Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Dewan Kritisi Pembongkaran Taman Jalan

Situbondo – Komisi III DPRD Situbondo menyoal pembongkaran sejumlah taman jalan tengah kota. Seharusnya pembongkaran aset daerah itu memiliki dasar yang jelas. Tidak serta merta membongkar begitu saja.

Sejak sepekan terakhir ada wacana perubahan jalur lalu lintas di sejumlah ruas jalan kota. Karena itu,  banyak taman di pertigaan dan perempatan jalan dibongkar. Diantaranya, pertigaan Jalan Diponegoro, Jalan Ahmad Yani depan Kantor Pegadaian, Jalan Madura, Jalan PB Sudirman dan pertigaan Jalan Irian Jaya.

Baca Juga ----------------------------

Bashori Shonhaji, Ketua Komisi III DPRD Situbondo mengatakan, alasan dari pembongkaran taman jalan itu untuk rencana pengaktifan kembali dua jalur.

“Mengapa langsung main bongkar, tanpa koordinasi, minimal dengan Forum Komunikasi Lalu Lintas Situbondo. Itu kan masih rencana, mengapa sudah dibongkar,” bebernya.

Menurutnya, sampai saat ini, rencana pengaktifan dua jalur di sejumlah jalan masih belum dirapatkan oleh forum lalu lintas. Seperti, unsur Dinas Perhubungan (Dishub), Satlantas Polres Situbondo. “Perlu ada kajian komprehensif,” imbuh pria yang akrab disapa Bashori ini.

Ia menambahkan, jika masih proses uji coba perubahan arus lalu lintas, maka jangan dilakukan pembongkaran terlebih dahulu. Bisa saja, ada sejumlah petugas yang akan mengatur lalu lintas di area tertentu.

Tetapi, Bashori sepakat jika seandainya ada pengaktifan dua arah di sejumlah jalan yang membuat sejumlah toko mati usahanya. Tentu harus melalui mekanisme yang benar. “Kalau ada kajian, dan masukan dari masyarakat tidak masalah, monggo dibongkar,” tutupnya.

Bupati Situbondo, Karna Suswandi menjelaskan, dia akan berusaha maksimal, untuk kembali mengaktifkan dua arah seperti terdahulu. Itu dilakukan, karena ia menerima laporan banyak ruko yang gulung tikar akibat diberlakukan satu arah. 

Bupati Karna membenarkan, jika pergantian dua arah akan berdampak pada kemacetan. Tetapi, kemacetan itu tidak akan terjadi setiap hari. Hanya akan terjadi di hari tertentu. (zai/ekn)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Dahlan Iskan

KALI ini yang mendapat giliran meninggal karena Covid adalah ulama perempuan: Prof Dr Huzaemah Tahido Yanggo, 71 tahun (lahir 30 Desember 1949 di Palu)....

headline

Malang Post – Program Studi Doktor (S3) Ekonomi Syariah Univesitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) membuka pendaftaran mahasiswa baru gelombang II pada 1 Juli...

Malang Raya

Malang Post – Zahidhan Syahrul Syofiudin (18) salah satu anak dari buruh tani serabutan. Berhasil lolos seleksi Bintara Polri tahun 2021, Kamis (22/7/2021) malam. Ini membuat bangga sekaligus mengangkat nama...

Pendidikan

Malang Post – Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) terinspirasi membuat body lotion yang mampu mencegah Covid-19. Indri Dwi...

Ekobis

Malang Post – PT Sekar Bumi Tbk, membukukan penjualan Rp 3,1 triliun tahun 2020. Naik 50 persen dari tahun sebelumnya. Keberhasilan emiten dengan kode perdagangan SKBM...

Dahlan Iskan

IA ada di dalam, tapi tidak sampai menjadi orang dalam. Itulah Sarwono Kusumaatmadja. Yang 24 Juli besok berulang tahun Ke-77. Saya baru selesai membaca...

Arema

Malang Post – Publik sepak bola nasional belum lama dikejutkan dengan dipecatnya dua pemain, yang belasan tahun menjadi ikon Persipura Jayapura. Striker Boaz Theofilius Erwin...

Arema

Malang Post – Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana, masih belum bisa bernafas lega. Jelang sebulan ke depan kick off kompetisi Liga 1 2021/2022 bakal digulirkan. Lantaran...