Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Mau ke Kota Batu? Lewati Lima Pos Penyekatan Ini

Kapolres Batu, AKBP Catur C Wibowo

AMEG – Hari raya Idul Fitri 1442 H kurang sepekan lagi. Oleh karena itu, Polres Batu pada Rabu (5/5/2021) melakukan apel gelar pasukan ketupat untuk pengamanan hari raya Idul Fitri 1442 H. Apel itu dilaksanakan di Alun-alun Kota Batu. Terlebih pada tahun ini ada larangan mudik. 

Polres Batu menyiapkan lima pos penyekatan. Pos pertama di Kandangan, untuk menyekat jalur Kediri-Batu. Pos kedua ada di Ngambal/Selorejo untuk menyekat jalu Ngantang-Blitar. Ketiga Pos Pendem, untuk menyekat kendaraan dari Surabaya yang lolos pemeriksaan di Pos Penyekatan Malang. Berikutnya Pos Garuda berada di Sumberbrantas untuk menyekat jalur Batu-Mojokerto dan Pos Alun-alun. 

Baca Juga ----------------------------

Kapolres Batu, AKBP Catur C Wibowo mengatakan, selain menyiapkan lima titik pos penyekatan. Pihaknya juga menyiapkan tiga titik pos pantau. Tiga titik pos pantau itu berada di Kecamatan Bumiaji, Jalan Dewi Sartika dan Pujon. 

“Sesuai himbauan dari Presiden yang diturunkan ke Kapolri. Menyatakan pada hari raya Idul Fitri tahun ini tak ada mudik. Serta masyarakat dihimbau untuk tidak mudik,” jelasnya. 

Dalam proses pengamanan operasi ketupat itu, pihaknya menyiapkan 500 personil gabungan. Terdiri dari TNI/Polri, Satpol PP, Pramuka, BPBD dan Organisasi Masyarakat. 

Baca Juga ----------------------------

Sementara itu, jika dalam penyekatan arus mudik masih ada saja pemudik yang lolos. Maka tiga pilar yang ada di setiap desa harus segera bertindak. Dengan memaksimalkan ruang isolasi yang telah disediakan di setiap desa. 

Disisi lain, dia menegaskan, wilayah aglomerasi bukan untuk mudik, namun untuk urusan bekerja. Oleh sebab itu, dia berharap masyarakat bisa memahami peraturan tersebut. Diketahui, Kota Batu bersama daerah lain di Malang Raya dan Pasuruan Kota dan Kabupaten serta Probolinggo Kota dan Kabupaten masuk wilayah aglomerasi dua. 

Lebih lanjut, dia mengatakan sesuai dengan wejangan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Selama peniadaan mudik kegiatan berwisata di dalam wilayah aglomerasi masih diperbolehkan. Dengan membawa surat bebas Covid-19. 

Baca Juga ----------------------------

“Untuk pengecekan kendaraan yang akan masuk akan diterapkan random sampling. Jika pengendara tak bisa menunjukkan surat bebas Covid-19 maka akan dilakukan tes Antigen di tempat,” tutupnya. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

News

Malang Post –  Sebuah truk fuso berwana biru-hitam yang melaju dari arah Kediri menuju Kota Batu, terperosok ke dalam jurang sedalam 30 meter di...

Pendidikan

Malang Post – Universitas Islam Malang (Unisma) salah satu perguruan tinggi swasta yang mendapat hibah Diktiristek perihal Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka...

Malang Raya

Malang Post – Sejatinya trotoar pejalan kaki di pinggir jalan memang dikhususkan untuk para warga yang berjalan kaki agar tidak mengganggu di jalanan. Namun,...

Malang Raya

Malang Post — Beberapa waktu lalu, rencana pembangunan cold storage senilai Rp 16 miliar di Kelurahan Dadaprejo, Kota Batu disoal dewan. Kini pembangunan cold storage...

headline

Malang Post — Besaran upah minimum kabupaten/kota (UMK) tahun 2022 di Jawa Timur sudah didok oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (30/11/2021) kemarin. Penetapan UMK...

Malang Raya

Malang Post – Penanganan stunting masih menjadi perhatian Pemkot Batu. Bertepatan pada Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2021 Pemkot Batu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) meluncurkan Pos...

Malang Raya

Malang Post – Proses pembangunan tempat relokasi bagi pedagang pasar besar Kota Batu di kawasan Stadion Brantas belum juga usai hingga Selasa (22/11/2021) kemarin. Padahal...

headline

Malang Post – Pemerintah tak mau kecolongan lagi. Momen libur natal dan tahun baru (nataru) 2022 menjadi fokus perhatian. Sebab, kasus Covid-19 ditengarai naik...