Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Lima Fraksi Singgung Jabatan Sekda

Situbondo – Mayoritas Fraksi di DPRD Situbondo mengkritisi sikap Pemprov Jatim yang hingga kini belum mengeluarkan keputusan pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) Situbondo. Padahal, sekda sudah menjabat 7 tahun lebih.

Itu disampaikan lima fraksi saat pembacaan pandangan akhir fraksi dalam Rapat Paripurna Persetujuan dan Penetapan Raperda APBD 2021, di Gedung Dewan, Senin (8/3).

Baca Juga ----------------------------

Menurut Juru Bicara Fraksi Gabungan (PPP, GIS, Demokrat, dan PDIP) Siti Maria Ulfa, jabatan sekda sudah semestinya diganti. Karena melebihi waktu yang sudah ditentukan.

“Padahal, sesuai aturan, jabatan sekda paling lama lima tahun dan bisa diperpanjang dua tahun. Sementara Sekda Syaifullah, jabatannya lebih dari tujuh tahun,” kata Siti Maria Ulfa, saat menyampaikan pandangan akhir fraksi gabungan.

Hal senada disampaikan Fraksi Golkar. Jabatan sekda sesuai ketentuan pasal 19, 108, 115, pasal 117 ayat (1) Undang-undang Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN, bahwa sekda dapat diduduki paling lama lima tahun, dan dapat diperpanjang dua tahun.

“Fraksi Golkar berharap, Bupati Karna Suswandi, segera mengadakan seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama, sebagaimana diamanatkan undang-undang,” kata Juru Bicara Fraksi Golkar, Heru Sugiartono.

Menanggapi itu, Bupati Karna mengaku, masih menunggu keputusan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, terkait mutasi sekda.

“Pemerintahan yang kemarin sudah tiga kali mengusulkan ke gubernur, terkait pergantian sekda. Jadi, kita tunggu saja keputusan gubernur,” ujar Karna yang baru sepuluh hari menjadi Bupati Situbondo ini.

Perlu diketahui, Sekda Syaifullah dilantik pada 18 Maret 2013. Maret 2020, jabatan sekda sudah mencapai 7 tahun. Namun hingga saat ini, Syaifullah tetap menjabat sebagai sekda.Pada 2019, Sekda Syaifullah sudah melayangkan surat pengajuan untuk menduduki jabatan baru di lingkungan Pemprov Jatim. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan dari gubernur. (Ana-zai)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Pendidikan

Malang Post – Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat. Masyarakat dapat berkomunikasi dan bisa mengakses berbagai informasi dari seluruh penjuru dunia dengan mudah. Salah satu media yang digunakan dalam mengakses informasi dan berkomunikasi adalah media sosial. Hampir semua orang tidak bisa terlepas dari penggunaan media sosial. Bahkan di dalam dunia pendidikan, media social menjadi salah satu media yang sering digunakan untuk mencari sumber literasi. Namun, kemudahan akses yang diberikan media...

Pendidikan

Malang Post – Mahasiswa Polinema (Politeknik Negeri Malang) bersemangat melahirkan inovasi bagi masyarakat. Kali ini diwujudkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Karsa Cipta. Tim...

News

Malang Post – Masker saat ini bukan sekedarnya. Namun menjadi keharusan di setiap aktivitas. Sejak pandemi Covid-19 terjadi. Lantaran berfungsi mencegah penyebaran virus. Namun, penggunaan...

headline

Malang Post – Pelaksanaan vaksinasi bagi warga Kecamatan Kepanjen mendapat respon positif. Bisa dilihat Minggu (25/7/2021). Sejak pukul 08.00, sudah dipadati warga. Vaksinasi ini digagas...

Malang Raya

Malang Post – Patroli gabungan pendisiplinan PPKM Level 4, dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19 kembali digelar.  Minggu (25/7/2021), aparat gabungan dari Polresta...

headline

Malang Post – Sampai saat ini, vaksinasi massal sudah menjadi minat masyarakat. Terbukti dari tingginya animo dan antrian yang mengular di lokasi vaksin di Kota...

Dahlan Iskan

Sudah 10 hari saya tidak menerima WA dari senior saya itu: Christianto Wibisono. Tumben. Biasanya hampir tiap hari beliau mengirimi saya info. Apa saja....

Pendidikan

Malang Post – Polybag adalah, kantong plastik berbentuk segi empat, biasanya berwarna hitam. Digunakan untuk menyemai tanaman dengan ukuran tertentu yang disesuaikan dengan jenis tanaman. Bahkan...