Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Bulan Berdarah, Kebangkitan Makhluk Mitos

Kata eclipse (gerhana) berasal dari istilah Yunani kuno yang berarti "menghilang", tetapi juga berarti "ditinggalkan". (istimewa)

Malang-Post – Bagi yang tahu mitos vampir, were wolf dan witcher, jangan lewatkan bulan Mei  2021  ini. Karena akan terjadi  fenomena Super Blood Moon. Bagi manusia penghisap darah, manusia serigala dan penyihir, fenomena alam ini menjadi kebangkitan baru.

Super Blood Moon, secara ilmiah adalah Gerhana Bulan  Total (GBT). Pada  tanggal  26  Mei  2021  yang dikenal dengan sebutan Super Blood Moon. Akan muncul di langit Indonesia. Menjadi cukup spesial karena bertepatan dengan Hari Raya Waisak 2565.

Baca Juga ----------------------------

Menurut R Jamroni ST MT, Staf BBMKG Wilayah IV Makassar melalui rilisnya, Mei  2021  akan  terjadi suatu  fenomena  GBT.

Fenomena puncak gerhana ini  akan dapat  diamati langsung tanpa  memerlukan  alat Bantu optik pada jam 18.46 WIB di wilayah barat Indonesia. 19.46 WITA di wilayah Tengah Indonesia. 20.46 WIT di wilayah Timur dengan durasi puncak gerhana selama 14 menit 30 detik.

Proses  GBT  dimulai  dengan  gerhana  penumbra  yang  dimulai  pada  pukul  15:46:37 WIB. Kontak  terakhir  penumbra  yang  mengakhiri  seluruh proses  gerhana pukul  20:51:16 WIB atau selama 3 jam 7 menit sudah termasuk gerhana parsial dan total.

Fase-fasenya, dimulai pukul 15.46 wib. Disebut awal penumbra, jam 16.44 wib sebagai fase awal sebagian. 

Jam 18.09 sebagai fase awal total. Pukul 18.14 wib sebagai  fase puncak gerhana dan 18.27  wib sebagai fase akhir  total. Sedangkan jam 19.52 wib sebagai  fase akhir sebagian dan terakhir jam 20.51 wib sebagai fase akhir penumbra.

Fenomena Blood moon ini  hanya  terjadi saat fase bulan penuh dan mengalami  GBT dimana Bumi bergerak diantara Bulan dan Matahari. Berada pada posisi garis lurus. 

Pada saat bumi bergerak maka bulan akan tertelan bayangan bumi. Bulan  akan  tampak  merah karena pembiasan  cahaya  matahari  oleh  atmosfer bumi.

Fenomena Super Blood Moon ini, akibat dari gelombang cahaya panjang yang datang dari Bumi inilah yang membuat bulan tampak merah. Dia akan semakin merah jika polusi udara, tutupan awan atau ketebalan partikel di atmosfer Bumi yang ditembus cahaya itu semakin besar.

Fenomena  pertama  adalah Supermoon. Disebut demikian karena  Bulan  masih  berada di titik terdekatnya dengan Bumi (perigee). 

Dengan begitu, Bulan akan terlihat lebih besar dan bercahaya dibandingkan  waktu-waktu sebelumnya.
Disebut Blood Moon, sebab saat Gerhana Total, tampak berwarna merah darah karena cahayanya ditapis sedemikian rupa oleh atmosfer Bumi.

Dengan kecerlangan berkisar 15.6 % lebih terang dibandingkan dengan rata-rata atau 29.1 % lebih terang pada saat bulan berada di titik terjauhnya (Apogee). Jadi, masih adakah mitos seram itu?. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Dahlan Iskan

Mereka sudah vaksinasi. Sudah dua kali. Tapi, sembilan anggota DPRD Surabaya itu tertular Covid-19. Itulah headline Harian Disway edisi Jumat lalu. Itu menambah kekhawatiran...

Malang Raya

Malang-Post – Komandan Kodim 0833/Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona, S.E, M. Tr (Han) bersilaturahmi dengan Keluarga Besar Tentara Nasional Indonesia atau KBT, Sabtu...

Malang Raya

Malang-Post – Mayat bayi lelaki berusia kandungan sekitar enam sampai tujuh bulan ditemukan di Jl Abdul Ghani Atas, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan/Kota Batu. Saat ditemukan,...

Malang Raya

Malang-Post – Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19, aparat gabungan Polsek Kedungkandang, Koramil Kedungkandang, Satpol PP, pihak kelurahan dan Linmas kembali menggelar operasi...

Ekobis

Malang-Post – Rencana pemerintah mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk bumbu-bumbuan, direspon pedagang di Pasar Lawang, Kabupaten Malang. “Mosok Pak, bumbu-bumbuan juga kena pajak, cek...

Opini

Mental health atau kesehatan mental terutama bagi generasi muda,saat ini para remaja seringkali menyepelekan kesehatan mental,bahkan lebih mengutamakan kesehatan fisik padahal kesehatan mental juga...

Malang Raya

Malang Post – Rencana Pemkab Malang yang akan membuka perkebunan sawit sekitar 60 hektar di Malang Selatan menuai protes dari berbagai kalangan. Ini juga menjadi...