Connect with us

Hi, what are you looking for?

Opini

Pelayanan Gizi Pada Pasien Covid-19 Di Rumah Sakit

Penyakit Corona Virus Disease  (Covid-19) saat ini menjadi masalah kesehatan di Indonesia dan dunia. Organisasi kesehatan dunia (WHO) sudah menetapkan Covid-19 sebagai pandemi karena penyakit ini telah menyebar ke lebih dari separuh negara di dunia. Tingkat penularan yang amat tinggi menyebabkan penyakit ini memiliki dampak yang jauh lebih besar dibandingkan penyakit akibat virus korona sebelumnya seperti SARS dan MERS. Kondisi ini telah mengubah kehidupan masyarakat di seluruh dunia serta membawa dampak negatif bagi dunia kesehatan.

Sejauh ini, belum ditemukan obat spesifik yang dapat digunakan untuk menyembuhkan penderita yang terinfeksi Covid-19. Terapi yang digunakan hanyalah untuk menghilangkan gejala yang muncul dan meningkatkan imunitas penderita agar kuat melawan virus tersebut. Seiring berjalannya waktu, jumlah pasien Covid-19 yang perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit juga terus bertambah. Untuk mengurangi potensi penularan maka pelayanan dan perawatan pada pasien Covid-19 mengharuskan kontak minimal antara petugas dengan penderita.

Salah satu unit yang berperan penting dalam penanganan pasien Covid 19 adalah Instalasi Gizi yang memberikan kontribusi berupa pelayanan makanan dan juga asuhan gizi secara optimal dengan tujuan menghindari mal nutrisi pada pasien untuk mengurangi terjadinya komplikasi serta mencegah penurunan kondisi kesehatan penderita. Status gizi penderita Covid-19 harus tetap berada pada kondisi normal karena kelebihan maupun kekurangan berat badan dilaporkan dapat menyebabkan pengaruh buruk terhadap pasien khususnya penderita dengan komorbid. Pelayanan yang diberikan ini tentunya harus sesuai dengan protokol kesehatan dan menghindari kontak dengan pasien.

Menurut berbagai jurnal penelitian, beberapa upaya yang dilakukan oleh Instalasi Gizi dalam memberikan pelayanan prima dan mencegah tertular virus ini bagi petugas adalah dengan memberikan makanan dan minuman menggunakan alat makan, minum, sendok dispossible (sekali pakai) jadi setelah digunakan bisa langsung dibuang sehingga karyawan gizi yang biasanya bertugas mencuci alat makan pasien bisa terhindar dari penularan virus melalui alat makan.  

Memberikan makanan yang sesuai dengan kondisi pasien juga merupakan salah satu upaya untuk membantu mempercepat penyembuhan dan memperpendek masa rawat di rumah sakit, karena makanan untuk lansia tentunya berbeda dengan makanan untuk dewasa muda ataupun anak-anak, penderita dengan komorbid juga berbeda dengan pasien tanpa penyakit penyerta. Begitu pula bagi penderita dengan kelebihan berat badan pemberian gizinya tentu berbeda dengan yang kekurangan berat badan, dan disinilah peran ahli gizi sangat dibutuhkan.

Untuk membantu meningkatkan imunitas pasien Covid-19, beberapa rumah sakit juga memberikan minuman berbahan rempah-rempah yang diketahui dari hasil penelitian dapat meningkatkan kekebalan tubuh (immune system) karena tanaman ini mempunyai ciri spesifik sebagai tanaman obat yang bersifat preventif (pencegahan) dan promotif melalui kandungan metabolit sekunder misalnya pada jahe, temulawak, kunyit, sereh.

Selain pelayanan makanan, kegiatan asuhan gizi juga sangat dibutuhkan yaitu dengan memberikan edukasi dan konseling kepada pasien. Sebelum melakukan asuhan, terlebih dahulu ahli gizi menggali data yang diperlukan dalam pemberikan diet bagi pasien seperti data tentang pola dan kebiasaan makan, riwayat penyakit sebelumnya, mitos yang dianut, data alergi terhadap makanan tertentu, juga identifikasi terhadap faktor-faktor yang akan mempengaruhi asupan misalnya mual, muntah, diare, sakit perut dan lain-lain. Kegiatan ini dilakukan oleh ahli gizi secara daring misalnya melalui telepon atau video call kepada pasien di dalam ruang isolasi agar kontak dengan pasien dapat diminimalkan.

Dengan pelayanan yang diberikan oleh Instalasi Gizi tersebut diharapkan dapat mempercepat penyembuhan dan memperpendek masa rawat penderita Covid-19, selain itu juga meminimalkan resiko penularan bagi petugas . Semoga pandemi Covid-19 ini segera berlalu dan masyarakat dapat kembali hidup normal seperti sediakala.

Penulis : Arryna Indrawati .K (Nutrisionis – Instalasi Gizi RSUD Kanjuruhan Kab. Malang)

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

Pendidikan

AMEG – Sebanyak 236 proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Brawijaya (UB) lolos mendapat pendanaan dari Dikti. Jumlah tersebut menempatkan […]

Malang Raya

AMEG – Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, berharap ada pos anggaran untuk memfasilitasi atlet penyandang disabilitas. Menurutnya saat ini […]

headline

AMEG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, serius melarang aparatur sipil negara (ASN) nya untuk mudik. Tidak ingin kecolongan, Pemkab Malang […]

Kuliner

Lebaran sangat identik dengan ketupat, opor ayam, dan rendang. Sedangkan hidangan berbahan kambing biasanya disajikan saat libur hari raya Idul Adha. […]

Kuliner

AMEG – Ramadan tahun ini, Kota Batu semarak dengan aneka kuliner hidangan buka puasa. Disajikan berbagai hotel, yang menawarkan konsep, […]

headline

AMEG – Terhitung mulai 10 Mei 2021, PT KAI Daop 8 Surabaya, akan mengoperasionalkan Stasiun Malang Baru yang berada di […]

Pendidikan

AMEG – Syiar Ramadan di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang), di hari ke 27 Ramadhan, […]

Malang Raya

AMEG – Pasangan pengusaha muda sukses asal kota Malang, Gilang Widya Pramana dan Shandy Purnamasari, memanfaatkan Ramadan tahun ini, dengan […]

headline

AMEG – Pelarangan mudik lebaran tahun 2021, mulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021, berdampak besar pada sektor ekonomi pariwisata […]

%d bloggers like this: