Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Berpegangan Tangan, Walikota Divaksin

MESRA: Wali Kota Malang terlihat memejamkan mata, sembari tangannya digenggam erat Widayati, saat vaksinasi di Gedung Kartini, Selasa (23/3). (Joffa Safik/DI’s Way Malang Post)

Malang – Pasca terkonfirmasi positif Covid-19 awal Desember 2020 lalu, Selasa (23/3), Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji  jalani vaksinasi Covid-19. Bersama sang istrinya, Widayati Sutiaji dan kedua anaknya, mereka disuntik vaksin di Gedung Kartini, Jalan Tangkuban Perahu Kota Malang.

Sutiaji baru menjalani vaksinasi, lantaran sebelumnya pernah terpapar Covid-19. Sederetan pemeriksaan kesehatan juga sempat dilakukan, sebelum akhirnya bisa divaksinasi.

Baca Juga ----------------------------

‘’Saya itu membayangkan, karena masuknya (jarum suntik) kemarin, saya lihat ketika vaksin pertama itu kan dalam. Saya pikir sakit. Tapi, ternyata tidak sakit. Mudah-mudahan tidak ada reaksi apa-apa, karena habis ini saya langsung kegiatan,’’ ungkapnya.

Bisa jadi karena hal itu, ketika vaksinator akan menyuntikkan vaksin, Sutiaji terlihat agak ketakutan. Dia memejamkan mata. Sementara sang istri yang berada di sampingnya, memegang erat tangan Sutiaji.

Sebelum vaksinasi, Sutiaji telah menjalani serentetan pemeriksaan kesehatan dasar. Untuk memastikan kondisi tubuhnya sehat dan siap disuntik. Dirinya juga menceritakan, hingga semalam masih belum yakin, apakah akan menjalani vaksin hari ini.

‘’Dari kena yang pertama (positif Covid-19) saya memang sudah memenuhi syarat. Semalam memang saya masih mikir. Justru sempat deg-degan. Karena ini kan pertama buat saya, istri dan anak-anak. Hanya si kecil yang tidak ikut, karena usianya belum 17 tahun,’’ imbasnya.

Dokter yang menangani pemeriksaan kesehatannya Sutiaji, juga menyarankan untuk makan sayur dan memperbanyak air putih.

‘’Banyak pertanyaan tadi. Ditanya alergi penyakit apa, punya riwayat sakit apa, kekentalan darah, gula darah dan lainnya. Alhamdulillah lolos. Tensi saya mungkin juga karena tegang, biasanya nggak pernah tinggi. Tadi 131/70 tapi masih lolos,’’ tandasnya.

Sutiaji juga mengimbau masyarakat Kota Malang, pelaksanaan vaksin tersebut aman dan bermanfaat bagi kesehatan. Karena itu, nantinya siapa pun yang telah sesuai syarat sebagai penerima vaksin, diharapkan untuk menyukseskan vaksinasi Covid-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr. Husnul Muarif menyatakan, kondisi Wali Kota Malang memang telah memenuhi syarat untuk divaksin. Menurutnya, seorang penyintas Covid-19 baru bisa menjalani vaksin minimal tiga bulan setelah dinyatakan negatif melalui PCR.

‘’Paling cepat, syarat penyintas itu tiga bulan, setelah dinyatakan negatif lewat pemeriksaan PCR-swab. Pak Wali juga sudah menjalani pemeriksaan dasar terkait kondisinya, mulai dari fungsi ginjal, pembukuh darah, lalu gula darah asam urat dan kolesterolnya,’’ bebernya.

Sementara itu di tempat yang sama, sekitar 160 anggota Tim Penggerak PKK di Kota Malang, juga menjalani vaksinasi dosis pertama vaksin Covid-19. Kegiatan tersebut juga bersamaan dengan kegiatan vaksinasi kepada Wali Kota Malang, Sutiaji bersama keluarga yang terdiri dari istrinya, Widayati Sutiaji dan kedua anaknya.

Ketua TP PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji mengungkapkan, tidak semuanya anggota TP PKK, kemarin divaksin. Vaksinasi hanya diikuti oleh TP PKK Kota Malang, TP PKK Kelurahan dan TP PKK di tingkat Kecamatan.

‘’Untuk kota, semuanya ada 36 yang kita vaksin. Yang Kecamatan kita ambil sampel aja ada 22 sehingga ada 10. Untuk Kelurahan ada 57 dikalikan 2. Totalnya sekitar 160-an yang divaksin hari ini,’’ bebernya.

Sedangkan bagi anggota TP PKK lainnya, masih menunggu stok ketersediaan vaksin Covid-19 di Kota Malang. Dirinya sudah meminta kepada Wali Kota Malang, agar segera memberikan vaksin Covid-19 kepada anggota TPP PKK di Kota Malang.

‘’Intinya saya minta ke Bapak, agar memberikan vaksin kepada kita. Karena kami juga garda terdepan dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Kita banyak terjun langsung ke masyarakat walaupun di tengah Covid-19, kader harus tetap jalan,’’ ungkapnya. (jof/rdt)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Dahlan Iskan

KALI ini yang mendapat giliran meninggal karena Covid adalah ulama perempuan: Prof Dr Huzaemah Tahido Yanggo, 71 tahun (lahir 30 Desember 1949 di Palu)....

headline

Malang Post – Program Studi Doktor (S3) Ekonomi Syariah Univesitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) membuka pendaftaran mahasiswa baru gelombang II pada 1 Juli...

Malang Raya

Malang Post – Zahidhan Syahrul Syofiudin (18) salah satu anak dari buruh tani serabutan. Berhasil lolos seleksi Bintara Polri tahun 2021, Kamis (22/7/2021) malam. Ini membuat bangga sekaligus mengangkat nama...

Pendidikan

Malang Post – Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) terinspirasi membuat body lotion yang mampu mencegah Covid-19. Indri Dwi...

Ekobis

Malang Post – PT Sekar Bumi Tbk, membukukan penjualan Rp 3,1 triliun tahun 2020. Naik 50 persen dari tahun sebelumnya. Keberhasilan emiten dengan kode perdagangan SKBM...

Dahlan Iskan

IA ada di dalam, tapi tidak sampai menjadi orang dalam. Itulah Sarwono Kusumaatmadja. Yang 24 Juli besok berulang tahun Ke-77. Saya baru selesai membaca...

Arema

Malang Post – Publik sepak bola nasional belum lama dikejutkan dengan dipecatnya dua pemain, yang belasan tahun menjadi ikon Persipura Jayapura. Striker Boaz Theofilius Erwin...

Arema

Malang Post – Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana, masih belum bisa bernafas lega. Jelang sebulan ke depan kick off kompetisi Liga 1 2021/2022 bakal digulirkan. Lantaran...