Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Sampah Medis Covid-19 Capai 3,3 Ton

Kasi Pengelolaan Sampah Dan Limbah DLHP Bondowoso, Abdul Asis

Bondowoso – Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso mencatat selama 2020, limbah medis Covid-19 mencapai 3,3 ton. Jumlah itu dihimpun sejak awal pandemipada Maret hingga Desember 2020.

Namun demikian, dari 25 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang ada, hanya sembilan diantaranya yang mengantongi izin menggunakan tempat pembuangan sementara (TPS) limbah B3 khusus medis.

Baca Juga ----------------------------

Demikian disampaikan Kasi Pengelolaan Sampah Dan Limbah DLHP Bondowoso, Abdul Asis, ketika dikonfirmasi,belum lama ini.

“Kekurangannya masih dalam proses. Kemarin saya sudah survei enam Puskesmas untuk permintaan izin limbah B3. Rekomendasinya yang mengeluarkan dari LH,” jelas Asis.

Ia menerangkan bahwa sisanya baru saja selesai dimonitoring untuk mendapatkan izin dari DLHP. Artinya, TPS dari fasyankes yang lain sebenarnya telah ada. Namun, memang untuk diberi izin masih dalam proses. Selain itu, pelaksanaan monitoring untuk izin masih terbentur anggaran.

“Sudah dari kemarin, sudah ada semua sebelum terjadi Covid-19. Hanya standarnya memang untuk yang memenuhi syarat itu sudah kami kasih rekomendasi. Jadi memang kendala juga anggaran disana. Untuk yang lain masih proses pembuatan yang standar,” tuturnya.

Ia melanjutkan, pola penangangan sampah medis di Bondowoso selama pandemi Covid-19 diperlakukan secara khusus.Hal itu, katanya, sesuai dengan PP Nomor 101 Tahun 2014 dan Permen LHK 56 Tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari Fasyankes.

Diterangkan Asis, penanganan limbah medis di masing-masing fasyankes dilakukan dengan cara dipilih dan dipilah sesuai dengan jenis-jenisnya. Mereka juga bekerja sama dengan pihak ketiga untuk proses pengangkutan dan pemusnahan limbah medis.

“Untuk RSUD, alhamdulillah punya insinerator sendiri. Jadi ditangani sendiri,”jelasnya.

Ditanya perihal pengelolaan masker yang digunakan masyarakat sebagai bagian sampah medis, kata Asis, pihaknya memang masih kesulitan itu. Berdasarkan surat edaran, pihaknya harus punya drop box di tempat umum untuk sampah medis Covid-19 yang digunakan masyarakat. “Ini yang kami masih belum punya,” pungkasnya. (pan/zai/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Vaksinasi covid-19 menjadi program utama di akhir tahun 2021 di Kota Malang. Sasaran vaksinasi saat ini yaitu warga lanjut usia di...

Malang Raya

Malang Post – Kamis malam (2/12), tim gabungan Polsek dan Koramil Kedungkandang dan kecamatan, menyisir sejumlah wilayah untuk penegakan prokes. Anggota Koramil Kedungkandang, hadir...

Wisata

Malang¬†Post — Pariwisata kota Malang dan sekitarnya mulai mengeliat kembali pasca kelonggaran PPKM oleh pemerintah. Akhir tahun 2021 Atria Hotel Malang melaunching promo Food...

News

Malang Post – Musibah menimpa warga Pakis selepas takjiah dan melaju kencang untuk berangkat kerja, Kamis (2/12/2021) pagi di Jalan Raya Ampeldento, Kecamatan Pakis,...

Pendidikan

Malang Post — Ikatan  Guru Taman Kanak-kanak (IGTKI) Persatuan Guru Republik Indonesia menggelar tasyakuran dalam memperingati Hari Guru ke-76. Melalui zoom meeting dengan Bupati Malang...

Pendidikan

Malang Post — Tingkat potensi bencana yang dimiliki Indonesia cukup tinggi. Melihat hal itu, Laboratorium Psikologi Terapan (LPT) Psikososial Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melangsungkan pelatihan...

News

Malang Post — Warga Kota Malang dihebohkan dengan viralnya postingan curhat di media sosial (Facebook) yang menimpa seorang lelaki. Ia mengaku telah mengalami kebutaan pasca...

headline

Malang Post — Bantuan ke Joko Santoso (38) warga Jl Burung Gereja No. 1A, RT 02 RW 02, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, mulai...