Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Selamatkan Arsip Sejarah Kota

TELUSURI: Dispussipda Kota Malang gelar workshop penelusuran arsip dan dokumen sejarah Kota Malang yang dimiliki perseorangan.( Foto: Joffa/HARIAN DI’S WAY MALANG POST)

Malang – Arsip sejarah Kota Malang yang dimiliki Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Malang masih terbatas kumpulan foto. Sementara itu, jumlah dokumen formal bernilai sejarah sangat sedikit.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Malang pun bergerak. Mengumpulkan berbagai elemen masyarakat di Atria Hotel, Hari ini. Sekaligus dipaparkan penelusuran arsip sejarah. Sebab arsip tersebut adalah jejak peradaban.

Baca Juga ----------------------------

“Bukan hanya bermanfaat untuk sekarang. Tetapi, agar generasi 100 tahun kemudian tetap mengingat kita,” ujar Sekretaris Dispussipda Kota Malang, Lilis Furqoniyah Hayati.

Pemkot Malang lewat OPD perpustakaan, bertujuan melindungi arsip sejarah otentik. Namun, banyak arsip sejarah Kota Malang menjadi kepemilikan perseorangan. Pemkot Malang pun telah menyusun Ranperda. Agar kearsipan Kota Malang bisa bertambah dokumen sejarah dari perseorangan.

Kabid Kearsipan Kota Malang, Wahyu Hariyanto menambahkan. Mekanismenya, perda akan melahirkan perwal. Dalam perwal ini, akan ada pasal soal tim apraisal arsip. Termasuk, mekanisme ganti rugi arsip sejarah.

“Nantinya, akan ada perwal juga, untuk apraisal arsip sejarah. Dokumen milik perorangan, bisa dapat ganti rugi,” ungkapnya.

Saat ini, arsip sejarah milik Pemkot masih terbatas kumpulan foto. Jumlahnya sekitar 1500-an arsip. Sementara, arsip berupa dokumen otentik masih minim. Sebaliknya, dokumen otentik sejarah, banyak menjadi milik perseorangan.

Karena itu, momen ini menjadi pengingat masyarakat. Bahwa, OPD perpustakaan dan kearsipan sangat terbuka menerima dokumen sejarah. Terutama, dokumen otentik yang berkaitan dengan sejarah Kota Malang. Tujuannya bukan untuk kepentingan pribadi OPD atau Pemkot Malang.

Melainkan, demi keberlangsungan catatan peradaban. Sehingga, generasi 100 tahun lagi masih mengingat fakta sejarah Kota Malang. “Karena itu juga, kami mengundang banyak elemen dalam workshop ini. Misalnya organisasi masyarakat, komunitas sejarah dan tempat usaha,” tambahnya.

Semua peserta undangan workshop, berpotensi memiliki arsip sejarah. Menurutnya para peserta juga antusias. “Kebanyakan punya arsip sejarah dengan latar belakang masing-masing. Misalnya arsip sejarah masjid. Kemudian, arsip sejarah tempat usaha,” tegasnya. (jof/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Lanal Malang menghelat serbuan vaksin di RW 09 Kelurahan Oro Oro Dowo Kecamatan Klojen. Selasa (7/12), tim nakes dari Lanal Malang...

Malang Raya

Malang Post – Selasa 7 Desember 2021, tim vaksinasi di Kota Malang menggelar penyuntikan di kawasan RW 04 Kelurahan Mulyorejo Kecamatan Sukun Kota Malang....

News

Malang Post — Sejumlah penambang pasir berhasil menyelamatkan saat lahar dingin mengaliri sungai dekat Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. Ada 1 sopir...

Malang Raya

Malang Post — Beberapa waktu lalu, rencana pembangunan cold storage senilai Rp 16 miliar di Kelurahan Dadaprejo, Kota Batu disoal dewan. Kini pembangunan cold storage...

News

Malang Post – Sembab kedua mata Gitta (39) kakak kandung korban Happy Teguh Hartanto atau Hebe (34). Ia berhenti terisak memanggil nama sang adik. Malam...

Pendidikan

Malang Post – Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengirimkan tim ke lokasi erupsi Lumajang. Dua tim dengan masing-masing lima orang, berangkat...

Wisata

Malang Post – Memasuki pergantian tahun 2022, Harris Hotel & Conventions Malang resmi meluncurkan package menarik di penghujung tahun. Situasi PPKM yang lebih diperketat di akhir...

Pendidikan

Malang Post – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang terus bergerak menjadi universitas bereputasi internasional. Berbagai upaya ditempuh sivitas kampus berlogo Ulul...