Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

Stok Bahan Pokok di Kabupaten Malang Aman

Salah satu pedagang bahan pokok di Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang.(Kiki Wijaya)

AMEG – Ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Malang jelang Idul Fitri 1442 H dipastikan aman, meski berdasar catatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang ada pergerakan harga pada sejumlah bahan pokok.

Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Agung Purwanto, menjelaskan, pergerakan harga yang terjadi pada sejumlah bahan pokok relatif kecil dan ketersediannya cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga beberapa bulan ke depan.

Baca Juga ----------------------------

Dengan kondisi itu, kata dia, sangat kecil kemungkinan pihaknya melakukan operasi pasar. Bahan pokok yang dimaksudakannya adalah beras, daging ayam potong, ayam kampung, daging sapi, telur ayam, cabai merah, bawang putih, bawang merah, cabai rawit dan tomat.

“Melihat tren saat ini, kemungkinan kecil melaksanakan operasi pasar. Indikator kenaikan sampai 20 persen. Tapi kalau harga stabil, tidak perlu operasi, kasihan pedagang,” jelas Agung, Jumat (7/5/21).

Pertimbangan lain untuk tidak melakukan operasi pasar, karena saat ini masih pandemi Covid-19. Operasi pasar dikhawatirkan mengundang kerumunan.

Dibanding tahun lalu, menurut Agung, kondisi relatif sama. Tahun lalu masyarakat juga dihadapkan pandemi Covid-19, yang secara tidak langsung membuat daya beli menurun.

Sebagai informasi, bahan pokok yang mengalami kenaikan harga adalah ayam potong, dari Rp 32 ribu menjadi Rp 35 ribu. Telur ayam dari Rp 21 ribu menjadi Rp 22 ribu. Cabai merah dari Rp 34 ribu menjadi Rp 36 ribu. Tomat dari Rp 7 ribu menjadi Rp 7.900.

“Bukan cuma naik, ada juga yang turun, seperti cabai rawit dari Rp 70.476 menjadi Rp 47.119, turun sekitar 33,1 persen. Bawang merah dari Rp 29.714 menjadi Rp 25.571, turun sekitar 13 persen,” pungkas Agung.

Sedangkan untuk stoknya, sejumlah bahan pokok yang terbilang aman hingga beberapa waktu ke depan adalah beras sebanyak 17 ribu 703 ton, gula 177.341 ton, minyak 2.977,2 ton, tepung 802,3 ton, telur 9,2 ton dan garam 89,5 ton.(ar)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Kuota penerimaan calon aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bertambah. Hal ini setidaknya menjadi sedikit angin segar...

Malang Raya

Malang Post – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang optimis bahwa geliat wisata di Kabupaten Malang bakal meningkat. Maka perlu diyainkan agar wisatawan luar...

News

Malang Post –Bea Cukai terus menggencarkan program gempur rokok ilegal melalui pengawasan dan pelayanan berupa sosialisasi tentang ketentuan cukai kepada masyarakat di beberapa daerah....

Malang Raya

Malang-Post – Rencana pengembangan sawit di Kabupaten Malang rupanya masih hanya sebatas wacana. Meskipun begitu, rencana tersebut nyatanya sudah mendapat respon dari berbagai pihak....

Malang Raya

Malang Post – Hujan deras di Malang, sore hingga jelang petang, Rabu (16/6/2021) mengakibatkan rusaknya satu jembatan. Akses utama menuju pantai Lenggoksono. Jalur sekitar juga banjir,...

Malang Raya

Malang Post – Dinkes Kabupaten Malang melakukan beberapa evaluasi pada pelaksanaan vaksinasi massal yang dimulai Rabu (9/6/2021). Itu ditegaskan Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Arbani Mukti...

Malang Raya

Malang Post – Rusaknya infrastruktur jalan di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur Kabupaten Malang banyak dikeluhkan masyarakat. Baik wisatawan, maupun warga sekitar. Pasalnya, akses jalan tersebut...

Malang Raya

Malang Post – Upaya menekan penyebaran Covid-19 masih terus dilakukan. Selain melalui pengetatan protokol kesehatan, upaya tersebut juga dilaukan dengan terus melakukan vaksinasi. Tujuannya,...