Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Saling Klaim Hak Pengelolaan Lahan, PTPN XII Penyuluhan Hukum ke Warga Tegalrejo

CARI KESEPAHAMAN: Penyuluhan hukum kepada warga Desa Tegalrejo oleh PTPN XII bersama Forpimda Kabupaten Malang.( Foto: GIMAN/DI’S WAY MALANG POST)

Malang – Sengketa hak pengelolaan lahan antara PTPN XII dan sejumlah warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang, Selasa (23/3) memasuki babak baru. Ditandai dengan penyuluhan hukum yang dilakukan bersama Forpimda Kab Malang. Bahkan pihak Kanwil BPN Provinsi Jatim juga menjelaskan status kedudukan hukum lahan sengketa.

Ini salah satu upaya PTPN XII memberi pemahaman hukum kepada masyarakat. Agar masyarakat lebih bijak menyikapi permasalahan hukum atau sengketa pada lahan berstatus hak guna usaha (HGU) oleh PTPN XII. Pasalnya, polemik pernah terjadi beberapa tahun terakhir. 

Bagian Hukum PTPN XII Kebun Pancursari, Thomas Valianto Nugroho mengatakan, melalui penyuluhan ini harapannya masyarakat bisa memahami HGU pihaknya tidak tumpang tindih dengan sertifikat redist di dalamnya. 

“Perlu diketahui, antara area sertifikat HGU dengan area redist itu berbeda tempat. Isu tersebar di masyarakat selama ini, di dalam HGU ada tumpang tindih. Itu tidak benar,” ujar Thomas. 

Sengketa ini, masih diwarnai saling klaim. Pihak PTPN XII menyatakan, dari sekitar 1.300 hektare lahan yang berada di status HGU, ada 635 hektare diklaim dimiliki warga dan dikelola. 

“Dari 1.300 an hektare lahan, ada sekitar 635 hektare yang atas nama warga. Jadi kita, sekitar 700 hektare. Itu bentuknya lahan perkebunan, bukan pemukiman,” ujar SEVP Operation PTPN XII, Tri Septiono, Selasa (23/3) siang. 

Pihaknya hingga kini berupaya mencari kebenaran. Pasalnya, berdasarkan informasi yang dihimpun, baik dari warga maupun sumber lainnya, ada sejumlah bidang tanah di bawah penguasaan warga luar Desa Tegalrejo. 

“Kalau tadi, ada yang bilang, juga ada yang atas nama warga selain Desa Tegalrejo. Kami minta tolong disertakan buktinya. Mungkin kelengkapan berkasnya,” imbuhnya. Maka pihaknya meminta kepada Pemkab Malang beserta jajarannya, agar bersedia memfasilitasi supaya perkara ini, bisa segera mendapat titik terang. 

“Yang kami minta, ya pertama dari Pemdes Tegalrejo. Sebagai perpanjangan tangan dari Pemkab. Kami minta dibantu perkara inventarisir kelengkapan berkasnya. Jika memang ada, akan kami sesuaikan dengan data dan berkas yang kami punya,” jelasnya. 

Ternyata hal berbeda disampaikan salah satu tokoh masyarakat (tomas) Desa Tegalrejo, Mardjoko. Menurutnya, tanah yang saat ini berada dalam pengelolaan warga hanya seluas 177 hektare. 

Mardjoko mengatakan, pihak PTPN XII selama ini hanya mengklaim saja. Artinya, mereka tidak pernah bisa menunjukan titik-titik mana saja yang diklaim dikelola warga. 

“Iya hanya itu saja. Tolong ditunjukan mana saja titik-titiknya. Kalau hanya dari peta tersebut. Saya sudah pernah lihat peta itu. Saya paham betul kalau peta itu,” ujarnya. 

Untuk itu, dirinya berharap. Sengketa yang sudah terjadi sekian tahun ini, tidak makin berlarut-larut. Artinya, ada win-win solution yang bisa ditawarkan untu dijalankan bersama warga. Salah satunya dengan kemitraan. 

“Kalau kemitraan itu, sepertinya bagus menurut saya. Karena kalau dirasakan, sebenarnya warga tidak begitu berpikir tentang kepemilikan. Hanya saja, memang butuh untuk tabungan, biaya sehari-hari dan kebutuhan lainnya. Tapi ya monggo, jelas ada aturannya,” pungkas Mardjoko. (riz/jan)

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

Malang Raya

AMEG- Puasa tahun sebelumnya, Kampung Pegadaian di Kecamatan Turen terbilang rawan kejahatan. Tidak sekali dua kali, maling menyatroni kampung ini. […]

Malang Raya

AMEG- Warga  Turen, Kabupaten Malang merasa tenang melaksanakan salat tarawih di Bulan Ramadan ini.  Mereka khusyu’ salat di masjid  sementara […]

News

AMEG – Lingkar Sosial (Linksos) Indonesia lewat Tim Relawan Kemanusiaan (TRK) Inklusi Omah Difabel menggandeng BPBD Kabupaten Malang, PMI Kabupaten […]

Olahraga

AMEG – Persija Jakarta mengusung misi revans atau balas dendam. Saat berhadapan dengan PSM Makassar, di babak semifinal leg pertama, […]

Malang Raya

AMEG – Seleksi kandidat direksi BUMD PT BWR berlanjut. Lima peserta sudah dinyatakan lolos seleksi administrasi. Rabu (14/4/21) hari ini […]

Arema

AMEG – Keputusan tampaknya sudah diambil. Arema FC di Liga 1 2021 mendatang, bakal menggunakan jasa pelatih asing. Itu berarti, […]

Kriminal

AMEG – Pelaku curanmor Honda Scoopy, Rabu (14/4) pukul 03.10, terekam CCTV saat melintasi Jalan Mawar Gang II/14 RT04/RW04, Lowokwaru, […]

Kriminal

AMEG – Sepeda motor Honda Scoopy menjadi favorit incaran para pencuri motor (Curanmor).Rabu (14/4) siang, M Zuhdy Achmadi, 56, melapor […]

Kesehatan

AMEG – Dinas Kesehatan Kota Malang memastikan vaksinasi Covid-19 tetap berjalan selama Ramadan.Saat ini fokus pada lansia serta tahap kedua […]

Kesehatan

AMEG – Anda tentu pernah tiba-tiba lupa dimana menaruh kunci, lupa menaruh dompet, lupa password media sosial, bahkan lupa akan […]

headline

AMEG – Pasca gempa berkekuatan 6,1 di Kabupaten Malang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengunjungi Kota Batu, karena, setidaknya […]

%d bloggers like this: