Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Mengenal Fenomena Hari Tanpa Bayangan, Akhir Pekan Terjadi Di Malang

Ilustrasi Fenomena Hari Tanpa Bayangan. (BMKG)

Malang – Pernahkah anda mendengan istilah kulminasi ?. Kulminasi adalah fenomena yang terjadi ketika matahari berada tepat di posisi tertinggi langit. Menurut BMKG, fenomena ini terjadi lantaran adanya revolusi bumi mengitari matahari yang mengakibatkan matahari terlihat seperti bergerak dari timur ke utara. Atau disebut gerakan semu matahari. Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomena ini dinamakan kulminasi utama. Pada saat itu, matahari akan berada tepat di atas kepala pengamat atau di titik zeniat.

Ketika matahari berada tepat di atas kepala, bayangan benda yang berdiri tegak seolah-olah menghilang. Padahal sebenarnya, bayangan hanya bertumpu pada benda tersebut. Oleh karena itu, kulminasi juga dikenal dengan ‘hari tanpa bayangan’.

Baca Juga ----------------------------

Dalam setahun, Indonesia mengalami dua kali kulminasi utama, yakni saat posisi matahari berada tidak jauh dari  khatulistiwa. Biasanya, fenomena hari tanpa bayanagn akan terjadi di daerah-daerah yang dilewati garis khatulistiwa antara lain Pontianak, Bonjol, Parigi Moutong, Kepulauan Kayoa, Amberi, dan Gebe. Namun, fenomena serupa juga bisa terjadi di kota lain di Indonesia pada waktu berbeda. Termasuk di Malang.

Tidak semua bayangan akan hilang saat fenomena ini terjadi. BMKG mengatakan fenomena ini tidak akan memengaruhi bayangan pepohonan. Pohon rindang akan tetap memiliki bayangan ketika terpapar cahaya matahari. Tak hanya itu, ketika sebelum dan setelah tengah hari saat terjadinya kulminasi, benda berdiri tegak seperti tugu akan tetap memiliki bayangan.

Hal lain yang penting diketahui adalah kulminasi terjadi dalam waktu yang relatif singkat. Menurut LAPAN, kulminasi tidak akan menimbulkan dampak khusus, seperti terjadinya bencana.

Tidak semua  negara mengalami fenomena ini. Hanya ada 14 negara yang di ekuator yang mengalaminya. Keempat belas negara tersebut adalah Indonesia, Brasil, Ekuador, Somalia, Gabon, Kenya, Maladewa, Kiribati, Republik Kongo, Republik Demokratik Kongo, Uganda, Nauru, Sao Tome dan Principe.

Selain bayangan yang hilang, kulminasi juga menghasilkan gaya gravitasi matahari terhadap bumi yang sangat kuat. Gaya gravitasi yang sangat kuat membuat telur ayam bisa berdiri tegak tanpa memiliki bayangan.

Kulminasi di Malang Raya

Sejumlah daerah di Jawa Timur juga akan mengalami hari tanpa bayangan, seperti yang dijelaskan Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang Ma’muri.  Di wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang, kulminasi akan berlangsung pada Sabtu (27/2) pukul 11.42 WIB.

Sementara di Kota Malang bisa disaksikan pada Minggu (28/2), pukul 11.42 WIB. Hari dan jam yang sama, juga akan terjadi di wilayah Kota Batu.

“Fenomena kulminasi di Kepanjen dan Malang serta Batu beda karena posisi lintang bujurnya beda. Matahari ini terus bergerak semu posisi pas di Kepanjen dan malang posisi lintang bujur beda,” ujar Ma’muri, mengutip detikcom

Nah bagi anda yang ingin menyaksikan fenomena ini, jangan lupa atribut seperti sunblock, payung, topi, dan pelundung lain. Alasanya, suhu akan lebih panas di siang hari.  Karena matahari berada tepat di atas garis ekuator/khatulistiwa. (dtk/idn/anw)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post — Pemkab Malang mengapresiasi para pelajar yang berprestasi di bidang olahraga. Salah satunya Koko Indra, asal Desa Pujon, Kecamatan Pujon. Ia tergabung sebagai...

Malang Raya

Malang Post — Polres Malang bersinergi dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Kepanjen, untuk menjaring relawan vaksinasi. Agar terwujud percepatan vaksinasi bagi masyarakat Kabupaten Malang....

Pendidikan

Malang Post – Mahasiswa baru (maba) dari berbagai daerah Nusantara turut serta dalam gelaran Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Event tahunan...

Malang Raya

Malang Post — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya menggelar Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan 33 dan 34. Dilakukan sejak Sabtu (18/9/2021) hingga Selasa (21/9/2021)....

Pendidikan

Malang Post — Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, kembali mendapatkan kabar gembira. Ini setelah salah satu mahasiswanya memperoleh penghargaan. Melalui LKTIN...

Malang Raya

Malang Post — Setahunan tersangka RP (29) warga ber-KTP Desa Jenggolo Kepanjen, Kabupaten Malang pakai narkoba jenis Sabu (SS). Alasannya demi tahan rasa kantuk karena...

Malang Raya

Malang Post – Sebagai upaya untuk mencegah penularan Covid-19 serta sejalan dengan program pemerintah pusat yang mulai melaksanakan vaksinasi bagi pelajar.  Ketua Yayasan Kartika...

headline

Malang Post — Beredarnya video jajaran Pemkot Malang bersepeda dan diduga memaksa memasuki Pantai Kondang Merak yang tutup, viral di media sosial. Kejadian berlangsung Minggu...