Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

Uri-uri Budaya Jaga Sumber Air

LESTARIKAN: Wawali Batu Punjul Santoso saat menghadiri Selamatan Banyu dan Revitalisasi Kelestarian Sumber Daya Alam. (Foto: Ananto/DI’S WAY MALANG POST)

Batu – Menjaga kelestarian sumber daya alam, bisa melalui budaya selamatan. Wawali Batu, Punjul Santoso menjelaskan. Selamatan Banyu, bentuk kearifan lokal menjaga kelestarian sumber mata air. Penting dilakukan karena Kota Batu, hulu Sungai Brantas. Mengaliri 18 kabupaten/kota di Jawa Timur. 

“Selamatan ini bentuk rasa syukur. Agar Tuhan senantiasa memberikan kelimpahan air. Sehingga bisa digunakan makhluk hidup di dunia,” ujar Punjul kepada Di’s Way Malang Post, saat menghadiri Selamatan Banyu dan Revitalisasi Kelestarian Sumber Daya Alam, di Dusun Sabrang Bendo, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Selasa (30/3). 

Baca Juga ----------------------------

Digelar juga sarasehan dan diskusi. Merumuskan bagaimana memelihara dan menjaga sumber daya alam. Hasilnya akan disampaikan kepada pemerintah daerah. Sebagai masukan cara merawat bumi, sumber mata air dan segala sumber daya alam. Kondisi sumber air dari tahun ke tahun terus berkurang. Salah satunya, kurangnya kesadaran masyarakat akan kelestarian. Padahal air adalah kebutuhan pokok selain udara. 

“Pemkot Batu juga telah mengidentifikasi penyebab berkurangnya sumber mata air. Yaitu, keberadaan sumur bor, yang izinnya wewenang Pemprov,” katanya. Pihaknya telah menyampaikan kepada Gubernur Jatim, agar Pemkot Batu diberikan tembusan. Sehingga rekomendasinya tak hanya dari Pemprov saja. 

“Semua stake holder di Kota Batu serta PDAM agar senantiasa merawat dan memelihara sumber mata air. Karena jika dibiarkan begitu saja, bisa kehilangan,” jelas Punjul. Soal Perda RTRW yang saat ini berada di Pemprov akan mengalami beberapa perubahan. Disebabkan UU Ciptaker yang otomatis merubah tatanan UU di bawahnya.

“Hari ini kami telah menyampaikan ke Pemprov melalui Biro Hukum Jatim. Agar memberikan rekomendasi, karena perda tersebut sudah di dok,” ujarnya. Dalam perda ini, menyebutkan fungsi sumber mata air. Termasuk pengaturannya. Seperti sumber air di Bumiaji dialokasikan ke persawahan. Sumber di Kecamatan Batu dialokasikan untuk perkantoran. (ano/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

News

Malang Post – Kepedulian sosial saat ini benar-benar diuji. Tak perlu jauh. Perhatian terhadap orang didekat kita. Mereka yang terpapar Covid. Pasti butuh support. Seperti...

headline

Malang Post – Program yang digencarkan Walikota Malang Drs H Sutiaji tentang lima strategi penanganan Covid mulai membuahkan hasil. Diantaranya Malpro (Malang beli produk lokal),...

Malang Raya

Malang Post – Setelah 37 tahun menjadi anggota polwan, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni mengakhiri masa tugasnya di Polresta Malang Kota, pada usia 58 tahun....

Malang Raya

Malang Post – Ada yang menarik setelah rapat evaluasi Pemkot Malang dan Forpimcam Lowokwaru dan Blimbing. Walikota Malang Sutiaji dan peserta rakor mempraktekkan cara menggunakan...

Malang Raya

Malang Post –  Jumlah kasus Covid masih tinggi. Pemkot Malang pun menggelar rapat koordinasi dan evaluasi bersama Forum Koordinator Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Kali ini Kecamatan...

Malang Raya

Malang Post – Warga Kabupaten Malang menyambut antusias gelaran Vaksinasi Gotong Royong. Giat ini diselenggarakan IKA (Ikatan Keluarga Alumni) dan Keluarga Besar UB (Universitas Brawijaya),...

Pendidikan

Malang Post – Program akselerasi vaksinasi terus dilakukan pemerintah. Mulai dari tingkat pusat maupun di daerah. Tak ketinggalan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ikut andil melakukan...

headline

Malang Post – Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan pemimpin baru beberapa institusi pendidikan di bawah naungannya. Salah satunya Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang...