Connect with us

Hi, what are you looking for?

Socialnet

Kisah Perjuangan Bayi Tabung

PASANGAN Anita Yuen dan Julian Cheung selalu terlihat hangat. Bersama si kecil yang sudah beranjak ABG, Morton, mereka liburan hampir tiap bulan. Keluarga kecil itu tampak sangat bahagia. 

Namun, Yuen mengungkap, dirinya pernah depresi berat karena hanya punya satu anak. Pada suatu masa, dia ingin sekali memberikan adik buat Morton. Namun semua usaha dia dan sang suami gagal. 

Baca Juga ----------------------------

’’Aku sampai mencoba bayi tabung. Bukan sekali dua kali, tapi berkali-kali. Dalam periode beberapa tahun,’’ jelas Yuen, ketika tampil dalam acara bincang-bincang Mama’s Day di TVB, Sabtu malam lalu (10/4). 

Yuen mengakui, keinginan memiliki anak datang agak terlambat. Dia menikah dengan Cheung pada 2001. Namun, baru lima tahun kemudian dia kepingin punya buah hati. Pada usia 34, keduanya memulai program hamil. Yuen berhenti merokok, olahraga, dan sebagainya. Setahun kemudian, pada 2007, dia melahirkan Morton. 

Ketika si bocah beranjak balita, dia dan Cheung mencoba program hamil lagi. Namun, karena satu dan lain hal, usaha mereka tidak berhasil. Hingga Yuen memantapkan hati mengikuti bayi tabung. 

Dia harus menjalani bermacam tahapan yang menyakitkan. Mulai dari menerima suntikan hormon setiap hari, diambil sel telur, hingga ditanami embrio. Setiap siklus butuh waktu sebulan penuh. Dan itu pun belum selesai. Selain menderita secara fisik, dia harus menghadapi ketidakpastian demi ketidakpastian. 

’’Setiap selesai penanaman embrio, aku selalu merasa seperti di limbo (dunia antara surga dan negara, Red). Harap-harap cemas apakah embrionya bakal jadi janin atau tidak,’’ tutur dia. ’’Dan segala kecemasan itu akan berakhir dengan dokter yang memasang tampang mohon maaf. Setiap waktu seperti itu,’’ lanjut aktris 49 tahun tersebut. 

Perempuan yang mengawali karir sebagai Miss Hongkong pada 1990 itu mengaku, ada dua proses paling menyakitkan dari program bayi tabung. Yakni saat disuntik hormon, dan waktu embrio ditanamkan ke rahim. Yang lebih menyakitkan lagi, segala penderitaan itu ’tidak terbayar.’ Yuen sangat menyesal. 

’’Seumur hidup, aku tidak pernah mengira hanya punya satu anak. Aku sendiri punya kakak dan adik, jadi aku membayangkan Morton juga punya banyak saudara,’’ tutur dia. Namun, dia sangat mensyukuri kehadiran Morton. Bocah yang sudah 14 tahun itu kini menjadi prioritas pertama Yuen. Dalam hal apa pun. (ekn)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Pendidikan

Malang Post – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperoleh mitra strategis untuk melanjutkan program-programnya. Kali ini Lembaga Sensor Film (LSF)...

Malang Raya

Malang Post – Pemilihan Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang menjadi sorotan. Pasalnya, dalam proses seleksinya dinilai tidak transparan....

headline

Malang Post – Kakak beradik Kalipare mengalami musibah kecelakaan, Kamis (27/5/2021) pukul 18.00 di Jalan raya Sumberpucung dekat SPBU, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Sang...

Beauty

AMEG – Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan 27 imam masjid bertugas di Uni Emirat Arab (UEA). Dari jumlah itu, dua di antaranya merupakan warga...

ShowBiz

ORANG sering bilang, bahagia itu sederhana. Tapi sederhananya order mobil mewah di market place. Bilang bahagia itu sederhana. Tapi sesederhana es krim bertabur emas...

ShowBiz

MUNGKIN banyak orang berpikir seperti Deddy Corbuzier. Yang menganggap orang-orang dengan privilese tidak mungkin menderita gangguan mental. Kendall Jenner, putri sulung Kris dan Caitlyn...

ShowBiz

MUDA, tampan, banyak duit pula. Tiga faktor itu sudah cukup untuk membuat Kwak Dong-yeon populer di kalangan cewek. Pasti tidak sulit buatnya untuk hangout...

Malang Raya

AMEG – Berbagai cara dilakukan untuk menyadarkan pentingnya tidak mudik, karena pandemi Covid-19 masih berlangsung. Pemkot Batu misalnya, memilih mengimbau masyarakatnya lewat film Ojo...