Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kesehatan

Kota Batu Targetkan Stunting di Bawah 10 Persen

AMEG – Pemkot Batu serius mengatasi kasus stunting. Pada 2021, ada empat program yang dijalankan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes),demi menekan angka stunting.

Targetnya, angka stunting bisa turun di bawah 10 persen. Berdasar bulan timbang per Februari 2021, angka stunting Kota Batu sebesar 14,8 persen dari 7000 balita yang mengikuti bulan timbang dari total keseluruhan 12000 balita.

Baca Juga ----------------------------

Kabid Kesehatan Masyarakat, Hayati, menjelaskan, tahun ini pihaknya menjalankan empat program, diantaranya PMT (Pemberian Makanan Tambahan) kepada seluruh balita stunting maupun non stunting, serta ibu hamil.

“Program kedua, kami beri pelatihan dan workshop PMBA (Pemberian Makan Pada Balita) serta cara pengukuran dan penimbangan balita,” jelas Hayati kepada Ameg.id, Jumat, (16/4/21).

Pada 2021 ini pihaknya akan merekrut dokter konsultasi spesialis anak. Pihaknya juga akan turun langsung ke desa-desa, terutama lima locus stunting tertinggi di Kota Batu.

“Lima locus tertinggi kasus stunting kami dahulukan, sehingga kami akan menangani dari yang tertinggi terlebih dulu,” katanya.

Lima locus tertinggi adalah Desa Giripurno, Sidomulyo, Gunungsari, Sumberbrantas dan Kelurahan Sisir.

Berdasarkan data, kasus stunting dari tahun ke tahun menunjukkan tren positif. Pada 2020 lalu mencapai 23,8 persen. Sedangkan berdasar data bulan timbang per Februari 2021 kemarin, kasus stunting Kota Batu turun drastis menjadi 14,8 persen.

“Untuk target nasional 2024 angka stunting turun menjadi 14 persen, sedanguntuk Kota Batu di bawah 10 persen,” ujarnya.

Untuk itu pihaknya akan mengejar dari berbagai sisi, tak hanya mengandalkan dari segi kesehatan saja, juga segi spesifik dan sensitif.

Sementara itu, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, menjelaskan, menurutnya kasus stunting ditengarai karena kurangnya gizi serta kasih sayang orang tua. Selain itu juga karena banyak ibu muda yang melakukan diet ngawur.

“Banyak ibu muda diet ngawur, tidak memperhatikan nutrisi yang dibutuhkan sang ibu dan anak,” katanya.

Sebab itu, dengan keberadaan Posyandu, ia beharap permasalahan kurang gizi dan kasih sayang anak terpenuhi. Posyandu diharapkan jadi program unggulan Dinkes Kota Batu.

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post — Target pendapatan daerah Kota Batu mengalami penurunan sebesar Rp 99,8 miliar. Penurunan target tersebut terungkap saat pembahasan perubahan APBD 2021. Dengan begitu...

headline

Malang Post — Bianglala di Alun-alun Kota Batu mulai berputar kembali, Jumat (22/10/2021) tepat pukul 13.00 WIB. Setelah mati suri selama tiga bulan karena penerapan...

Malang Raya

Malang Post — Tiga bulan (Juli-Oktober) di kurung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) nyatanya tak terlalu berdampak pada iklim investasi di Kota Batu. Dari target...

Pendidikan

Malang Post – Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang (RSU UMM) resmi memiliki layanan Tuberkolosis Resistan Obat (TBC RO). Memaksimalkan pelayanan bagi masyarakat yang memiliki...

Malang Raya

Malang Post –  Memasuki musim penghujan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, melakukan pembenahan dinding penahan volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung....

Malang Raya

Malang Post — Kota Batu bakal menjadi sentra pembibitan jeruk purut di Indonesia. Hal ini menyusul permintaan ekspor jeruk purut yang sangat tinggi. Saat ini...

headline

Malang Post – Turunnya level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Batu. Dari level 3 menjadi 2 versi Inmendagri menjadi angin segar bagi seluruh...

Malang Raya

Malang Post — Naik dokar dari rumah dinas, Walikota Batu, Dewanti Rumpoko bersama putri bungsunya, Raras Rumpoko, jalan-jalan di Alun-alun Kota Batu, Senin (18/10/2021) sore....