Connect with us

Hi, what are you looking for?

Opini

Tentang Jalan Hidup dan Merawat PMII

Hidup ber-PMII telah mengajarkan banyak hal. PMII, bukan sekadar organisasi bagi saya tapi, PMII adalah teman hidup. Selayaknya teman hidup, kami berjalan beriringan. Bukan soal susah dan bahagia dalam mengarungi hidup dengan PMI melainkan tentang menikmati prosesnya. Ujar di awal Ahmad Bukhari, calon ketua PMII cabang Kota Malang.

Jujur, sejak ber-PMII bagi saya banyak berjumpa dengan banyak hal. PMII telah mengajarkan pada saya bukan mencari jabatan namun bagaimana amanah dalam menjabat. 

Baca Juga ----------------------------

PMII mengajarkan bukan persaingan tetapi bergandeng tangan dalam mengembangkan organisasi. Juga, bukan soal siapa yang kuat dan menguasai tapi ini tentang organisasi yang harus saling mengasihi. 

Dalam perhelatan konfercab PMII Cabang Malang ini, saya melibatkan diri bukan untuk berkuasa dan menguasai. Saya ingin terus hidup bersama PMII, ingin bersama-sama merawat PMII dengan kader-kader PMII Komisariat di Malang. Saya, ingin mengajak berproses dengan bahagia dan menggembirakan. 

Konfercab yang saya jalani bersama sahabat saya Sa’i Yusuf dari PMII Komisariat Unmer Malang ini, sekali lagi bukan persaingan. Kami sedang berikhtiar merawat PMII dengan cara berlomba lomba dalam kebaikan dalam kompetisi menjadi ketua cabang PMII kota Malang. 

Kelak, jika sahabat-sahabat komisariat memberi amanah itu pada saya, doakan saya bisa berjalan beriiringan. Saya ingin ada inovasi kaderisasi dan wacana gerakan PMII kota Malang tak lekang ditelan waktu. Semangat terus tumbuh sejalan dengan bergeraknya zaman menjadikan PMII semakin unggul sekaligus berperadaban.

Hal itu merupakan ikhtiar dasar yang perlu ditanam. Keduanya tak boleh dipisahkan. Baik inovasi kaderisasi maupun wacana gerakan.

Oleh sebab itu, besar harapan saya bisa mewujudkan PMII kota Malang yang unggul, profesional, dan berperadaban. Alasannya, PMII kota Malang sebagai organisasi di tingkat daerah dapat dikatakan sudah sangat matang dengan jumlah kader yang melimpah baik secara kualitas maupun kuantitas.

Data nasional yang pernah diinventarisir oleh PB PMII 2012, Kota Malang menjadi salah satu cabang yang paling banyak menyumbang jumlah anggota baru atau anggota aktif pada tiap tahunnya.

Bagi saya tidak berlebihan kiranya apabila PMII kota Malang di sebut-sebut sebagai episentrum kaderisasi PMII secara nasional. Selain karena banyaknya jumlah komisariat dan rayon yang melakukan rekrutmen anggota baru secara terus menerus.

Untuk mewujudkan cita-cita mewujudkan dalam mengembangkan PMII kota Malang perlu langkah-langkah strategis. Pertama, pembentukan dan pengembangan tim instruktur. Ini sangat penting sebab sebagai organisasi yang dituntut mencetak kader-kader yang mampu mengimplementasikan nilai-nilai PMII harus ada tim khusus dalam menangani secara intensif.

Kedua, Digitalisasi administrasi. Tak dapat dipungkiri bahwa kondisi hari ini serba teknologi. Semua orang mampu mengakses segala kebutuhan informasi dengan cepat dan tepat. Digitalisasi administrasi diharapkan mampu menjadikan PMII, sebagai organisasi yang tidak hanya disiplin administrasi saja, namun juga akses data lebih mudah.

Selanjutnya, standarisasi kaderisasi. Tentu ini hal mutlak yang harus terpenuhi. Sebab kemampuan kader yang menjadi jawaban keresahan masyarakat harus memiliki kemampuan serta skill yang benar-benar profesional itu sesuai dengan misi. Makanya perlu dan penting adanya standarisasi kaderisasi.

Selain itu juga optimalisasi kelompok profesi juga menjadi fokus saya. Melihat selama ini banyaknya kader yang belum menemukan fashion skill sesuai dengan kebutuhan. Yang artinya membutuhkan pemetaan sesuai dengan konteks zaman dan tempat nantinya para kader terjun.

Ke depan akan mengoptimalisasikan penelitian dan pengembangannya. SDM yang ada di PMII harus dioptimalkan dalam bidang penelitian, sebab dari penelitian inilah kita memiliki kekuatan data yang akurat serta mampu merancang solusi yang tepat. 

Sekali lagi, izinkan saya untuk terus hidup bersama PMII. Merawat PMII dari dalam dengan penuh rasa bahagia dan tanggung jawab. (avi) 

Penulis : Ahmad Bukhari, calon ketua PMII cabang Kota Malang – Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Dahlan Iskan

KALI ini yang mendapat giliran meninggal karena Covid adalah ulama perempuan: Prof Dr Huzaemah Tahido Yanggo, 71 tahun (lahir 30 Desember 1949 di Palu)....

headline

Malang Post – Program Studi Doktor (S3) Ekonomi Syariah Univesitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) membuka pendaftaran mahasiswa baru gelombang II pada 1 Juli...

Malang Raya

Malang Post – Zahidhan Syahrul Syofiudin (18) salah satu anak dari buruh tani serabutan. Berhasil lolos seleksi Bintara Polri tahun 2021, Kamis (22/7/2021) malam. Ini membuat bangga sekaligus mengangkat nama...

Pendidikan

Malang Post – Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) terinspirasi membuat body lotion yang mampu mencegah Covid-19. Indri Dwi...

Ekobis

Malang Post – PT Sekar Bumi Tbk, membukukan penjualan Rp 3,1 triliun tahun 2020. Naik 50 persen dari tahun sebelumnya. Keberhasilan emiten dengan kode perdagangan SKBM...

Dahlan Iskan

IA ada di dalam, tapi tidak sampai menjadi orang dalam. Itulah Sarwono Kusumaatmadja. Yang 24 Juli besok berulang tahun Ke-77. Saya baru selesai membaca...

Arema

Malang Post – Publik sepak bola nasional belum lama dikejutkan dengan dipecatnya dua pemain, yang belasan tahun menjadi ikon Persipura Jayapura. Striker Boaz Theofilius Erwin...

Arema

Malang Post – Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana, masih belum bisa bernafas lega. Jelang sebulan ke depan kick off kompetisi Liga 1 2021/2022 bakal digulirkan. Lantaran...