Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Larangan Mudik Ditambah Hampir Sebulan

Doni Monardo, Ketua Satgas Covid-19

AMEG – Satuan Tugas Penanganan Covid-19, menerbitkan addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021. Tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah. Dalam surat edaran tersebut, pengetatan mudik lebaran dimulai hari ini. Atau H-14 jelang larangan mudik pada 6-17 Mei mendatang.

Pengetatan akan berakhir H+7 larangan mudik atau hingga 24 Mei mendatang.
Sebelumnya Satgas Covid-19 hanya mengatur pembatasan pergerakan masyarakat, pada 6-17 Mei 2021. Lewat aturan baru, ditambah 14 hari sebelum larangan mudik dan 7 hari setelah larangan mudik.

Baca Juga ----------------------------

“Berlaku ketentuan khusus pengetatan mobilitas Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) pada periode menjelang masa peniadaan mudik, yang berlaku tanggal 22 April sampai dengan tanggal 5 Mei 2021 dan pasca masa peniadaan mudik yang berlaku tanggal 18 Mei sampai dengan tanggal 24 Mei 2021,” dikutip dari salinan resmi Addendum SE Nomor 13 Tahun 2021, yang diterima ameg.id dan ditanda tangani Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo.

Beberapa aturan baru adalah, pelaku perjalanan antardaerah via darat, laut, dan udara wajib menunjukkan hasil tes RT PCR atau rapid test antigen. Pelaku perjalanan harus dinyatakan negatif lewat tes yang dilakukan 1×24 jam sebelum keberangkatan.

Pelaku perjalanan boleh menjalani tes menggunakan GeNose C19. Namun, tes harus dilakukan sesaat sebelum keberangkatan.

Satgas juga akan menggelar tes acak kepada pelaku perjalanan darat yang menggunakan transportasi umum. Tes dilakukan menggunakan rapid test antigen atau GeNose C19.

Setiap pelaku perjalanan wajib mengisi e-HAC Indonesia sebelum melakukan perjalanan. Aturan tes Covid-19 tak berlaku bagi anak berusia kurang dari 5 tahun.

“Apabila hasil tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 pelaku perjalanan negatif namun menunjukkan gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan,” tulis Satgas.

Satgas juga mencantumkan kelompok masyarakat yang dikecualikan dari larangan mudik. Satgas tidak melarang perjalanan bagi kendaraan pelayanan distribusi logistik dan kepentingan mendesak yang tak terkait mudik.

Beberapa kegiatan perjalanan yang dikecualikan adalah perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi oleh 1 orang anggota keluarga, serta kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 orang.

Meski demikian, sejumlah tempat wisata tetap dibuka. Pemerintah beralasan tempat wisata dibuka lantaran sudah ada larangan mudik tersebut. Sehingga warga tetap bisa bepergian meski tak ke luar kota. (avi)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Walikota Malang, H Sutiaji sesaat setelah pelaksanaan Apel Gelaajaran Pemkot Malang bersama dengan Forkopimda akan berupaya sekuatnya agar PPKM Darurat dapat...

headline

Malang Post –¬†Masyarakat Malang Raya, terutama Kota Batu digemparkan unggahan di akun Instagram ngalamlop. Postingan tersebut berisikan chat dan keluhan dari seseorang yang diduga...

Malang Raya

Malang Post – Pencegahan penyebaran virus Covid-19 di masyarakat terus dilakukan. Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Pusat, Ganip Warsito, mengintruksikan. Kegiatan sektor ekonomi seperti mall...

headline

Malang Post – Munculnya klaster baru di Ponpesma (pondok pesantren mahasiswa) Perum Puri Nirwana Kota Malang, disikapi pihak RW dengan gerak cepat. “Benar ada...

News

Malang Post – Satgas Covid-19 Kecamatan Sumbermanjing Wetan bersama sejumlah relawan mendirikan dapur umum. Untuk memenuhi kebutuhan makan warga Dusun Rowoterate Desa Sitiarjo selama...

Malang Raya

Malang Post – Pemkot Malang melalui Bakesbangpol menggelar forum terbatas bertajuk “Sinergitas Pemerintah Daerah, Aparat Keamanan dan Masyarakat dalam Kewaspadaan Dini sebagai Upaya Memelihara...

Malang Raya

Malang Post – Penyekatan dalam rangka pelaksanaan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) pasca pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru tahun 2021 di Pos Penyekatan Exit Tol...

Malang Raya

MalangPost.com – Penyekatan dalam rangka pelaksanaan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) yang seharusnya berakhir pada Senin (24/5/2021), kini diperpanjang hingga 31 Mei 2021. Perpanjangan...