Malang Raya

BELUM KANTONGI IZIN, 30 UNIT RUMAH DI GRIYA EMAS BEJI SUDAH LAKU

Komisi A DPRD Kota Batu inspeksi mendadak ke Perumahan Griya Emas Beji Mutiara Residence. (Foto: Ananto Wibowo)

AMEG – Perumahan Griya Emas Beji Mutiara Residance disidak Komisi A DPRD bersama DPMPTSPTK, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kota Batu. Sidak dilakukan, karena ditengarai belum memiliki lahan pemakaman.

Setelah disidak, ternyata perumahan itu juga belum memiliki izin apapun, mulai KRK (Keterangan Rencana Kota), IMB, ataupun sowan ke pihak desa. Perumahan itu berlokasi di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Kasat Pol PP Kota Batu, M Nur Adhim, menginstruksikan penghentian pembangunan, hingga izin benar-benar telah dikantongi.

Pada sidak itu, Satpol PP juga mengungkapkan, pada 2019 lalu, pengembang juga pernah diberi tindakan berupa sidang tipiring, terkait hal yang sama. Meski begitu, pembangunan perumahan yang rencananya akan dibangun 44 unit itu terus berlanjut. Bahkan sudah terjual 30 unit.

Anggota Komisi A DPRD Kota Batu, Kukuh Kusbianto, mengatakan, pada sidak kali ini juga ditemukan, pengembang, PT Assalam) belum memenuhi kewajiban legalitas, mulai IMB hingga PSU.

“Dengan temuan ini, kami mendorong pengembang segera mengurus legalitas dan kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi, sesuai Perda,” katanya. 

Dia juga menemukan KRK, IMB hingga rekomendasi dari dinas teknis juga belum ada. Sebab itu ia berharap pengembang segera mengurus perizinan. “Bahkan pemerintah desa setempat juga tidak tahu, karena pengembang tak pernah sowan ke Pemdes Beji,” ungkapnya. 

DIa juga menjelaskan, memang banyak pengembang nakal seperti itu, ditengarai karena pesatnya perkembangan Kota Batu. Usaha properti dinilai sangat menjanjikan, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi investor. 

Sementara itu, Kasi Pengawasan dan Penanaman Modal DPMPTSPTK Kota Batu, Bambang Priyanto, mengutarakan, sebenarnya pengurusan dokumen perumahan itu sudah jalan, yakni kelengkapan dokumen hingga penyesuaian sertifikatnya, karena masih ada beberapa bagian yang tak sesuai aturan. Antara objek dan legalitas SHM.

Bambang juga mengungkapkan, kebanyakan pengembang memang sudah melakukan pembangunan sebelum legalitas diberikan. “Itu jelas tak diperbolehkan. Pembangunan baru boleh dilakukan setelah izin keluar,” katanya.

Menurutnya, mengurus dokumen tak memakan waktu panjang, asal dokumen-dokumen telah disiapkan dan tidak ada permasalahan. “Jika sesuai persyaratan, satu bulan lebih sedikit sudah selesai,” katanya. 
Dikatakan juga, berdasar SOP, pengurusan dokumen meliputi KRK, izin mendirikan perumahan dari dinas teknis, setelah itu beranjak ke pengurusan IMB. (ar)

Click to comment

You May Also Like

Malang Raya

AMEG – Wawali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, langsung menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Senin […]

Malang Raya

AMEG – Pemkot Batu melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu pada tahun 2021 ini akan melakukan pembenahan 160 Rumah Tidak Layak […]

headline

AMEG – Peraturan peniadaan mudik sudah diujung tanduk. Peraturan tersebut akan berakhir pada 17 Mei pukul 23.59. Setelah tahap peniadaan mudik […]

Malang Raya

AMEG – Hari terakhir pemberlakuan kebijakan larangan mudik, Senin (17/5/2021) sejumlah ruas jalan di Malang Raya sudah mulai dipadati kendaraan. […]

headline

AMEG – Layanan pemeriksaan Rapid Test Antigen dan GeNose C19 di Stasiun Malang dipindahkan ke lokasi baru yang berada di sisi […]

Dahlan Iskan

Akhirnya polisi sepakat dengan Tesla: kecelakaan itu tidak ada hubungannya dengan autopilot. Itu berarti, polisi Texas harus meralat keterangan awalnya. Yang […]

headline

AMEG – Puluhan pegiat kemanusiaan, sejak Minggu (16/5/21) pagi hingga siang berada di Pantai Sendiki, Tambakrejo, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, […]

headline

AMEG – Puluhan anggota tim pencari, masih menyisir pantai Sendiki Tambakrejo, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, untuk menemukan Yudha, pemuda Singosari yang […]

Kriminal

AMEG – Disidik anggota Reskrim Polsek Turen, tersangka Khoir mengaku mencuri lebih dari sekali. Hingga kini, pengakuannya masih didalami penyidik dan […]

Copyright © 2020 Malang Post I All rights reserved.

Exit mobile version