Connect with us

Hi, what are you looking for?

Olahraga

Bakal Terpusat di Jawa

CEO PSIS Semarang yang juga merupakan anggota Exco PSSI, Yoyok Sukawi (foto: istimewa)

AMEG – Rencana kompetisi Liga 1 2021, yang akan bergulir Juli mendatang, kini mulai ramai menjadi perbincangan.

Sebab ada beberapa wacana perubahan regulasi, yang akan diubah pada kompetisi kasta tertinggi sepakbola nasional tersebut.

Baca Juga ----------------------------

Selain perdebatan soal regulasi kompetisi tanpa degradasi, satu hal lain yang akan berbeda dari kompetisi sebelumnya, yaitu seluruh pertandingan akan dipusatkan di Pulau Jawa.

Wacana tersebut dimaksudkan untuk membantu keuangan klub peserta, serta untuk mencegah penyebaran covid-19.

PSSI telah memastikan, format kompetisi Liga 1 akan tetap sama, menggunakan sistem penuh home away tetapi dengan model bubble to bubble.

Dengan sistem bubble to bubble atau gelembung itu nantinya, akan menganut model turnamen Piala Menpora 2021. Hal tersebut juga telah dibahas pada rapat anggota eksekutif komite (Ecxo) PSSI belum lama ini.

CEO PSIS Semarang yang juga merupakan anggota Exco PSSI, Yoyok Sukawi mengatakan, pada rapat Exco saat itu selain membahas rencana kongres tahunan yang akan dilaksanakan pada 29 Mei mendatang, pembahasan lain pada saat rapat Exco  saat itu, yakni evaluasi Piala Menpora yang dianggap sukses. 

Turnamen pra musim tersebut, dianggap berhasil berjalan lancar sekaligus sukses melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

“Berkaca dari situ, kita membahas banyaknya usulan dari klub Liga 1 dan Liga 2, supaya keberhasilan di Piala Menpora bisa diterapkan di Liga 1.

Jadi walau formatnya home away tapi dibuat formula yang seperti Piala Menpora,” kata Yoyok.

Nantinya, tim-tim akan masuk dalam grup tertentu. Pertandingan akan dipusatkan di satu tempat.
“Seperti di Piala Menpora itu, kan masing-masing klub bertanding nggak jauh-jauhan.

Contohnya PSIS kemarin ketemu Arema dekat. Ke stadion dekat nggak ada setengah jam. Mengurangi resiko penyebaran Covid

Pembiayaan juga hemat. Intinya kita fokus supaya sepakbola tidak menimbulkan klaster terbaru,” beber Yoyok.

“Nanti kira-kira misal tim PSIS berlaga di Liga 1. Pertandingan home 17 kali, away 17 kali. Total ada 34 laga. Empat pertandingan pertama misal ketemu Arema, Persija, Persela, kemudian Madura. Nah empat tim ini ngumpul jadi satu kota.”

“Misalnya di Solo. Katakanlah satu bulan itu empat tim di Solo semua. Setelah empat pertandingan (saling bertemu, Red) ada jeda masing-masing tim bisa istirahat dulu. Habis itu bulan berikut atau minggu berikut PSIS ketemu tim lain. Kita kumpul lagi di mana. Kira-kira begitu,” tambah Yoyok saat menjelaskan skema pertandingan.

Yoyok menambahkan, termasuk untuk penghitungan poin nantinya juga akan sama seperti kompetisi pada umumnya.

“Klasemennya tetap. Grup ini (Tujuannya) untuk meminimalisir perjalanan jauh antar klub, terus pemain-pemain keluar ketemu orang. Itu di minimalisir,” jelasnya.

Terkait wacana ini, Yoyok mengatakan masih sementara dimatangkan oleh operator kompetisi. Dalam hal ini PT. Liga Indonesia Baru (LIB).

“Nanti disampaikan di manager meeting. Ini (Wacana pertandingan dipusatkan di Pulau Jawa)  permintaan hampir semua klub. Mayoritas minta. Karena klub-klub merasa sulit melaksanakan pertandingan di kandang sendiri dengan protokol  kesehatan yang sangat ketat. Itu berat,” katanya.

Adapun pembiayaan kompetisi kata Yoyok, nantinya akan ditanggung oleh PT. LIB. Sama seperti ketika di Piala Menpora.

“Kalau klub di Piala Menpora kemarin kan datang saja main. Dan itu semua yang handle PT. LIB. Nanti untuk meminimalisir kesulitan klub mengurus izin di daerah. Jadi tidak ada lagi pertandingan ditunda karena tidak ada izin,” ungkapnya.

Dalam kesempatan sebelumnya, Pelatih PSIS Dragan Djukanovic mengaku heran dengan wacana seluruh pertandingan Liga 1 berpusat di Pulau Jawa. Apalagi dibuat dalam bentuk grup.

“Saya mempertanyakan mengapa harus dipusatkan di Pulau Jawa saja. Kita harus bertanding secara normal. Bermain di kandang dan bermain tandang,” katanya.

Menurut Dragan, jika benar keputusan kompetisi hanya dipertandingkan di Pulau Jawa  hal itu merupakan kebijakan yang konyol.

“Jadinya kompetisi seperti turnamen. Ini bukan lagi kompetisi liga,” kata Dragan. (Ra Indrata)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Pendidikan

Malang Post – Universitas Negeri Malang (UM) menghadiri kegiatan seremonial penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Ini menandai dimulainya kerjasama...

Arema

Malang Post – Nasib keberlangsungan kompetisi Liga 1 musim 2021/2022 ke depan, benar-benar sangat bergantung pada kondisi fluktuatif pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Tanah Air.  Jika angka...

Arema

Malang Post – Surat izin penyelenggaraan kompetisi Liga 1 2021/2022 sudah turun. Jadwal kick off, juga sudah ditentukan. Paling tidak pada 10 Juli 2021 mendatang....

Arema

Malang Post – Manager meeting yang pertama, untuk Liga 1 2020/2021, digelar kemarin melalui zoom meeting. Digelar operator liga, PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan...

Arema

Malang Post – Manajemen Arema FC menyambut  penuh sukacita, turunnya surat izin keramainan, penyelenggaraan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim 2021/2022. Yang langsung diberikan...

Olahraga

Malang-post – Kongres Biasa PSSI 2021, di Hotel Raffles, Jakarta, Sabtu (29/5/2021) siang tadi, menjadi sangat istimewa. Selain dihadiri Menpora, Zainudin Amali. Juga ada...

Arema

Malang Post – PSSI dalam rapat Executive Committee (Exco) telah ketok palu. Menghasilan keputusan final. Kompetisi Liga 1 dan 2 musim 2021/2022, tetap memberlakukan sistem promosi...

Olahraga

Malang Post – Dalam rapat Koordinasi (rakor), terkait izin kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim 2021/2022, di Auditorium Wisma Kemenpora, Jakarta Pusat, Senin...