Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Kota Malang Responsif Gender

VERIFIKASI: Walikota Malang Drs H Sutiaji didampingi jajaran terkait saat verifikasi lapangan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) di NCC Kota Malang. (Foto: Istimewa)

Malang – Walikota Malang Drs H Sutiaji menjadi narasumber dalam proses verifikasi lapangan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) digelar online di NCC Kota Malang. Penghargaan ini terkait dengan pencapaian Pengarus Utamaan Gender (PUG) di Kota Malang. Turut hadir, Ketua TP PKK–Widayati S.Sos MM, Ketua DPRD– I Made Riandiana Kartika, Pjs Sekretaris Daerah–Hadi Santoso dan Kepala OPD terkait.

 “Jadi kepedulian pemerintah kepada gender, tidak perempuan saja. Semua kolaborasi. Maka semua harus hadir. Komitmen kita sudah tinggi,” ujar Sam Aji, panggilan akrab Walikota Malang ini.

Komitmen ini, tercantum dalam misi ketiga: Mewujudkan kota yang rukun dan toleran berazaskan keberagaman dan keberpihakan terhadap masyarakat rentan dan gender. Proporsi penduduk perempuan Kota Malang lebih banyak dibandingkan laki-laki. Prosentasenya 50,68 % dari 843.810 jiwa penduduk. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2020 tercatat 81,45. Angka IPM Kota Malang di atas IPM Jawa Timur yang baru menyentuh 71,71. 

Indeks Pembangunan Gender (IPG) sudah tinggi, mencapai 94,72 tahun 2019. Angka capaian Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) sudah pada nilai 78,11. Perkembangan Pengarus Utamaan Gender (PUG) sudah komplit mencakup komitmen, kebijakan, kelembagaan, sumber daya, data, sistem informasi, KIE dan peran serta.

“Alhamdulillah. Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus menurun. Semua tertangani,” ujar Sam Aji . Tercatat tahun 2017 ada 67 kasus dan seiring bertambah tahun, trennya menurun. Tahun 2020 tercatat 51 kasus. 

Kota Malang juga sudah membuat terobosan PUG. Seperti sepasar pedas, top 45 Sinovik Kemenpan RB tahun 2020; Musrenbang Tematik Perempuan, tercatat 53 % usulan terakomodir dalam tindak lanjut musrenbang tematik 2020; Urban Farming, Sekolah Kartini dan masih banyak lagi.

“Komunikasi, informasi dan edukasi gender selain melalui skema pertemuan dan media konvensional, juga telah memanfaatkan media sosial pemkot,” ujar Sutiaji.

Peran serta masyarakat sangat besar dan menjadi representasi pentahelix dalam pembangunan responsif gender.(jof/jan)

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

Socialnet

Ameg – Buat Nicole Kidman, tidak ada yang mengalahkan kenikmatan spa. Terapi yang mengombinasikan pijat dan berendam air panas itu […]

Wisata

AMEG – Jika Anda penikmat durian tidak lengkap rasanya jika belum mencicipi durian bidadari.  Buah beraroma khas ini berasal dari […]

Socialnet

BUAT Nicole Kidman, tidak ada yang mengalahkan kenikmatan spa. Terapi yang mengombinasikan pijat dan berendam air panas itu ampuh mengembalikan […]

headline

AMEG – Kepala Sekolah SD Negeri Kasin 1,  Budi Hartono menyatakan. Sebelum melaksanakan pembelajaran tatap muka, ada tahapan yang harus […]

Pendidikan

AMEG – Pandemi covid-19 mengubah segalanya. Termasuk karakter murid sekolah. Interaksi sosial yang bisa membentuk karakter, tak bisa optimal. Aktifitas […]

Malang Raya

AMEG – Di saat warga beragama Islam menjalankan Tarawih, warga Nasrani menjaga Kampung Wolulas Pegadaian/ RW 18, Turen, Kabupaten Malang. Seperti […]

Malang Raya

AMEG – Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang  Dr Henry Praherdhiono berpesan. Saat pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di […]

headline

AMEG – Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji, bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), lakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Satuan Polisi […]

Malang Raya

AMEG – Sekjen Forum Komunikasi Komite Malang (FKKM)  Dihin Widarti, saat talkshow di Radio City Guide, menyampaikan. Angket terkait PTM […]

headline

AMEG – Bagaimana teknis masuk sekolah saat pandemi? Disdikbud Kota Malang sudah mengaturnya. Teknisnya mengacu pada SE Walikota Malang. Kepala […]

Malang Raya

AMEG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana hadir pada Talk Show di Radio City Guide 911 […]

%d bloggers like this: