Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Padi Unggul Ponorogo

UNGGUL: Varietas bibit padi unggul yang diberi nama Kreatifitas Insan Petani (KIP), diluncurkan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko disaksikan Gubernur Khofifah.( Foto: Humas Pemprov Jatim)

Surabaya – Usai serah terima jabatan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko dan wakilnya, Lisdyarita meluncurkan varietas bibit padi unggul yang diberi nama Kreatifitas Insan Petani (KIP). Peluncuran disaksikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono di lokasi persawahan Desa Semanding, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo.

Menurut Sugiri, keunggulan bibit padi KIP tersebut cukup istimewa karena mampu menghasilkan 16 ton gabah per hektare. Varietas ini yang dibutuhkan karena Ponorogo memiliki 34 ribu sawah yang bagus dan membutuhkan benih sekitar 870 ribu kilogram.

Baca Juga ----------------------------

“Maka kami berupaya untuk membuat varietas bibit padi yang unggul dan sedang proses menuju ke sana. Mudah-mudahan hasilnya baik, bisa dilihat sendiri hasilnya, mulai dari daunnya membuat kita lebih optimis,” kata Sugiri.

“Jumlah butirnya bisa mencapai 600 -700 butir per malai. Dengan demikian, ini diharapkan bisa berhasil dan menjawab kegelisahan rakyat Ponorogo,” sambung Sugiri.

Ia menambahkan, dari empat kali percobaan, hasilnya yang terakhir mampu memanen padi hingga 16 ton per hektare. Selain itu, pemupukan lebih irit karena menggunakan pupuk majemuk dan tidak berlebihan menggunakan kimia. Pemupukan juga didukung dengan teknologi canggih menggunakan drone.

“Teknologi memupuk kita sudah modern, biar anak muda senang bertani,” katanya.

Gubernur Khofifah mengatakan, varietas ini sudah hampir lima kali panen sehingga setelah ini bisa lakukan uji coba ke daerah lain. Dinas Pertanian Jatim juga sudah diminta Khofifah untuk melihat varietas di wilayah lain, dengan hasil 14 ton per hektar.

“Tapi Ponorogo optimis sudah 16 ton per hektare. Jadi masing-masing keunggulan varietas ini, produktivitas panennya per hektare menjadi acuan yang penting,” ujarnya.

Khofifah juga mengapresiasi hadirnya padi jenis ini karena pupuk yang dipakai menggunakan pupuk majemuk, bukan pupuk tunggal.

“Satu hal yang semakin menjadi kebutuhan kita adalah semakin organik maka sesungguhnya semakin sehat. Tidak sekadar sehat tapi juga produktif, dan tentu kesejahteraan petani akan semakin membaik,” tuturnya. (azt/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Pemkab Malang gelar Vaksinasi Massal untuk pelajar bertajuk”Indonesia Sehat, Indonesia Hebat”. Bersinergi bersama Badan Intelijen Negara (BIN). Dihadiri Bupati Malang HM...

Pendidikan

Malang Post — Ikatan Guru Taman Kanak -Kanak (IGTKI) Kecamatan Donomulyo melalui Dinas Pendidikan bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat menggelar workshop....

Pendidikan

Malang Post – Ratusan murid SMP KHA Thohir Pulungdowo Tumpang Kabupaten Malang menjalani vaksinasi di lingkungan sekolah. Ini untuk mencegah penyebaran virus covid-19 dan menjadi...

Pendidikan

Malang Post — Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menjadi tuan rumah pertemuan forum Asosiasi Dosen Ilmu-Ilmu Adab (ADIA) se Indonesia. Sekaligus...

Malang Raya

Malang Post – Masih maraknya peredaran rokok ilegal di pasaran khusunya kota Malang, memantik Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai...

News

Malang Post —  Musibah menimpa karyawan Koperasi Simpan Pinjam Delta Surya Purnama cabang Purwosari Pasuruan. Rabu (15/9/2021) siang di Jl Raya Songsong Ardimulyo Singosari...

Malang Raya

Malangpost – Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko memantau langsung vaksinasi untuk warga Kelurahan Gading Kasri dan pedagang Pulosari. Sofyan Edi hadir...

Teknologi

Malangpost – Dewasa ini, makin banyak pelaku bisnis yang berlomba membuat usaha mereka makin dikenal khalayak ramai dengan cara memanfaatkan beragam media digital yang...