan negaranya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Sebagai upaya mendukung program percepatan vaksin yang dicanangkan pemerintah, Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) hari ini menggelar vaksinasi massal. Sebanyak 2.500 dosis...

Pendidikan

Malang Post — Tidak hanya pembukaannya saja yang meriah, penutupan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga dipenuhi penampilan yang atraktif. Mulai...

Pendidikan

Malang Post — Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang, menyabet penghargaan Bupati Malang. Kategori Lembaga Pendidikan Integratif dengan Posyandu dan Keluarga...

News

Malang Post – Polresta Malang Kota, Senin (27/9/2021) siang, membeberkan minuman keras jenis arak Bali. Ini  hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2021 dan Operasi Patuh Semeru....

Malang Raya

Malang Post – Serbuan Vaksinasi massal untuk masyarakat terus bergulir. Kali ini bertempat di Universitas Negeri Malang, Senin (27/9). Serbuan Vaksin ni merupakan vaksinasi...

Malang Raya

Malang Post — Polres Malang kejar target vaksinasi. Kapolres Malang AKBP R Bagoes Wibisono bersama Forkopimda terus upayakan percepatan vaksinasi. Seperti yang terlihat di Lembah...

Malang Raya

Malang Post – Senin, 27 September 2021, hari ini, vaksinasi di Sukun digelar di dua lokasi.Pertama, vaksinasi covid-19 untuk warga masyarakat di wilayah kerja...

Malang Raya

Malang Post – Polres Malang menggelar pemilihan Duta Lalu Lintas 2021 di Gedung Satpas Polres Malang, Jum’at (24/9/2021). Kapolres Malang AKBP R Bagoes Wibisono bersama...