Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

Serapan Anggaran Kota Batu Masih Lemah

Wawali Batu Punjul Santoso

AMEG-Pada tahun 2021 ini Pemkot Batu mengalokasikan anggaran belanja daerah sekitar Rp 1 Triliun. Namun sayangnya hingga awal Mei 2021, serapan anggaran masih kurang dari 10 persen. Atau sebesar Rp 103 miliar. 

Belum optimalnya serapan anggaran itu lantaran masih adanya penyesuaian terhadap perubahan aturan baru terkait belanja barang dan jasa. Yakni atas dasar perubahan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang pengadaan Barang/Pemerintah.

Baca Juga ----------------------------

Oleh karena itu, Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan, saat ini masih dalam tahap sinkronisasi aturan baru. Walau agak telat, pihaknya optimis pada triwulan selanjutnya serapan anggaran akan semkin tinggi.

“Pada awal tahun ini Pemkot Batu masih berkutat pada belanja operasi untuk kegiatan sehari-hari. Contohnya seperti belanja pegawai. Sedangkan untuk belanja barang dan jasa lebih mulai dilaksanakan pada triwulan kedua,” ujar Punjul kepada ameg.id.

Dia merinci, untuk belanja menggunakan anggaran besar adalah belanja barang dan jasa. Sedangkan pada triwulan pertama ini biasanya masih dalam persiapan untuk lelang. Selanjutnya pada triwulan kedua dilakukan lelang dan proses pengerjaannya.

Untuk serapan OPD yang masih rendah di salah satunya adalah Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP). Dimana OPD tersebut baru menyerap 1,54 persen atau Rp 1 miliar dari total anggaran Rp 65,3 miliar. Kemudian Dinas Sosial masih 4,02 persen atau Rp 890 juta dari total anggaran Rp 22,1 miliar.

Plt Kepala DPKPP Kota Batu, Bangun Yulianto mengatakan, rendahnya serapan ditempatnya karena pihaknya dan seluruh OPD masih mempelajari perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Dia mencontohkan, misalnya pembangunan hanggar untuk pemadam kebakaran di Balai Kota Among Tani Batu. Proyek tahap dua itu mengunakan anggaran total sebesar  Rp 3,5 miliar dari APBD tahun 2020. Namun akibat pembangunan molor sisa pembayaran harus dilakukan pada PAK 2021.

“Untuk serapan memang masih rendah, lantaran saat ini masih menyinkronkan aturan barang dan jasa yang baru. Sedangkan untuk proses lelang baru akan dilakukan bulan depan (Juni). Ditambah lagi adanya keterlambatan pihak ketiga dalam pengerjaan proyek,” tandasnya. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu menjadi desa kedua yang dinobatkan sebagai Kampung Tangguh Bersih Narkoba (Bersinar) oleh Polres Batu. Sebelumnya di...

Malang Raya

Malang Post – Saling lempar bola panas kini terjadi dalam dunia perparkiran Kota Batu. Antara Dishub Kota Batu dengan juru parkirnya. Lantaran keduanya, saling lempar...

News

Malang Post – Rendahnya perolehan retribusi parkir di tepian jalan umum benar-benar menjadi sorotan berbagai pihak. Oleh karena itu, MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Batu...

Malang Raya

Malang Post – Desa Sidomulyo Kota Batu menjadi salah satu desa paling getol meningkatkan berbagai bentuk sarana dan prasarana penunjang kemajuan wisatanya. Terbaru, mereka...

Malang Raya

Malang Post –  Pemkot Batu melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Senin (14/6/2021) mulai merealisasikan proses rehabilitasi gedung Perpustakaan Daerah. Gedung yang dilakukan rehabilitasi itu...

Malang Raya

Malang Post – Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang mendapatkan anggaran sebesar Rp 1,2 Triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2021. Jumlah...

Malang Raya

Malang-Post – Mayat bayi lelaki berusia kandungan sekitar enam sampai tujuh bulan ditemukan di Jl Abdul Ghani Atas, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan/Kota Batu. Saat ditemukan,...

Malang Raya

Malang Post –  Untuk mempertegas keindahan Kota Batu, anggota legislatif Kota Batu punya usulan. Setiap jembatan yang ada di Kota Batu diberi taman vertical....