Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Kota Batu Tanpa RT Zona Merah

KOMPAK: Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso bersama Kasdam V Brawijaya, Suharyanto, saat berada di wilayah RT yang statusnya terus turun. Hingga kemarin, tak lagi ada RT berstatus zona merah. (Ananto Wibowo/DI’s Way Malang Post)

Batu – Sudah dua tahap penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, di Kota Batu berjalan. Dimulai pertama kali, 9 Februari lalu. Hingga kemarin, sudah hampir satu bulan berjalan. Hasilnya, trend angka kesembuhan pasien terkonfirmasi positif mengalami peningkatan.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso menjelaskan, untuk persentase penurunan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19, mengalami peningkatan. Jika sebelum dilaksanakannya PPKM mikro, angka kesembuhan hanya 76,1 persen. Setelah dilakukan PPKM mikro tahap l, naik jadi 86,4 persen. Setelah PPKM mikro tahap ll, kesembuhannya menjadi 79 persen.

Baca Juga ----------------------------

‘’Untuk tingkat ketersediaan Bed Occupancy Ratio (BOR), atau pemakaian tempat tidur pasien, juga mengalami penurunan. Jika sebelumnya mencapai 89 persen. Setelah ada PPKM mikro tahap pertama, turun jadi 46 persen. Terus turun lagi pada PPKM mikro tahap dua, jadi 26,6 persen,’’ jelas Punjul kepada Di’s Way Malang Post, Kamis (4/3).  

Berdasarkan data yang dihimpun, pada penerapan PPKM mikro tahap dua ini. Angka zona kuning pada setiap RT, justru mengalami peningkatan. Itu dilihat mulai 23 Februari hingga 1 Maret. Pada 23 Februari kemarin, ada 23 RT yang berstatus zona kuning dan 1.126 RT berstatus zona hijau.

Sehari berselang, status RT zona kuning kembali mengalami peningkatan. Menjadi 25 RT dan 1.124 RT berstatus zona hijau persebaran Covid-19. Pada 25 Februari, lagi-lagi RT berstatus zona kuning kembali meningkat. Menjadi 27 RT dan 1.122 RT berstatus zona hijau.

‘’Setelah bertahan tiga hari di angka itu, pada 28 Februari, status RT zona kuning kembali mengalami peningkatan. Menjadi 29 RT berstatus zona kuning persebaran Covid-19. Sehingga, untuk RT yang berstatus zona hijau persebaran Covid-19 Kota Batu tinggal 1.120 RT,’’ jelas Punjul.

Ia juga menjelaskan, pada periode penerapan PPKM mikro tahap dua ini, tidak ada RT di Kota Batu, yang masuk ke dalam kategori zona merah. Ataupun zona oranye persebaran Covid-19. Sementara itu, pada PPKM mikro tahap dua ini, juga ada penambahan lima RT yang berstatus zona kuning.

‘’Hal itu terjadi sejalan dengan penemuan kasus yang meningkat. Itu karena, semakin gencarnya Satgas Covid-19, melakukan tracing. Selain itu, juga ditemukan klaster keluarga, klaster hajatan dan klaster asrama,’’ beber Punjul.

Lebih lanjut, mengenai penyaluran Dana Desa (DD) untuk anggaran penanganan Covid-19 di Kota Batu. Sudah tersalurkan 100 persen. Kepada 19 desa yang ada di Kota Batu. Tak hanya DD saja, anggaran untuk kelurahan juga sudah disalurkan di setiap kecamatan masing-masing.

Total DD yang telah di salurkan kepada 19 desa sebesar  Rp31,4 miliar. Juga digunakan untuk alokasi dana posko desa sebesar Rp2,5 miliar. Dari alokasi sebesar itu, setiap desa memiliki jumlah alokasi masing-masing.

Misalnya Desa Tulungrejo, mendapatkan DD sebesar Rp2,3 miliar yang dialokasi untuk posko desa sebesar Rp190 juta. Contoh berikutnya, Desa Punten mendapatkan DD sebesar Rp1,1 miliar yang dialokasikan untuk posko desa sebesar Rp95,8 juta.

Sementara itu, mengenai pembentukan posko PPKM mikro pada tingkat desa/kelurahan di Kota Batu. Saat ini dari 24 desa/kelurahan se Kota Batu, semuanya telah membentuk posko PPMK mikro. Dalam posko itu, juga telah disiapkan lumbung logistik, penyiapan dapur umum, penyiapan posko data dan administrasi.

Sementara itu, Kasdam V Brawijaya, Suharyanto mengatakan, perkembangan penanganan Covid-19 di Kota Batu, memiliki perkembangan yang cukup baik. Meskipun angka kematiannya masih tergolong cukup tinggi.

‘’Penanganan Covid-19 di Kota Batu cukup baik. Kuncinya ada di 5M dan 3T harus terus digalakkan dan diterapkan. Harapan saya satu Minggu depan bisa 100 persen seluruh RT berstatus zona hijau persebaran Covid-19,’’ tandas Suharyanto. (ano/rdt)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post — Kota Batu bakal menjadi sentra pembibitan jeruk purut di Indonesia. Hal ini menyusul permintaan ekspor jeruk purut yang sangat tinggi. Saat ini...

Malang Raya

Malang Post – Tim tracer Covid-19 Kota Malang menggelar tracing kasus di Jalan Kolonel Sugiono IV, Kelurahan Ciptomulyo, Sukun Kota Malang. Rabu, 20 Oktober...

headline

Malang Post — Kota Malang sudah masuk PPKM Level II, sesuai Inmendagri Nomor 53 Tahun 2021. Beberapa kampus mulai mengajukan Perkuliahan/Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Meski...

headline

Malang Post — Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Advokat Republik Indonesia (DPP PARI) menggelar silaturahmi antar advokat, Rabu (20/10/2021). Bertempat di RM Javanine, Jl Pahlawan Trip...

Pendidikan

Malang Post — Sejarah baru kembali ditorehkan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini Program studi (Prodi) Agribisnis, Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM yang mencatatkan tinta...

Pendidikan

Malang Post — Dharma Wanita Persatuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (DWP UIN Maliki) makin giat membina sekaligus menjalin keharmonisan antar anggotanya. Meski masih dalam...

News

Malang Post — Kepanikan terjadi, Selasa (19/10/2021) malam di sebuah rumah milik Semiati warga RT 03/RW 01 Desa/Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Sebuah tabung LPG 3...

News

Malang Post — Sehari sudah, tim gabungan SAR Malang Raya mencari keberadaan Paino (56) pemancing yang terhanyut saat sungai Brantas mendadak berarus deras. Selasa (19/10/2021)...