Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Sidang Kasus Gratifikasi di Kab Malang, Jaksa KPK: Pemberian Fee Jelas Tidak Dibenarkan

Surabaya – Total ada 25 saksi yang sudah dihadirkan tim JPU (Jaksa Penuntut Umum) KPK untuk memberikan keterangan dalam sidang kasus gratifikasi di Kab Malang. Lalu adakah di antara para saksi tersebut yang pada giliran berikutnya bakal dibidik menjadi terdakwa?

Indikasinya, di antara para saksi tersebut, khususnya para pengusaha pemenang lelang DAK (Dana Alokasi Khusus) di Dinas Pendidikan (Dindik) Kab Malang. Mereka mengakui memberikan fee kepada terdakwa Eryk Armando Talla (Nomor Perkara 82/Pid.Sus-TPK/2020/PN Sby).

Baca Juga ----------------------------

Tiga pengusaha pemenang lelang yang jadi saksi, yaitu Mashud Yunasa (Direktur PT JePe Press Media Utama-Group Jawa Pos) pemenang lelang tahun 2012, Ubaidilah (pemenang lelang tahun 2013) dan terpidana Ali Murtopo (pemenang lelang 2011).

Awalnya mereka berkilah bahwa itu bukan fee tapi diskon. Namun, mereka akhirnya mengakui. Bahwa ada pemberian fee yang dikoordinasi terdakwa Eryk Armando Talla atas paket pekerjaan yang mereka dapatkan.

“Pemberian fee itu jelas tidak dibenarkan,” kata Jaksa KPK Eva Yustisiana kepada sejumlah wartawan usai sidang Selasa (26/1). Lalu apa yang dilakukan oleh saksi-saksi tersebut akan diproses secara hukum pada giliran berikutnya?  

“Tindakan pemberian fee tidak dibenarkan. Tapi untuk ditindaklanjuti proses hukum atau tidak, kita tidak bisa menyatakannya sekarang. Karena harus dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” lanjut Eva.

Dari fakta persidangan, saksi Mashud Yunasa mendapatkan 24 paket pekerjaan di Dinas Pendidikan (Dindik) Kab Malang, setelah semuanya diatur oleh Eryk Armando Talla. Baik penawaran lelangnya, maupun hal-hal teknis lainnya. “Fee yang dikasihkan ke Eryk, 22.5 persen dari nilai kontrak. Itu sudah all, sudah semuanya,” kata Mashud saat memberikan keterangan di sidang Selasa (19/1).

Sedangkan Ubaidilah yang memenangkan lelang tahun 2013 mengatakan, ia mendapatkan tujuh paket pekerjaan di Dindik Kab Malang dengan nilai penawaran sebesar Rp  9 miliar.

“Fee yang saya setorkan ke Mas Eryk (Eryk Armando Talla.red) sebesar 22 persen atau sekitar Rp 2,7 miliar. Ini sudah saya transfer ke rekening Mas Eryk di BCA dan Bank Mandiri, juga lewat cek senilai Rp 2 miliar,” kata Ubaidilah yang bersaksi dalam sidang Selasa (2/2).

Terpidana kasus suap Ali Murtopo yang juga dihadirkan sebagai saksi membeberkan. Ada pemberian fee total Rp 4,2 miliar kepada dua terdakwa. Fee yang disetorkan ke Eryk Armando Talla sebesar Rp 2,6 miliar dan fee untuk Rendra Kresna sebesar Rp 1,6 miliar. Ali Murtopo merupakan pemenang lelang Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan Kab Malang tahun 2011.

Sementara pejabat sekelas kepala dinas yang dihadirkan sebagai saksi, juga mengakui adanya setoran ke orang kepercayaan terdakwa  Rendra Kresna (Nomor Perkara 84/Pid.Sus-TPK/2020/PN Sby). Saksi Romdhoni (Kepala Dinas PU Bina Marga Kab Malang) menyebutkan, ia minta bawahannya Heri  Sujadi (Kabid Fasilitas Jalan Dinas PU Bina Marga Kab Malang) mengumpulkan uang Rp 3,5 miliar.

Uang itu terkumpul dari keuntungan proyek-proyek swakelola yang dikerjakan secara PL (Penunjukkan Langsung). Uang tersebut diserahkan ke Yudi Irianto, yang juga dikenal sebagai orang dekat Rendra Kresna.  “Intinya perintah itu tidak langsung dari Pak Rendra Kresna. Tapi dari Yudi Irianto dan Sando Junaidi. Yang saya tahu, keduanya merupakan orang kepercayaan Pak Rendra Kresna,” kata Romdhoni saat sidang Selasa (9/2).

Menurut Jaksa KPK Arif Suhermanto, memang harus dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. “Baru bisa kami simpulkan mereka itu terlibat atau tidak. Tapi pada prinsipnya dalam perkara ini kami masih mendakwa Rendra Kresna dan Eryk Armando Talla dalam perkara gratifikasi. Hal-hal lain yang muncul di persidangan tentu kita akan mendalami lebih lanjut mengenai alat bukti yang lain,” kata Arif Suhermanto seusai sidang. (azt/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu menjadi desa kedua yang dinobatkan sebagai Kampung Tangguh Bersih Narkoba (Bersinar) oleh Polres Batu. Sebelumnya di...

Malang Raya

Malang Post – Kuota penerimaan calon aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bertambah. Hal ini setidaknya menjadi sedikit angin segar...

headline

Malang-Post – UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, memberikan apresiasi kepada tujuh fakultas atas terobosan, inovasi dan prestasi yang dicapai. Karena kerja keras yang dilakukan di...

Malang Raya

Malang-Post – Rencana sekolah tatap muka masih menuai pro kontra. Khususnya bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pengamat pendidikan menyarankan, pembelajaran berlangsung offline alias...

Malang Raya

Malang-Post – Seorang tukang jahit, M (50), asal Desa Pesanggrahan, Kota Batu, digelandang Satreskrim Polres Batu, diduga melakukan pelecehan seksual pada sejumlah anak-anak usia...

Malang Raya

Malang Post – AKBP Budi Hermanto resmi menjabat Kapolresta Malang Kota menggantikan Kombes Pol Leonardus Harapantua Simarmata Permata. Prosesi penyambutan pejabat baru ini, dilakukan...

Malang Raya

Malang Post – Pemerintah Desa (Pemdes) Sengguruh berkomitmen menjadikan wilayahnya bebas dari penyalahgunaan narkoba. Diwujudkan dengan peresmian Kampung Tangguh Bersih Narkoba (Bersinar) Desa Sengguruh. ...

Malang Raya

Malang Post – Mencegah penyakit atau gangguan kesehatan akibat lingkungan kontinyu dilakukan Dinkes Kota Malang. Melalui upaya preventif, promotif dan kuratif. Agar penyakit akibat...