Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Pasca Musibah Bocah, Selokan Bandulan Dipasang Besi Penyekat

Camat Sukun, I Ketut Widi E Wirawan dan Andre Oktavia selaku ketua RT 04/RW 06 melihat pembuatan besi penghalang. (Santoso FN)

Malang Post – Bocah kecil bermain ‘prosotan’ dalam selokan di waktu hujan deras Senin (31/5/2021) sore berujung musibah. Selasa (1/6/2021) pukul 11.00 WIB operasi SAR ditutup pesan dan imbauan Camat Sukun, I Ketut Widi E Wirawan. Ada penindakan khusus pasca musibah. 

Widi menyebut, pihaknya berterimakasih pada para relawan yang terlibat pencarian sejak Senin malam hingga Selasa pagi. Pihaknya telah memonitor sejak kejadian. Musibah anak kecil masuk selokan memang mengejutkan wilayah Bandulan dan Kota Malang.

Baca Juga ----------------------------

Terjadinya musibah itu, menurut Widi, mengingatkan kembali kepada masyarakat sekalipun anggota relawan agar tetap sadar perlindungan diri. Terlebih jika musti masuk ke dalam selokan dalam pencarian.

Lokasi kejadian korban bermain prosotan dicermati Camat Sukun, I Ketut Widi E Wirawan. (Santoso FN)

“Kita harus mampu menjaga tetangga dan diri sendiri. Lindungi diri sendiri dulu baru orang lain. Njenengan ahlinya. Kami berterima kasih telah membantu warga di sini,” papar Widi di hadapan puluhan anggota SAR Malang Raya.

Terpisah diwawancarai, sebagai tindak lanjut antisipasi dan pencegahan kejadian serupa. Pihaknya telah meninjau pembuatan besi penghalang atau sekat di ujung selokan Gang VI. Beberapa sekat dipasang untuk meminimalisir kejadian. 

“Hari ini langsung, sudah dibicarakan dengan Lurah, RT dan RW. Dipasang beberapa besi penghalang atau penyekat. Agar tidak ada kejadian seperti ini lagi,” urai Widi kepada DI’sWay Malang Post.

Lebih serius tanggapi potensi kejadian serupa dan kemungkinan lain, pihaknya berencana mengumpulkan para Lurah untuk membicarakan persoalan selokan yang rawan. Apalagi selokan tanpa penghalang berpotensi menjadi musibah.

“Kita sesegerakan mungkin. Besok hari kerja, lurah kita kumpulkan. Akan kami review. Got got yang besar, rawan, kami review,” tambahnya.

Menurut Widi, musibah seperti di Bandulan kemungkinan bisa saja terjadi. Bisa terulang kembali. Tapi pihaknya tidak ingin terulangi.

“Kami hanya bisa minimalisir. Sederhana efektif dan bermanfaat dengan besi penyekat selokan,” papar Widi. Ia sendiri masih mengingat, kejadian serupa pernah terjadi di Kota Malang. Musibah masuk selokan memang tidak sekali dua kali terjadi di Kota Malang. 

Sekitar pukul 14.43 WIB, Widi mengirim kabar. Pemasangan besi penghalang telah selesai dilaksanakan warga di RT 04/RW 06 atau pinggir jalan Gang VI Bandulan. (yan) 

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang-Post – Seorang warga Kelurahan Songgokerto bernama Nanang ditemukan tewas saat mencari rumput di Kelurahan Sisir, Kota Batu. Diketahui, Nanang sering mencari rumput di...

Malang Raya

Malang-Post – Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19, aparat gabungan menggencarkan operasi yustisi penegakan disiplin prokes. Digelar dalam rangka PPKM Mikro di wilayah...

Malang Raya

Malang-Post – Program vaksinasi Covid-19 di Kota Malang terus dilakukan. Selasa (15/6/2021) pagi, giliran warga RW 11 Kelurahan Cemorokandang yang divaksin.  Vaksinasi diikuti 150...

Opini

Indonesia adalah negara yang kaya. Kaya sumber daya alam dan kaya akan budaya. Membahas tentang kebudayaan Indonesia tentu bukan lah sutau hal yang asing...

Dahlan Iskan

Ini taruhan baru: apakah RUU Pajak akan ditarik oleh pemerintah atau diminta terus dibahas di DPR. Tokoh DPR dari Golkar jelas minta agar RUU...

Arema

Malang Post – Manajemen tim Arema FC, mendadak merilis dua unggahan pada akun resmi instagram mereka @aremafcofficial. Bergambarkan Diego Michiels dan bertuliskan; Welcome to Arema FC dan Selamat...

Arema

Malang Post – Dua tim papan atas di Tanah Air, Arema FC dan Persib Bandung, harus ‘saling bunuh’ lebih awal. Di even pramusim Piala Walikota...