Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Kolokium Doktor Bahas Solusi Pangan

PRODUKSI: Para doktor menyatakan tingkat produksi bahan pangan pokok di Indonesia sangat rendah. (Foto: Istimewa)

Malang – Pertanian merupakan salah satu sektor penggerak roda perekonomian di Indonesia. Namun kecenderungan Indonesia untuk mengimport bahan pangan pokok dari luar negeri masih cukup tinggi.

Melihat permasalahan tersebut, Kolokium Doktor Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membahas tuntas mengenai kondisi agribisnis di Indonesia. Acara tersebut diselenggarakan melalui kanal Zoom dan Youtube Agribisnis UMM, belum lama ini.

Dalam keynote speechnya, Dr Jangkung Handoyo Mulyo MEc mengatakan, tingkat produksi bahan pangan pokok di Indonesia sangat rendah dari tahun ke tahun. Import bahan pangan pokok seperti beras, jagung, kedelai, gula dan daging juga cukup tinggi di Indonesia. 

“Tahun 2019, produksi padi di Indonesia hanya bertumbuh 0,31% sementara produksi padi dunia bertumbuh 1,25%. Di produksi kedelai, Indonesia hanya bertumbuh 2,08% sementara produksi kedelai dunia mencapai 4,1%,” terang dosen Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada tersebut.

Jangkung kembali menjelaskan, index ketahanan pangan Indonesia masih lemah dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Meskipun beberapa tahun ini mengalami peningkatan, Indonesia masih berada di kisaran peringkat tengah.

“Pada Global Food Security Index 2019, ketahanan pangan Indonesia menempati posisi ke 62 dari 113 negara. Sementara Singapore menempati posisi pertama dalam daftar tersebut. Hal ini seharusnya memacu kita untuk meningkatkan akses dan ketersediaan pangan di Indonesia untuk kedepannya,” kata Jakung.

Dalam gelaran kolokium tersebut hadir pula tiga pemateri ahli yakni Dr Ir Istis Baroh MP, Dr Ir Rahayu Relawati MM serta  Dr Ir Bambang Yudi Ariadi MM. Dalam materinya, Bambang mengungkapkan Indonesia memiliki beberapa permasalahan di bidang agribisnis.

Pertama, lemahnya keterkaitan antar masing-masing pelaku agribisnis. Kedua, masih menggunakan cara-cara konvensional dalam pengembangannya. Terakhir, jumlah petani kecil dengan lahan kurang dari satu hektar sangat dominan.

“Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut diperlukan sinkronisasi antara pelaku agribisnis dari hulu sampai hilir. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga akan mendorong perkembangan agribisnis di Indonesia,” ditekankan Dosen FPP tersebut

“Selain dapat memperbaiki perekonomian Indonesia, agribisnis yang baik juga akan membuka banyak lowongan pekerjaan di Indonesia,” tandasnya lagi.

Di lain kesempatan, Dr Ir David Hermawan MP IPM selaku Dekan FPP berharap bahwa acara kolokium doctor ini dapat menjadi penerang hati masyarakat. Selain itu juga bisa membuat pembangunan agribisnis nasional kita menjadi berdikari dan mandiri.

“Semoga acara ini dapat menjadi pengubah dan penggerak agribisnis nasional. Paling tidak dapat mengurangi permasalahan-permasalahan  pangan di Indonesia,” ujarnya. (roz/jan)

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

News

Kasus narkoba mulai bermunculan kembali di Malang, setelah Kepolisian Daerah Jawa Timur ( Polda Jatim) menangkap enam tersangka kasus narkoba. […]

headline

AMEG – Pembangunan hunian sementara (Huntara) atau rumah sementara bagi korban gempa di Kabupaten Malang mulai dilakukan. Salah satunya di […]

headline

AMEG – Dalam Kajian Ramadan yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., Ketum PP […]

Malang Raya

AMEG – Polres Batu kembali membagikan ratusan paket bantuan sosial (Bansos) untuk masyarakat.Sabtu (17/4/21) hari ini membagikan takjil gratis untuk […]

Pendidikan

AMEG – Kelompok 29 Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Sosialisasi Pencegahan Covid-19. Bertempat di Balai […]

headline

AMEG – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang, menggandeng Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) untuk memberikan trauma healing.  […]

Kuliner

AMEG – Setelah lebih dari setahun, masyarakat di tanah air merasakan dampak pandemi Covid-19. Menyebabkan berbagai masalah muncul. Kini dengan […]

Socialnet

Ameg – Buat Nicole Kidman, tidak ada yang mengalahkan kenikmatan spa. Terapi yang mengombinasikan pijat dan berendam air panas itu […]

Wisata

AMEG – Jika Anda penikmat durian tidak lengkap rasanya jika belum mencicipi durian bidadari.  Buah beraroma khas ini berasal dari […]

Socialnet

BUAT Nicole Kidman, tidak ada yang mengalahkan kenikmatan spa. Terapi yang mengombinasikan pijat dan berendam air panas itu ampuh mengembalikan […]

Pendidikan

AMEG – Rabu (14/4/2021), Rektor didampingi Wakil Rektor IV dan  beberapa pimpinan Universitas Negeri Malang (UM), memantau pelaksanaan Ujian Tulis […]

%d bloggers like this: