Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

Ramadan, Gepeng Musiman Kian Marak

AMEG – Ramadan identik dengan sedekah. Tak heran, kehadiran pengemis dan anak jalanan kian marak. Kini, banyak dijumpai pengemis yang merias diri menjadi manusia silver, badut dan sebagainya.

Di Kota Batu bisa dijumpai di perempatan BCA, perempatan Batos, perempatan Pesanggrahan dan Alun-alun. Untuk mengurangi itu, Pemkot melalu Dinas Sosial (Dinsos) kerap melakukan operasi penjaringan.

Baca Juga ----------------------------

Kasi Pelayanan Rehabilitasi Tuna Sosial dan Advokasi Dinsos Kota Batu, Hartono, menjelaskan, pihaknya menggelar operasi penjaringan secara berkala kepada gelandangan dan pengemis.

Dari hasil penjaringan Januari – April 2021, pihaknya mengamankan 13 orang Gepeng (gelandangan dan pengemis).

“Itu hasil operasi bersama Satpol PP Kota Batu,” jelas Hartono kepada ameg.id, Kamis (29/4/21).

Selanjutnya Gepeng yang terjaring dibina melalui Dinsos masing-masing daerah, asal Gepeng yang tertangkap. Namun sebelum dipulangkan, pihaknya akan memberi pembinaan terlebih dulu.

Hartono juga mengungkapkan, sepanjang 2020 pihaknya menjaring 70 gepeng, rata-rata dari luar kota, misalnya Kota Malang, Kabupaten Malang, Probolinggo dan lainnya.

“Gepeng yang asli Batu dan ditangkap di Kota Batu sangat jarang. Mungkin satu tahun hanya ada tiga sampai lima,” ungkap Hartono.

Namun, jika ada warga Batu jadi Gepeng di luar kota, pihaknya juga langsung melakukan pembinaan. Dengan cara membawa ke Panti Rehabilitasi Sosial milik Pemprov Jatim yang ada di Surabaya.

“Sejak 2019 lalu ada 13 orang asal Kota Batu yang masuk ke sana. Kemudian keluar dua orang karena nggak kuat. Di sana mereka dibina selama tiga bulan dengan berbagai macam pilihan peminatan, seperti las, perbengkelan dan lainnya,” beber dia.

Saat ini di ranah legislatif juga tengah digodok Perda Penyelenggaraan Trantibum dan Perlindungan Masyarakat. Pihaknya berharap Perda tersebut bisa segera rampung. Dengan harapan, hadirnya Perda itu ada aturan yang jelas.

“Contohnya seperti larangan memberi uang kepada gepeng oleh masyarakat. Sehingga bagi yang melanggar akan mendapatkan sanksi baik sang pemberi maupun penerima,” jelasnya.

Sehingga, jika ingin berdonasi lebih baik ke tempat yang sudah ditentukan. Misalnya seperti panti asuhan maupun rumah ibadah. Terlebih saat ini menginjak bulan suci Ramadan. Potensi hadirnya gepeng musiman akan lebih banyak.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Kematian akibat Covid belakangan ini meningkat. Ternyata, tidak hanya meninggalkan cerita pilu. Bisa dilihat dari tingginya angka kematian berbanding lurus dengan pesanan...

Malang Raya

Malang Post – Pemandangan berbeda nampak di kawasan Alun-alun Kota Batu. Selama PPKM Darurat, hingga kini menjadi Level 4. Kawasan tersebut dilakukan sterilisasi. Sehingga sepi...

headline

Malang Post– Tiga warga di Kota Batu menerima ancaman pembunuhan. Ketiganya resmi melapor ke kepolisian Polres Batu, Rabu (21/7/2021). Ketiganya selama ini berprofesi sebagai wartawan,...

Malang Raya

Malang Post – Profesi dan masyarakat di kelurahan terdampak PPKM Darurat mulai mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemkot Batu. Masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp...

headline

Malang Post – Proses vaksinasi di Kota Batu terus digencarkan. Antusiasme masyarakat ikut vaksinasi makin bergelora. Berbeda saat awal vaksinasi dulu. Banyak masyarakat yang menolak....

headline

Malang Post —  Seorang petugas keamanan berinisial W, diamankan Satreskrim Polres Batu. Pasalnya ketahuan merusak portal penyekatan jalan tikus di perbatasan Kelurahan Dadaprejo dengan...

Malang Raya

Malang Post – Selama proses pembangunan Pasar Induk Kota Batu, pedagang akan direlokasi. Arealnya di sekitaran Stadion Brantas Kota Batu. Agar arus lalu lintas lancar,...

Malang Raya

Malang Post – Ini menjadi contoh buruk bagi seluruh masyatakat. Karena sudah sangat jelas, sepanjang penerapan PPKM Darurat, dilarang mengumpulkan banyak massa. Namun ketentuan itu,...