Connect with us

Hi, what are you looking for?

Arema

Mencarikan Posisi si Entong di Arema

Malang Post – Di bawah kendali Presiden Klub yang baru, Gilang Widya Pramana, banyak gebrakan dan segudang rencana jangka pendek atau panjang untuk Arema FC. Tak hanya teknis sepak bola. Juga sisi entertain dan bahkan merambah peluang bisnis lainnya di luar sepak bola.

Tak terkecuali dalam hal rekrutmen anyar. Baik pemain lokal atau asing, maupun sisi menejerial timnya. Terbaru, pria dengan julukan ‘Crazy Rich Malang’ itu, bakal memulangkan sang kiper legendaris, Kurnia Meiga Hermansyah.

Baca Juga ----------------------------

Bahkan secara terbuka, pemilik Juragan 99 Trans dan co-founder dari MS Glow For Men itu, dalam official akun instragram-nya, @juragan_99 menyatakan keinginan besarnya memulangkan sang kiper itu. Meski diakuinya, rencananya itu bukan mendapuk Meiga, sebagai kiper di bawah mistar gawang lagi.

‘’Banyak yang request ke saya, agar Kurnia Meiga ditarik kembali, untuk menjadi kiper Arema FC. Tapi kondisinya sekarang, dia memang terganggu untuk fungsi penglihatan.  Jadi dipastikan tidak bisa bermain sepak bola lagi,’’ tulis owner J99 Corp tersebut.

Tak ayal postingan Gilang Pramana, kebanjiran viewer dan komentar. Didominasi  Aremania-Aremanita dari segela penjuru Tanah Air, bahkan dunia. Tak tanggung-tangung tercatat 108 ribu viewer dan 3.090 komentar.

‘’Meskipun sudah tidak bisa bermain sepak bola, setidaknya dia masih bisa berkontribusi untuk team Arema. Enaknya si Entong (Kurnia Meiga.red.) ditempatkan di bagian apa (di manajemen.red). Kasih saran ya,’’ lanjut Gilang.

Kiprah Kurnia Meiga sendiri di bawah mistar gawang Arema, benar-benar sulit tergantikan. Sejak pertama gabung tim senior Singo Edan pada musim 2008/2009. Sembilan tahun mengawal gawang Arema, ia masih memegang rekor minute played tertinggi tim ini.

Yakni 2.963 menit dalam 33 kali penampilannya pada Indonesia Super League 2013 (ISL). Saat Arema dibesut head coach Rahmad Darmawan. Dalam kompetisi domestik di Indonesia. Baik era ISL, Indonesia Soccer Championship A (ISC A), QNB League, maupun Liga 1 (2008-2017), total Kurnia Meiga membukukan tampilan dalam 169 laga. Kemudian starter dalam  169 laga, durasi tampilan 14.999 menit dan 66 clean sheet.

Namun di saat karirnya tengah meroket, pemain kelahiran Jakarta, 7 Mei 1990 tersebut, dipaksa harus pensiun dini. Baik dari tim Singo Edan maupun Timnas Indonesia. Yakni pada tanggal 24 September 2017, di saat usianya 27 tahun. Usia matang untuk seorang penjaga gawang.

Sempat terkena demam berdarah dengue (DBD) setelah Arema FC kalah 0-2 di tangan Persija Jakarta (02/6/2017) di Bekasi, yang memaksanya absen dalam dua laga berikutnya. Namun pada September 2017 silam, dari pemeriksan medis di  Rumah Sakit Mata SMEC, Malang, ada gangguan pada penglihatan matanya yang kabur.

Praktis sudah 3,5 tahun terakhir, mantan kiper Timnas Indonesia (2008-2017), baik U18, U19, U21, U23, maupun timnas senior itu, gantung sarung tangan. Keseharian lebih banyak disibukkan banting tulang bersama sang istri, Azhiera Adzka Fathir, membuka usaha panganan ringan atau camilan dan catering di Jakarta.

Ragam komentar membanjiri akun instragram @juragan_99. Tak sendikit yang meminta Entong, kembali berdiri di bawah mistar gawang Arema.  Ada pula yang menginginkan menjadi tenaga khusus motivator bagi tim, di dalam maupun luar lapangan.

Bahkan ada juga yang berharap dan ini tak mustahil dilakukan sang Presiden Klub, Meiga masuk dalam jajaran ofisial tim. Sebagai asisten manajer tim, mendampingi manajer tim Ruddy Widodo. Seperti yang dilakukan Persija Jakarta, pada Liga 1 2019 dengan mengangkat stiker legendarisnya, Bambang Pamungkas sebagai manajer tim.

Jika berkaca pada internal manajerial tim-tim sepak bola profesiaonal, baik di kawasan Eropa maupun Asia. Bahkan tim-tim di Asia Tenggara dengan manajemen lengkap, seperti Johor Darul Ta’zim FC (Malaysia) dan Muanthong United (Thailand).

Masih ada posisi lowong. Bahkan belum ada pada tim ofisial dan manajemen tim yang relatif layak untuk seorang Kurnia Meiga. Sebut saja, posisi asisten manajer tim, sporting director, motivator tim, ambassador/duta tim atau academy director(yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

headline

Malang Post – Program yang digencarkan Walikota Malang Drs H Sutiaji tentang lima strategi penanganan Covid mulai membuahkan hasil. Diantaranya Malpro (Malang beli produk lokal),...

Malang Raya

Malang Post – Setelah 37 tahun menjadi anggota polwan, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni mengakhiri masa tugasnya di Polresta Malang Kota, pada usia 58 tahun....

Malang Raya

Malang Post – Ada yang menarik setelah rapat evaluasi Pemkot Malang dan Forpimcam Lowokwaru dan Blimbing. Walikota Malang Sutiaji dan peserta rakor mempraktekkan cara menggunakan...

Malang Raya

Malang Post –  Jumlah kasus Covid masih tinggi. Pemkot Malang pun menggelar rapat koordinasi dan evaluasi bersama Forum Koordinator Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Kali ini Kecamatan...

Malang Raya

Malang Post – Warga Kabupaten Malang menyambut antusias gelaran Vaksinasi Gotong Royong. Giat ini diselenggarakan IKA (Ikatan Keluarga Alumni) dan Keluarga Besar UB (Universitas Brawijaya),...

Pendidikan

Malang Post – Program akselerasi vaksinasi terus dilakukan pemerintah. Mulai dari tingkat pusat maupun di daerah. Tak ketinggalan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ikut andil melakukan...

headline

Malang Post – Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan pemimpin baru beberapa institusi pendidikan di bawah naungannya. Salah satunya Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang...

Malang Raya

Malang Post – Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merupakan cara efektif. Menyediakan air minum kualitas aman (siap diminum) dan tidak...